Latest Entries »

Cinta

Saya pikir manusia tidak hanya butuh dicintai tetapi juga butuh mencintai. Lebih spesifik adalah bentuk cinta antara laki laki dan perempuan.

Hidupmu akan hampa, benar benar hampa jika kamu tak bisa menyalurkan atau mengekspresikan rasa cintamu yang membludak dalam dadamu. Manusia dibekali dengan perasaan itu sejak ia diciptakan. Perasaan itu harus dikeluarkan, dinyatakan dan ditumpahkan pada sesuatu yang benar benar kamu cintai. Jika mampet, ibarat gas mampet, makin lama tekanan makin tinggi dan bisa meledak.

Manusia yang dicintai dan mampu mencintai, hidupnya akan bahagia semenderita apapun dia. Manusia yang hanya dicintai atau hanya mencintai biasanya keadaannyapun akan tidak seimbang. Tak heran kalau lantas bermunculan kasus affair. Kebutuhan yang tak terpenuhi karena tiadanya keseimbangan itu bisa dipenuhi lewat cara ini. Apakah itu cinta kw, fake love, palsu, pretend, whatever, setidaknya kebutuhan itu terpenuhi. Gak heran juga orang yang punya affair nampak lebih happy, bahagia, bahkan awet muda. Kenapa? Penuh cinta! What else?

Saya tak bilang; selingkuhlah supaya bahagia, jika kebutuhan dicintai atau mencintai tak ada, tetapi mencintailah…cintai apa yg kamu cintai dan maintain it! Not in a form of an affair .. but in a responsible way, dengan cara yang kalau bisa tetap dalam koridorNya. Bisa? Mungkin….

Advertisements

Ijabah

Dulu ketika kuliah, pernah punya anggora. Tidak beli tidak juga diberi, dia datang begitu saja ntah darimana. Masih kitten, lucu seperti bola bulat, tak tau punya siapa maka saya pelihara. Coraknya kuning tua agak bergaris, wajahnya seperti singa dengan bulu2 panjang menyeruak dari pipinya, lucu menggemaskan, saya namai Munir.

Tak ada yang suka pelihara binatang dirumah kecuali saya. Munir menjadi kecintaan saya, tidur berdua dikamar, sebulan sekali check up ke dr hewan. Halah saya aja ga segitu gitunya pakai cek up segala. Ibu saya ribut soal tokso dan ancaman mandul yg disebabkan bulu kucing tapi saya tak peduli. Munir tetap jadi kecintaan yang satu selimut dengan saya dan sering saya cuddlingin. Dia lucu bangeetttt…

Sampai akhirnya waktu berpisah tiba. Munir kalah berantem dengan kucing kampung untuk menyalurkan hasrat birahinya. Dia sakit, broken heart…lalu meninggal setelah sakaratul maut cukup berat. Dia mati, saya broken heart. Berjanji tak mau lagi piara kucing..karena mencintai ketidakabadian resikonya ternyata adalah sakit hati, kehilangan.

Tapi berpuluh tahun kemudian kepengen lagi punya anggora. Bolak balik lihat katalog toped lokal area, bolak balik mikir, bolak balik kepengen, bolak balik gemes melihat kucing2 lucu yang ternyata cuma bisa diingini tapi tak bisa dimiliki. Ada saja hal yang membuat keinginan tak tereksekusi. Ya sudah… Saya endapkan saja keinginan itu. Tak semua yg diinginkan harus didapatkan bukan?

Tapi Allah baik…

Beberapa tahun kemudian ada anggora lucu di pelukan saya. Cara mendapatkannya juga diberi dengan historikal sesuai ceritaNya…panjaang 😀

Yang jelas, yg saya ingini, Tuhan tahu saya ingin, sekarang dalam pelukan. Tidak kecintaan karena saya belajar pahit tentang ketidakabadian tapi semakin mencintaiNya. Dia Maha Tahu apa yang saya butuhkan… Dia beri disaat yg tepat.

Saya memanggilnya Gokil. Sudah bukan kitten lagi tapi otomatis juga sudah lebih pandai. Kucing jantan super cool dan gak rewel, benar2 hiburan lara hati dan jenuh hati. Satu satunya yang bisa dipeluk, diunyel unyel karena ekspresi seperti itu kadang bisa jadi pelepasan stress disaat tak tau lagi harus bagaimana supaya tidak nyetress kebangetan 😀

Allah Yang Maha Baik mengabulkan keinginan saya punya anggora lagi beberapa tahun kemudian. Tidak seketika dan selalu disaat yang tepat. Lagi2 keinginan yang justru tak pernah sampai menjadi doa…

Kadang2 saya pikir, mungkin saya harus hanya sebatas ingin saja tak perlu sampai menjadi doa supaya segera terijabah ya?

Walahuallam…

But first of all… Terimakasih Allah.

Tahu

Lucu memang bagaimana seseorang merasa yakin tahu kekasihnya padahal ia tak tahu.

Manusia tak lahir begitu saja dan langsung dewasa. Ia punya sejarah yang bisa melukiskan karakternya. Ia punya lingkungan yang mana membentuk kepribadiannya. Ia punya bibit, bebet, bobot yang bisa dilihat garis merahnya.

Mengenali seseorang itu bukan dari apa yang dia tunjukkan padamu, tapi kenali keluarganya dan kawan kawan dekatnya, karena dari situlah kau akan benar2 mendapat gambaran tentang siapa dia sebenarnya.

Jika kau hanya mengandalkan pada apa yang dia ungkapkan padamu, tunjukkan padamu, maka kemungkinan kau tak akan mengenalnya dengan baik adalah 70%. Bagaimanapun orang cenderung memilah milah mana yang akan dia tunjukkan dan mana yang dia harus simpan sendiri. Namun jika kamu mengenali keluarganya dan kawan2 dekatnya, menyelami bagaimana interaksi antar kekasihmu dengan kawan2 karibnya, dan dengan keluarganya, kau akan melihat sosok lain dari yang kau pikir. Karena hubungan keluarga dan pertemanan itu jauh lebih jujur dan murni dari kepalsuan. Tak ada yang disembunyikan dari hubungan bebas modus semacam itu yang berlangsung bertahun tahun.

Melihat seseorang secara berbeda tentunya akan berpengaruh pada keputusan2 sikapmu terhadapnya. Bagaimanapun setiap orang memiliki nilai yang kita tak bisa sepelekan. Melihat betapa berartinya seseorang dalam keluarganya dan bagi sahabat2nya menunjukkan sejauh mana nilai orang itu terhadap dirimu sendiri.

Jangan kamu baca buku untuk mengenali wanitamu. Tak semua wanita bisa digeneralisir oleh teori. Kamu harus mengenal keluarganya dan sahabat2 terdekatnya. Seperti apa mereka, seperti apa sahabat2nya, seperti itulah tersirat watak kekasihmu.

Kalau kamu merasa tak mengenalnya itu karena kamu tak pernah melihat sejarahnya dan keluarganya dan sahabat2nya.

Kamu hanya merasa tahu padahal tak tahu. …. Then dont be surprise….

Tubuh fana

Kapan hari tak jauh dari depan rumah terjadi kecelakaan mengerikan. Maklum, jalan depan rumah termasuk jalan propinsi yang dilewati mobil2 berat beroda ganda, 24 jam tak pernah sepi. Malam minggu sering menjadi ajang ngedragg anak anak begajulan yang meski sudah dilarang, tetap saja melakukannya.

So, akhirnya saya melihat betapa tak berharganya manusia tanpa nyawa. Tubuh mayat itu berbalut baju muslimah, berhelem, tapi isi kepalanya tercecer kemana mana, kakinya bahkan terlindas patah lengket di dadanya. Posisi jatuhnya yg tepat masuk ke kolong truk gandeng beroda ganda benar2 membuat tubuhnya terlumat tanpa belas kasihan. Meski begitupun si supir truk tak bisa disalahkan karena, wanita itu memang terjatuh dari motornya dan nyungsep di bagian kolong truk tepat di dekat roda. Saya ingat tikus2 yg hancur terlindas dijalanan. Seperti itulah…

Lama saya melihat pemandangan mengerikan itu sementara yg lain muntah2 bahkan tak kuat melihat. Saya tak sedang melakukan tindakan “sadis” seolah menikmati kengerian itu, tapi berpikir betapa diri ini tidak ada harganya jika telah menjadi mayat…apa bedanya dengan tikus yg mati terlindas dijalan? Tak ada. Sama sama bangkai!!! Kita semua akan menjadi bangkai!!!!

Otak itu berceceran dijalan, tak ada harganya! Wajah cantik lewat! Kulit mulus lewat!!! Baju mahal lewat!!! Lalu mengapa masih saja ada manusia manusia yang begitu sombong dengan dirinya sendiri??? Tentang otak dan kepintarannya, kecantikan, kemulusan, kemolekan??? Bukankah kita semua calon bangkai???? Bangkai yang akan hancur cepat atau lambat dan membusuk??? Apa yg harus dibanggakan? Ntah lagi kalau masa depan tak menjanjikan kita jadi bangkai, melainkan menjadi malaikat bersayap yg cantik lalu terbang melayang keatas menuju surga. Mungkin sedikit sombong tak mengapa. Masalahnya … Kita calon BANGKAI!!!!

Ceceran otak… Serpihan bagian2 tubuh yg terhambur, tubuh terpatah patah hancur, darah terbuang menggenang …. Adalah sisa2 berharga yang dimiliki ruh suci manusia, tapi ketidakabadian membatasi semua kesombongan kehargaan itu!!

Sadarlah!!! Kita bukan siapa siapa!!! Kita cuma calon calon bangkai!!! Satu2nya organ yang membawamu dan kau bawa sampai mati cuma HATIMU! HATIMU!!!!!!!

Muslim lupa diri

Teman baik saya bilang ingin menjadi agnostik saja dan tak mau beragama apapun. Mengakui Tuhan saja langsung, tak perlu lewat perantara agama.

“Kenapa?” Tanya saya. ” Mungkin gue kecewa melihat betapa jeleknya agama yg gue anut” (Dia muslim)

“Kecewa kenapa?”

“Lihat saja cara mereka mempermalukan islam dan mengkafirkan sesama muslim. Lihat cara keji mereka memperlakukan orang baik, dan gilanya mereka menjadikan agama sebagai kendaraannya untuk lakuin semua itu. Gue kecewa tau! Gue malu beragama islam”

“Lu meninggalkan islam hanya karena kecewa melihat islam lu diwakili para idiots? Gak worth it banget kalau mereka bisa bikin elu meninggalkan islam” Sedih sekali saya ketika mengatakan ini. Rasanya ingin mengepalkan tangan dan meninju meja kayu sampai patah dua.

“Jangan salahin gue!” Belanya.

“Gue ga salahin elu. Tapi menurut gue, gak impas banget kalau idiot idiot itu membuat elu mundur dari islam. Lu melihat ke arah yang salah gal. Lu kan bisa melihat Gus Mus, Kiayi Ma arif, Gus Nadir, dan banyak lagi yang benar2 mewakili Islam”

“Tapi apa jeleknya agnostik? Gue mengakui Tuhan juga kok”

“Jelek gaknya gue gak tau. Setau gue nanti para rasul dan nabi akan berada paling depan memimpin umat masing2 dan memberikan safaatnya. Lalu lu akan ada dibarisan umat siapa?”

“Tuhan”

“Oke fine. Gimanapun gue ga akan menghalangi keinginan elu. Silahkan mencari. Gue sendiri ga tau masa depan gue akan seperti apa meskipun sekarang gue sangat mencintai islam. We never know.”

…hening…

Karena Hidup

Those whom we call satans ternyata sangat super sabar dalam membujuk anak Adam melakukan kemauannya. So, sungguh tepat sekali apabila ada perintah untuk meniru betapa sabarnya setan dalam menunggu anak adam mengikuti kemauannya. Waswasa itu tiada henti2nya dia tiupkan kedalam kuping, bisikkan, desahkan, dibumbui….dimaknai….diindahkan …digampangkan… terus terus terus menerus. Manusia akan sampai pada titik menyetujui lalu mengeksekusi bahkan tanpa rasa bersalah, apa yang di waswasakan setan.

Kita memang sering ditertawakan jika menyalahkan setan, tetapi memang benar bahwa mereka yang awalnya mewaswasa kita dan Allah mengijinkan mereka lakukan itu. Why Allah mengijinkan mereka? karena kita punya kemampuan menolak!! Allah knows that. Allah melengkapi kita dengan akal! HE TRUSTS us to win the battle karena kemampuan kita diatas kemampuan setan! So, meskipun setan mewaswasa, it is us yang mengeksekusi kesalahan, bukan setan. So, instead of blaming satan, we are, human, whom deserve to be blamed first.

Dari dua macam ciptaan, antara setan dan manusia, manusia lebih unggul dari setan karena memiliki kapasitas akal untuk berpikir benar. Lalu jika manusia melakukan kesalahan karena bisikan setan yang lebih bodoh, harusnya lucu. Kadang kadang saya pikir, dengan kelebihan yang dimiliki manusia, manusia bisa lebih keji dari setan, lebih nyetani daripada setan. Jika bodoh maka akan lebih bodoh daripada setan. Sementara jika baik, bisa laksana baiknya malaikat atau lebih baik dari malaikat. Begitulah manusia itu.

Saya coba mendeteksi cara kerja setan dan saya bisa menemukannya. Sangat jelas sebetulnya kalau kita aware. Dia membujuk dengan super zuper sabarnya. Yang jelek bisa di gambarkan bagus, yang bagus digambarkan jelek.

Lalu saya menemukan ceramah seorang ustad tentang how to fight satans (dan saya yakin penemuan ini bukan kebetulan, melainkan saran untuk dilakukan), yaitu dengan cara perbanyak sholat sunnah. Tiap kali kita gagal menjaga diri dari nafsu, kita tebus dengan solat sunnah dua rakaat. Tiap kali kita mengikuti maunya setan, kita tebus dengan solat dua rakaat. Kalau dalam sehari kita ikuti setan 4 kali, maka lakukan sholat sunnah 4×2 rakaat. Begitu terus menerus terus menerus. Jika kesalahan kita dihitung sekali, kebaikan kita dihitung 7x, bahkan konon kabarnya malaikat pencatat perbuatan buruk dilarang Allah untuk mencatatnya sebelum si hamba insaf dan kembali ke jalan yang benar dalam rentang waktu tertentu. Maka bersegeralah melakukan solat sunnah memohon ampun tiap kali kita sadar kita telah lalai mengikuti bisikan setan.

Setan will be so angry and so desparate melihat cara kita itu. This will weaken them tapi juga ujian tak akan berhenti sampai disitu. Bagaimanapun setan ada tingkatan2nya. Semakin jago kita melawan mereka, mereka akan mengirimkan serdadu yang lebih profesional lagi dalam mengganggu kita. Allah akan melihat sejauh mana kita berjuang…

Seperti itulah inti kehidupan itu menurut saya. Kita disaring sedemikian rupa dengan segala macam cara atau settingan cerita plus ada musuh2  yaitu setan yang harus kita hadapi. Melihat betapa bangganya Allah dengan kemampuan manusia yang Dia pamerkan terhadap malaikat2 dan setan, harusnya kita manusia memang diciptakan untuk menjadi pemenang! Bukan pecundang!

Ya Rabbana……. bantu kami…bantu kami….bantu saya.

Dvc

Divorce, cerai, pisah apa benar suatu tabu? Tidak. Di Islam, tindakan ini halal meski tak disukai. Allah sungguh tak menyukainya sehingga kalau Ia mengijinkan, saya yakin Ia mengijinkan dengan berat hati. Sekali lagi, keputusan yang Dia tak sukai adalah menceraikan suami istri untuk lepas dari komitmen yg telah diikrarkan atas namaNya.

Keterkejutan saya atas perceraian Pak Ahok, selevel dengan keterkejutan saya atas perceraian Tad Nouman Ali Khan: sebab dimata saya mereka adalah org2 baik yang alim dan menguasai banyak ilmu. Mereka diatas kebanyakan orang rata2. Manusia2 baik yang menebar banyak manfaat bagi masyarakat, bukankah itu sebaik-baik manusia? 

Dari banyak merenung, dan dari banyak melihat serta mengamati, saya mengambil kesimpulan bahwa pria baik2 dan berilmu justru lebih berani mengambil keputusan berpisah. Sementara pria pengecut memilih bertahan meskipun tak bahagia. 

Analisa saya adalah seperti ini: pria baik tak akan memberikan “neraka” bagi keluarganya dengan cara bertahan karena  dia sendiri sadar sudah maksimal mengusahakan yg terbaik, tapi tetap tak mampu menciptakan kebahagiaan bagi keluarganya. Again bukan suami yg menilai apakah keluarganya bahagia atau tidak, tp istri dan anak anaknya. Jikalau mereka bilang tak bahagia, itulah kenyataannya. Maka, pria yang baik akan melepaskan diri dari keluarganya dan membiarkan keluarganya mendapatkan kebahagiaan seperti yg diinginkan. Tindakannya ini bukan sebab dia tak peduli, bukan sebab dia tak cinta, tp justru karena kebahagiaan istri dan anaknya dia junjung tinggi, dan justru karena dia sangat mencintai mereka. 

Laki2 pengecut akan mempertahankan pernikahan meskipun dia sadar pasangannya tak bahagia dan ketidakbahagiaan pasangannya itu membuat dia sendiri tak bahagia. Ada ketakutan didirinya untuk mengakui kegagalannya itu sehingga menolak berpisah. Dia sadar tak mampu membahagiakan dan sadar pula bahwa pasangannya tak bahagia tp bersikukuh bertahan.Tai kucing kalau pria semacam ini beralasan bertahan karena cinta, no way! Cinta itu justru berkorban membahagiakan pasangannya meski dengan cara melepaskan. 

Jika mau diibaratkan; kamu pelihara kucing karena cinta kucing, tapi tak kamu beri makan. Kamu yakinkan semua org bahwa kamu cinta kucingmu. Kucingmu kurus, bau, jelek, tua dan sedih. Kucingmu memilih untuk banyak tidur daripada mengeong manja dan mengibaskan ekornya bahagia. Kucingmu sakit karenamu dan kamu mengaku bahwa kamu mencintainya?? Mungkin kamu sarap. 

Begitulah cara pandang saya akhirnya dari sebuah perceraian. Dan begitulah akhirnya saya bisa menilai laki2, tentang siapa yg memang berjiwa kesatria dan siapa yg pengecut!! 

Menyikapi Beda

Beda boleh saja? Boleh… Tapi tunggu dulu…kalau muatannya penuh prinsip berbeda itu berbahaya, orang nikah aja bisa cerai karena sudah tak sejalan. Kalau bedanya hanya soal selera atau yg tak prinsip sama sekali, ya monggo2 saja. Gak penting emang! 

Hidup dengan orang yang prinsipnya bumi dan langit dengan kita itu jangan dikira asik. Kalau kamu berpikir: perbedaan itu indah, itu perbedaan aksyen, bahasa, warna kulit, baju tradisional, budaya, makanan, bunga, tumbuhan, dll dll. Tetapi jika perbedaan itu soal : kalo kamu pilih si A kamu masuk neraka, kalau kamu nyoblos si A mayatmu kafir jd ga boleh disolatkan secara islam, kalau kamu dukung si A berarti sudah auto murtad! Wow wow… Inikah yg dimaksud berbeda itu indah? Bukan! Ini berbeda itu ngajak perang namanya. 

So… I am not sorry at all … 

Duit

Uang itu buat ku, kalau ada ngerepotin, nguji, kalau ga ada, ngerepotin jg, nguji jg. Somehow i hate money! Realy! Damn you!!! 

Mau diusir, kita butuh, mau disimpan, dia lari, diperlukan dia sombong, dicari dia ga ada…bukankah dia menyebalkan??? 

Ituuu ujianku sekarang! Petak umpet dengan duit, main tebak tebakan dengan duit, main kejar kejaran dengan duit, dan dia selalu menang! Damn!

Jadi ketika kemudian muncul pertanyaan: kalau kamu dikasih 1M mau kamu apakan?. Aku jawab singkat: since i hate money, mau aku hibah! Aku mau ternak tawon madu aja…. Sisanya ambillah! Miskin kok sombong. Sombong? Capek lebih tepatnya!! Capek petak umpet, capek tebak tebakan, capek kejar kejaran, capek belajar angry management!! 

Duit sialan!!

Gw bukan the smartest person, bukan matre juga, bukan ganjen juga, jujur aja gw baik hatinya not until lu bikin masalah sama gw, gw bisa jadi sebaliknya itu semua. Zodiak gw aja bilang kalau gw setengah setan. Dulu gw gak ngeh, sejak kapan gw punya kadar setan 50%? Puluhan tahun kemudian baru gw mudeng banget bahwa yess gw punya capability itu. Kapasitas itu keluar tergantung perlakuan ternyata. Ketika gw dengan bapak ibu siblings, gw gak pernah dapat perlakuan tak enak sehingga main cantik aja gw nya but ketika ada yang tak sadar nyakitin gw, gw keluar tanduknya. 

Jangankan sama manusia yang memang soak kadang waras kadang gila, sama Tuhan aja gw bisa muring2, trus setan gw nguasai 50% gw apalagi cuma pada manusia jelek hati jelek mulut. 

Ada yg senasib sama gw, yang tau dirinya punya setan, nyadar gitu. Dia bilang, harusnya orang lain yg menahan diri supaya gak ngebangunin setan didiri dia. Lah? Enak bener? Mau sampai radius berapa milimeter dia bisa mengontrol orang? Dia kira semua orang robot dan dia punya remotenya? Yg punya remote aja beri kebebasan “berkarya”. Nah meski setengah setan, gw gak sesongong dan sebloon orang ini, menurut gw kapasitas setan dalam diri gw itu ya ujian gw!!! Bisakah gw mengontrolnya? Lah ni orang kan malah minta : pls control yourself for me!! Seriously?

Soal kontrol itu, menurut islam ada di first strike, nah seingat gw, hantaman pertama itu kebanyakan bikin gw oleng. Setan gw keluar 50%. Ketika gw eling gw suka gak habis pikir kenapa gw bisa gitu? Kok kayak kerasukan? Tapi lu jangan ketawain, hantaman itu seperti menahan diri supaya tidak gila dengan segala kesakitan, at least buat kemampuan gw, begitulah rasanya. Menjadi setan itu seperti penghiburan….neraka jadi terlihat seperti sungai. Lu bisa aja manuver jadi malaikat, tapi itu seperti lu membiarkan diri lu tenggelam pelan pelan kehabisan oksigen tapi dalam kehormatan dan lu bisa aja masuk surga gara gara mati nahan setan lu supaya gak keluar.

Hidup ini membekali elu dengan prilaku setan dan malaikat dan binatang dan bawaan sifat lu sendiri : manusia. Kalo gw lagi empet, gw berasa banget capeknya melawan semua itu. Ada yang bilang, semua masalah kita sumbernya di pikiran. Remote kita itu pikiran. Sebetulnya gampang melawan waswasa (gampang menurut malaikat mungkin) yaitu tinggal pindah2 frekwensi mindset supaya tetap pada jalan cahaya. Pikiran!!! 

Masalahnya kenyataan dan pikiran itu suka tak sejalan dan berlawanan arah, menyamakan frewensi pikiran ala malaikat dengan kenyataan yang seperti minta disetani itu bukan perkara mudah. Ok! Minta pertolongan pada Tuhan??? Supaya bisa mengatur akal? Bisa banget !!! Tapi tahukah elu jikalau Tuhan masih hendak menguji elu, Tuhan akan menahan bantuanNya semau mauNya??? 

Hahahaha…. Enjoy the life!