Latest Entries »

Me not you, you not me

Ada apa dengan kau?

Kalau aku bercerita tentang rintanganku, aku tak ingin kau menilaiku lalu instead of mencoba mengerti, kau malah bersikap seolah olah kaulah yang paling tau apa yg aku hadapi, siapa aku, jalanku, dan bagaimana aku harus, dan putusan apa yg aku mustinya ambil. Hey.. kau pikir kau dewa? Kecuali Tuhan, bahkan wakilNya pun tak berhak lakukan itu padaku.

Kau baru saja membuktikan bahwa tak semua orang pandai menyampaikan empati atau nasehat. Alih2 aku merasa tenang, aku menjadi pesakitan dari sikap sok taumu itu yg sungguh memuakkan! Yg membuatku tetap berkepala dingin adalah , aku tau maksudmu baik. Aku cuma tak suka gaya sok taumu. Cuma karena aku membenarkan beberapa hipotesamu, tak berarti kau menguasai pengetahuan tentang aku dan jalanku lalu mencoba menyetirku.

Dan yang paling mengasikkan ketika kau mencoba memojokkan pemikiranku adalah, fakta2 bahwa yang kau kira aku alami ternyata tidak aku alami. Yang kau pikir aku rasakan, tidak aku rasakan. Yang kau pikir terjadi, tidak terjadi. Kedua, adalah kau tak selesai menilaiku. Kau hanya melihatku dari sisi keluku.. kau lupa bahwa aku adalah wanita paling happy dari deretan kawan kawan wanitamu. Kau lupa mengapa aku bisa tertawa dikala kepala ruwet? Karena aku berhasil menaklukan waswasa setan dari arah masa depan..yg mana kau sendiri memelihara kata “kalau” (bagiku, “kalau/if” adalah waswasa setan dari arah past ataupun future) dalam kepalamu ketika meneropong hidupku. Gal, aku tak mau memakai kata “kalau”.. itu kata kata sumber stress yg utama. Jangan kau lempar padaku kalau tak mau aku “menghabisimu” seperti tadi. Aku bilang padamu bahwa ” jangan ber’kalau-kalau’ supaya kepalamu tak penuh prasangka buruk. “Kalau’ bisa mengundang berbagai kumungkinan buruk yang siap menyiksamu siang malam. Kalau juga akan membuatmu lupa bahwa hari ini ada yg lebih penting untuk disyukuri daripada menghayallkan kalau yg malah membuatmu memaki Tuhan. Yg pasti hari ini aku masih bisa membuat puding roti enak di dapur, di situasi yg ku keluhkan berkali kali. Puding roti lezat yg kubuat dgn dua tangan sempurnaku, mataku, otakku, kakiku, ovenku, uangku dll yg jelas tak bisa terlihat penting saat kau bicara ‘kalau’.

Aku mungkin sudah menghadapi badai2 pemikiran yang memorakporandakan isi kepalaku, jadi seranganmu itu cuma semacam gerimis untukku. Aku bukan orang bodoh seperti yang kau pikir. Semua keputusan telah aku pikirkan dan mufakatkan, itu sebab aku sampai pada kesimpulan “istikarah”.

Kau tak perlu mengajakku menjadi agnostik atau atheis karena protesku pada Tuhan. Masalah hidup bukan tandingan untuk kehilangan keimanan. Aku lelah, bosan, bingung dan marah atas sikapNya, tapi aku tetap bersujud padaNya meminta ridhoNya untuk tetap menjagaku, menguatkan dan mengarahkan. Dan aku yakin Dia lebih Maha sabar daripada seorang ibu pada anak rewelnya.

Jangan coba menilaiku. Kau boleh bertanya dan aku menjawab. Kau boleh mengira dan aku membenarkan atau menyalahkan, tapi kau jangan coba2 menilai dan memastikan penilaianmu benar menurut dirimu sendiri, karena aku peka pada perlakuan semacam itu. Sedikit saja terasa, aku akan menaikkan perisai dan memerangimu sampai kau merasa bodoh sendiri.

Ingat saja… Tak semua orang pintar memberi nasehat atau menunjukkan empati. Kau harus terlebih dahulu menyingkirkan egomu dan itu susah. Saat kau merasa paling tau dan paling benar, maka aku akan merasa dihakimi dan tertuduh. Aku tak akan melihat itu sebagai nasehat tapi sebagai ajakan perang..dan kau tak akan mampu mendiamkan aku. Sampai kau tersungkur dan mengibarkan bendera putih ..

Advertisements

Istri

Dulu waktu kuliah, dosen Bahasa Indonesia saya ingat saya sebagai salah satu mahasiswinya yang setiap tugas menulis bebas selalu dapat A or A+. Bukan berarti saya penulis bagus sih, tapi lebih karena saya terbaik dari yang jelek2. Bukan terbaik dari yang terbaik 😋.

Ini bersebrangan dengan penilaian dosen translation saya (English-Indonesia) yg selalu complain karena terjemahan artikel TIMES bisa jadi semacam cerpen di tangan saya. Maigat! Aweful bangettt!!!

Diluar semua itu, apabila ada tugas menulis bebas yang berjudul “Haruskah istri diwajibkan mencari uang?”, Maka … Setelah melihat lapangan bertaun-taun, saya akan menulis hasil pengamatan pribadi sebagai berikut;

Sebaiknya kalian kaum lelaki membuat prinsip terdahulu sebelum menikah. Apakah kalian mau istri kalian berkerja, ntah itu sebagai sales atau pegawai kantoran, atau kalian lebih suka istri tinggal di rumah dan murni menjalankan tugasnya sebagai ibu rumah tangga saja?

Prinsip kalian inipun sebaiknya tidak saklek atau kaku, dalam artian, kalian harus siap menerima kedua jenis prinsip itu. Mengapa? Karena kalian tidak bisa pastikan wanita tipe apa yang kelak akan kalian nikahi.

Tipe? Tentu saja. Kalau kalian ingin wanita pekerja, maka carilah tipe perempuan pekerja. Kelihatan kok sejak awal apakah pacar kamu tipe yang tergila-gila kerja atau tipe ibu ibu banget, yang demennya ngurus kamu, masak, dirumah melulu, dll..

Masalahnya kalau kamu mengawini wanita tipe “pengurus rumah tangga”, lalu kamu suruh kerja, maka yg depresi gak cuma dia, tapi kamu juga!!!. Jangan salah juga loh, banyak pria yang mengidam-idamkan wanita jenis “nanny” ini dibanding wanita pekerja keras. Sebaliknya apabila tipe pekerja, kalian suruh diam di rumah, ngurusin sempak dan popok anak, dengan segala pernik2 semrawut urusan rumah tangga, lagi2 yang stress ada dua orang ; kalian dan istri kalian itu.

Tegaslah diawal-awal pernikahan agar masalah yang nampak sepele dan gak penting banget ini, tidak menjadi pintu perceraian kalian. Bagaimanapun ini soal prinsip!

Kalau selera kalian adalah wanita pekerja, maka teguhlah pada selera itu. Jangan pulak kalian menuntut banyak dari seorang istri karier. Ketika dia total pada karier, dia tidak akan sempurna berfungsi sebagai ibu rumah tangga sebagaimana layaknya ibu rumah tangga total. Jadi gak usah nuntut perlakuan yang sama dong.

Kalau selera kalian adalah wanita rumahan sejati dimana pengabdiannya total hanya pada suami dan anak, maka jangan nuntut dia juga harus produktif seperti wanita karier. Bagaimanapun dedikasi seorang ibu rumah tangga sejati tak kalah beratnya dengan wanita penggemar karier. Kalian pikir hidup monoton berkutat antara dapur, kamar, mesin cuci, jemuran, strikaan, beres2, mengajari anak, mendisiplinkan anak, membesarkan anak dengan segala nilai nilai kehidupan , dll,adalah pekerjaan mudah? Mereka bahkan harus terus belajar mengikuti jaman supaya bisa membesarkan anakmu sedemikian rupa. Lalu kalian tuntut dia harus juga mencari uang??? Kalian bego. Karena pertama, kalian akan kehilangan istri, tak memdapatkan income tambahan dari istri jg seperti yang kalian mau, dan bisa saja kalian malah menghancurkan masa depan kalian sendiri bahkan anak-anak kalian.

Jadi menjawab haruskah istri mencari uang adalah: harus jika istri dan suami sepakat diawal pernikahan, tidak harus jika suami istri sepakat bahwa istri sejatinya adalah pendanping suami dalam membesarkan dan mengurus anak dan keluarga.

Battle field

Well everyone has her/his own battle you know. You have no idea what kind of battle that someone is gettin thru.

You never feel stuck at somewhere and nobody has an intention to help or at least give a way out to help, nobody. You know exactly what you have to do but no one support you. Besides, you can’t do anything if they dont help you. Stuck!!! And it sucks!!!

And in that position you feel soooo damn uncomfortable!! So angry to yourself.. so humiliate.. so on , so on, those kinda bad feelings, you just name it!

Ohh.. and please don’t complain! Just shut up and have patience… God is testing you! Yeaaa rite!!! God is testing me to make a good decision and nobody has intention to help but give a damn pity face only. They say “psssttt… Quiet… Be patient… Pray… God is testing you… Stay.. do the best”

Oh really? What if the best thing happen then gettin’ “crazy?”.

If there was that open door out there and it was never been taken for somehow this broken door was the best for all of us, they said, then what kinda testing is this? Testing for accepting something bad? Instead of finding something good???

Oh yess… You are never be in this situation. Never dare to judge!

He Hates too

I was so angry at You last nite.

I do really think that You hate me. Why? Bcoz You give but you take, You cheer me but You dissappoint me, You make me happy but sad too, You bring me A but You take my B. You say you will give, but You hold.

You urge to ask, but You just listen and it is up to You when You give.. are You playing with my feelings? But I am Your slave, I know it is a sin to complain , but I think You hate me. You dont love.

You say You love but You prepare hell. You say You care but I am desperate now and where are You? You say everything will be easy but You never stop testing me. You let me do good deed but You let me do evil too. What do You want?

I am Your slave and I have no power to object You. But I feel You hate me.

Never You give only happiness without sorrow, never. Never You only give without taking..

I am tired for what You have done to me. I ask for strength but You make me weak… What can I say? You hate me, dont You? Where is Your love?

Divorce

Being divorced is not the end of the world. It could be the biggest blessing & lead to something much better, bringing about much goodness. Many people have found more compatible spouses & are leading happier lives. There is no point in holding grudges or becoming depressed over a marriage that did not work. Make an effort to look for a more appropriate spouse & the Almighty will open the doors! Mufti Ismail Menk

Kejar si Felix

Kalau menurut zodiak, gemini itu kembar. Kembarnya itu bisa yin dan yang, bisa juga angelik dan satanik. Maka, seringkali ada sisi gelap yang tak ditunjukkan pada orang-orang tertentu. Keahlian memanipulasi itulah yang seringkali mengecoh orang yang kenalnya cuma permukaan saja.

Saya contohnya. Untuk masalah A pada si anu, saya memilih menunjukkan hanya sisi angelik. Untuk masalah B pada kelompok tertentu saya memilih menunjukkan sisi satanik. Ada juga yang saya percaya untuk melihat sisi satan dan angel saya. Ada 😎. Mereka sahabat… Bukan keluarga.

Itu sebab.. ketika sibling saya, ibu saya, bahkan tetangga yg ikut nimbrung mengelu ngelu si Felix, saya asik sendiri duduk manis mencoba mendengarkan pembicaraan mereka. No komen but burn inside…

Hey.. tentunya saya bukan lahir sebagai orang yang ujuk2 membenci felix tanpa sebab apapun. Dulu saya suka pada petuah2nya yang menyasar remaja. Tapi waktu terus bergulir menyajikan momen to momen yang buntut2nya memaksa orang untuk menunjukkan siapa dia sebenarnya.

Dan pandangan saya pada si felix inipun berubah drastis. Dia tak lagi terdengar asik melainkan songong. Apapun alasannya, dan meskipun dia mengatasnamakan agama sebagai dasar orasi2 tai nya itu, saya tak lagi respek. Simpel cuma karena dia menunjukkan bahwa dibalik kata kata bijaknya ada kebencian, ada hasut, suudzon, dan segala macam prasangka buruk pun tuduhan2 tak pakai tabayun. Bukan soal siapa yang dia tak suka dan siapa yang saya suka, tapi lebih ke caranya yang saya nilai tak pantas.

Dia itu punya pengikut yang menggugu apa yang dia ucap dan lakukan. Dia sangat bertanggungjawab moril pada apa yang diserap pengikutnya, yang keluar dari lisannya. Maka ketika satu felix melontarkan kebencian, akan ada ribuan pengikut felix yang ikutan membenci. Yang ribuan akan menularkan kebencian itu pada ribuan yang lainnya. Tidak sadarkah dia akan hal ini?

Maka saya menjadi pionir di sosmed google sebagai oposisi felix. Tak berapa lama mulai banyak yang ikutan menjadi oposisi. Membantah semua hasut dan prasangkanya yang ntah dibuat sengaja ? Ntah karena dia terlalu bego untuk memakai nalarnya? Ntahlah.

Yang pasti ketika dia menghentikan langkah saya, saya tak mundur untuk terus menyerangnya, mengganggunya dengan kebenaran dan sesekali mengingatkannya. Saya tak mencoba merubah felix. Buat apa? Saya cuma berperan sebagai susu yang menetralisir racun. Paling tidak untuk sebagian pengikutnya yang mau berpikir, ada harapan untuk tidak ikut terhasut.

Saya mencintai negeri ini. Bahkan tak pernah sekalipun meninggalkannya jauh jauh kecuali ketika umroh 😁😁. Saya tak ingin bangsa ini terbelah cuma karena makan hasutan felix. Maka kemanapun dia ngepos, saya kejar! Dia blokir, saya pakai akun lain, blokir lagi, pakai akun lain lagi.

Dan begitulah…. Keluarga saya tak tau betapa saya yang duduk manis dipojokan adalah musuh utama si felix di sosmed google 😀.

That ‘angel’ is their ‘satan’ actually

Tenang

Entah kenapa ketidakberadaanmu menenangkan. Mungkin ada yang salah pada rasa. Salah yang benar, yang menuntun justru pada cahaya. Hidup memang lucu. Yang kau benci yang kau perlu, yang kau sukai yang tak berarti sama sekali bagi hidupmu.

Ketiadaanmu menenangkan sebab sesuatu. Sebab yang mungkin harus ada karena diperlukan. Jadi, sebut saja ini pun semacam berkah abu abu. Tak semua berkah harus berwarna indah.. ular berwarna justru paling mematikan.

Tuhan mengistirahatkan sejenak. Sejenak yang mungkin diperlukan untuk sekedar mengendurkan saraf…

Tuhan Maha Tahu…

Gone

Kalau saja kita tahu kapan orang orang yang kita cintai ruhnya akan diambil ke langit, jasadnya dikembalikan ke bumi, pastilah kita akan memanfaatkan waktu yg tersisa dengan seindah indahnya dan sebaik-baiknya seiring waktu yang mendetik.

Pagi ini saya cukup terkejut mendengar kematian teman sebangku saya ketika SMA kelas 1. Dulu seingat saya dia biasa saja di kelas. Berkulit hitam, sangat sederhana, berambut panjang, bukan jejeran selebritis kelas, agak pendiam tapi sebetulnya asik. Tawanya berderai dan dia anak yang baik hati. Saya suka.

Saat Natal dia pernah membawakan saya kukis natal assorted yang dia bungkus tissue berlapis-lapis, sambil cekikikan .. geli melihat tingkahnya sendiri, tapi membuat saya selalu menagih kukis yang serupa setiap natal … Sebab enaak!

Lama tak berjumpa, berpuluh tahun kemudian bersua di fb. Kami ramai seperti burung poksai hiper… Ternyata dia kemudian menjadi dokter gigi sukses di Jakarta dengan klinik mentereng miliknya. Wow! My Jun sudah sukses berat ternyata. Anak yang hidupnya sederhana sekali itu sekarang menjadi orang sukses.

Saya perhatikan fb nya.. penuh keceriaan, kebahagiaan dengan suami dan satu anaknya. Hampir tiap saat ada foto baru dia lakukan traveling dengan keluarganya. Belakangan saya baru sadar bahwa dia sedang menikmati saat saat akhirnya di dunia dengan sebaik-baiknya bersama kecintaannya.

Teman saya yang baik hati ini pergi akibat kanker payudara dalam usia 47 tahun. My dearest friend yang masih ingat gambar2 saya dan kelakuan2 tengil kami jikalau tak ada guru…

Good bye Jun…. My journey has not ended yet… But everybody will go there too someday…

Rest in peace my friend…

Recall

Pernahkah kau mendengarkan lagu yang mengingatkanmu pada sesuatu yang dulu yang masih terasa sama pada saat sekarang ini? Dan meski waktu menutupnya dengan lapisan lapisan tahun, dia tetap ada? Yang kau pernah pikir tak ada, ternyata ada?

Bahagia itu sederhana…

The Death of A Best Friend

Hari itu teman dari Medan menelpon saya. Saya sibuk sekali sampai tak hiraukan panggilan telepon itu. Rencana pulkam hari ini benar2 menyita konsentrasi. Sampai akhirnya saya ada kesempatan duduk sejenak karena persiapan pulang ke Bandung sudah 99% selesai.

Sebetulnya saya cukup heran, ada apa teman yg tak biasa menelepon, menelepon? Berhubung saya juga tak suka berteleponan dengan siapapun (oh well..my flaw maybe) maka saya cek ke wag SMA… Dan rasanya seperti petir disiang bolong membaca bahasan teman2…

Sahabat saya meninggal dengan cara yg tragis yang sampai detik inipun saya masih sulit menerimanya. Tiba2 saya mengesali Tuhan atas kesadisanNya yang tak kalah Maha dari kebaikanNya, my Master. Tapi saya bisa apa? Saya cuma bisa bersedih… Tak bisa lakukan keMaha an tandingan seperti menghidupkan kembali sahabat saya itu lalu memilihkan kematian yang manis ….

Saya nyaris tak pernah menangis sejauh ini ,tiap kali ada teman atau saudara yang meninggal, tapi kali ini saya menangis. Air mata itu mengambang ketika melihat wajahnya dan menderas ketika mengingat cara kematian merengutnya. Saya sembab bersimbah air mata diantara koper2 mudik yg seharusnya membuat saya bahagia hari itu.

Saya tak sembarangan menyematkan predikat sahabat. Sahabat saya tak banyak, termasuk dia. Tapi yang saya gelari sahabat adalah orang2 yang selalu ada dalam kepala saya, dalam hati saya karena kehadiran mereka dalam kehidupan saya telah memberikan banyak arti. Jejak kenangan yang mereka tinggalkan dalam benak saya adalah bagian dari kisah2 manis sepanjang masa hidup saya. Semua manis… Manis yang tak bercela. Itulah sebab mengapa sahabat selalu lebih spesial dari apapun!

Mungkin yg membuat alm ini spesial juga adalah karena saya pernah menyukai dia lebih dari sahabat dan saya rasa diapun begitu, hanya saja tak pernah ada pernyataan apapun karena saya punya pacar lengket seperti perangko yang proteksinya melebihi orangtua. Dan kami rasanya memang lebih nyaman sebagai sahabat. Yang jelas posisi saya adalah tempat alm curhat apapun dari soal belajar, kuliah, sampai kerja, sampai dia menemukan tambatan hati yang akhirnya mengambil alih peran saya sebagai “keranjang uneg2nya” yang akhirnya kemudian menjadi istrinya.

Mungkin kepergiannya yang mendadak juga menjadi salah satu pemicu kesedihan saya. Terakhir kami bertemu ketika reuni di Jakarta. Kami sudah sama2 berkeluarga. Tapi kedekatan itu tak pernah berubah, pun ketika dia terus memegang tangan saya, menahan saya supaya tak cepat pulang. Menyentuh saya adalah sesuatu yg tak pernah berani dia lakukan sejak SMA. Dia anak yg pemalu dan sangat santun meskipun cerewetnya minta ampun dan gaya cerianya selalu mampu menghidupkan suasana. Jadi ketika dia menggenggam tangan saya kuat2, saya cukup kaget dan menatapnya. Alm hanya membalas dengan senyum lebar….. Dan tatapan yang ntahlah…

Itu terakhir kali saya melihatnya langsung. Sisanya kami berinteraksi di medsos, dengan istrinyapun saya sering bercanda bertiga. Dia sangat mencintai istri dan anak anaknya. Keluarganya harmonis dan bahagia…saya tak heran… Alm memang lelaki super baik dan bertanggung jawab, darah acehnya kental sekental ilmu agamanya.

Zulfazly Thaib Lebe, sudah selesai tugasmu di dunia… Allah telah mencukupkanmu dan menyempurnakanmu, itu sebab Dia memanggilmu pulang. Saatmu beristirahat. Allah akan menjaga keluarga kecintaanmu yang kau tinggalkan dengan sebaik-baiknya inshaa allah.

Engkau adalah pilihanNya sebagai golongan kanan, inshaa allah menjadikanmu ahli surga. Beristirahatlah Zul…. Enough for you to think..to work…to worry…to love… And more to..to

Rest in peace my dear friend

Al fatihah….