Latest Entries »

Divorce

Being divorced is not the end of the world. It could be the biggest blessing & lead to something much better, bringing about much goodness. Many people have found more compatible spouses & are leading happier lives. There is no point in holding grudges or becoming depressed over a marriage that did not work. Make an effort to look for a more appropriate spouse & the Almighty will open the doors! Mufti Ismail Menk

Advertisements

Kejar si Felix

Kalau menurut zodiak, gemini itu kembar. Kembarnya itu bisa yin dan yang, bisa juga angelik dan satanik. Maka, seringkali ada sisi gelap yang tak ditunjukkan pada orang-orang tertentu. Keahlian memanipulasi itulah yang seringkali mengecoh orang yang kenalnya cuma permukaan saja.

Saya contohnya. Untuk masalah A pada si anu, saya memilih menunjukkan hanya sisi angelik. Untuk masalah B pada kelompok tertentu saya memilih menunjukkan sisi satanik. Ada juga yang saya percaya untuk melihat sisi satan dan angel saya. Ada 😎. Mereka sahabat… Bukan keluarga.

Itu sebab.. ketika sibling saya, ibu saya, bahkan tetangga yg ikut nimbrung mengelu ngelu si Felix, saya asik sendiri duduk manis mencoba mendengarkan pembicaraan mereka. No komen but burn inside…

Hey.. tentunya saya bukan lahir sebagai orang yang ujuk2 membenci felix tanpa sebab apapun. Dulu saya suka pada petuah2nya yang menyasar remaja. Tapi waktu terus bergulir menyajikan momen to momen yang buntut2nya memaksa orang untuk menunjukkan siapa dia sebenarnya.

Dan pandangan saya pada si felix inipun berubah drastis. Dia tak lagi terdengar asik melainkan songong. Apapun alasannya, dan meskipun dia mengatasnamakan agama sebagai dasar orasi2 tai nya itu, saya tak lagi respek. Simpel cuma karena dia menunjukkan bahwa dibalik kata kata bijaknya ada kebencian, ada hasut, suudzon, dan segala macam prasangka buruk pun tuduhan2 tak pakai tabayun. Bukan soal siapa yang dia tak suka dan siapa yang saya suka, tapi lebih ke caranya yang saya nilai tak pantas.

Dia itu punya pengikut yang menggugu apa yang dia ucap dan lakukan. Dia sangat bertanggungjawab moril pada apa yang diserap pengikutnya, yang keluar dari lisannya. Maka ketika satu felix melontarkan kebencian, akan ada ribuan pengikut felix yang ikutan membenci. Yang ribuan akan menularkan kebencian itu pada ribuan yang lainnya. Tidak sadarkah dia akan hal ini?

Maka saya menjadi pionir di sosmed google sebagai oposisi felix. Tak berapa lama mulai banyak yang ikutan menjadi oposisi. Membantah semua hasut dan prasangkanya yang ntah dibuat sengaja ? Ntah karena dia terlalu bego untuk memakai nalarnya? Ntahlah.

Yang pasti ketika dia menghentikan langkah saya, saya tak mundur untuk terus menyerangnya, mengganggunya dengan kebenaran dan sesekali mengingatkannya. Saya tak mencoba merubah felix. Buat apa? Saya cuma berperan sebagai susu yang menetralisir racun. Paling tidak untuk sebagian pengikutnya yang mau berpikir, ada harapan untuk tidak ikut terhasut.

Saya mencintai negeri ini. Bahkan tak pernah sekalipun meninggalkannya jauh jauh kecuali ketika umroh 😁😁. Saya tak ingin bangsa ini terbelah cuma karena makan hasutan felix. Maka kemanapun dia ngepos, saya kejar! Dia blokir, saya pakai akun lain, blokir lagi, pakai akun lain lagi.

Dan begitulah…. Keluarga saya tak tau betapa saya yang duduk manis dipojokan adalah musuh utama si felix di sosmed google 😀.

That ‘angel’ is their ‘satan’ actually

Tenang

Entah kenapa ketidakberadaanmu menenangkan. Mungkin ada yang salah pada rasa. Salah yang benar, yang menuntun justru pada cahaya. Hidup memang lucu. Yang kau benci yang kau perlu, yang kau sukai yang tak berarti sama sekali bagi hidupmu.

Ketiadaanmu menenangkan sebab sesuatu. Sebab yang mungkin harus ada karena diperlukan. Jadi, sebut saja ini pun semacam berkah abu abu. Tak semua berkah harus berwarna indah.. ular berwarna justru paling mematikan.

Tuhan mengistirahatkan sejenak. Sejenak yang mungkin diperlukan untuk sekedar mengendurkan saraf…

Tuhan Maha Tahu…

Gone

Kalau saja kita tahu kapan orang orang yang kita cintai ruhnya akan diambil ke langit, jasadnya dikembalikan ke bumi, pastilah kita akan memanfaatkan waktu yg tersisa dengan seindah indahnya dan sebaik-baiknya seiring waktu yang mendetik.

Pagi ini saya cukup terkejut mendengar kematian teman sebangku saya ketika SMA kelas 1. Dulu seingat saya dia biasa saja di kelas. Berkulit hitam, sangat sederhana, berambut panjang, bukan jejeran selebritis kelas, agak pendiam tapi sebetulnya asik. Tawanya berderai dan dia anak yang baik hati. Saya suka.

Saat Natal dia pernah membawakan saya kukis natal assorted yang dia bungkus tissue berlapis-lapis, sambil cekikikan .. geli melihat tingkahnya sendiri, tapi membuat saya selalu menagih kukis yang serupa setiap natal … Sebab enaak!

Lama tak berjumpa, berpuluh tahun kemudian bersua di fb. Kami ramai seperti burung poksai hiper… Ternyata dia kemudian menjadi dokter gigi sukses di Jakarta dengan klinik mentereng miliknya. Wow! My Jun sudah sukses berat ternyata. Anak yang hidupnya sederhana sekali itu sekarang menjadi orang sukses.

Saya perhatikan fb nya.. penuh keceriaan, kebahagiaan dengan suami dan satu anaknya. Hampir tiap saat ada foto baru dia lakukan traveling dengan keluarganya. Belakangan saya baru sadar bahwa dia sedang menikmati saat saat akhirnya di dunia dengan sebaik-baiknya bersama kecintaannya.

Teman saya yang baik hati ini pergi akibat kanker payudara dalam usia 47 tahun. My dearest friend yang masih ingat gambar2 saya dan kelakuan2 tengil kami jikalau tak ada guru…

Good bye Jun…. My journey has not ended yet… But everybody will go there too someday…

Rest in peace my friend…

Recall

Pernahkah kau mendengarkan lagu yang mengingatkanmu pada sesuatu yang dulu yang masih terasa sama pada saat sekarang ini? Dan meski waktu menutupnya dengan lapisan lapisan tahun, dia tetap ada? Yang kau pernah pikir tak ada, ternyata ada?

Bahagia itu sederhana…

The Death of A Best Friend

Hari itu teman dari Medan menelpon saya. Saya sibuk sekali sampai tak hiraukan panggilan telepon itu. Rencana pulkam hari ini benar2 menyita konsentrasi. Sampai akhirnya saya ada kesempatan duduk sejenak karena persiapan pulang ke Bandung sudah 99% selesai.

Sebetulnya saya cukup heran, ada apa teman yg tak biasa menelepon, menelepon? Berhubung saya juga tak suka berteleponan dengan siapapun (oh well..my flaw maybe) maka saya cek ke wag SMA… Dan rasanya seperti petir disiang bolong membaca bahasan teman2…

Sahabat saya meninggal dengan cara yg tragis yang sampai detik inipun saya masih sulit menerimanya. Tiba2 saya mengesali Tuhan atas kesadisanNya yang tak kalah Maha dari kebaikanNya, my Master. Tapi saya bisa apa? Saya cuma bisa bersedih… Tak bisa lakukan keMaha an tandingan seperti menghidupkan kembali sahabat saya itu lalu memilihkan kematian yang manis ….

Saya nyaris tak pernah menangis sejauh ini ,tiap kali ada teman atau saudara yang meninggal, tapi kali ini saya menangis. Air mata itu mengambang ketika melihat wajahnya dan menderas ketika mengingat cara kematian merengutnya. Saya sembab bersimbah air mata diantara koper2 mudik yg seharusnya membuat saya bahagia hari itu.

Saya tak sembarangan menyematkan predikat sahabat. Sahabat saya tak banyak, termasuk dia. Tapi yang saya gelari sahabat adalah orang2 yang selalu ada dalam kepala saya, dalam hati saya karena kehadiran mereka dalam kehidupan saya telah memberikan banyak arti. Jejak kenangan yang mereka tinggalkan dalam benak saya adalah bagian dari kisah2 manis sepanjang masa hidup saya. Semua manis… Manis yang tak bercela. Itulah sebab mengapa sahabat selalu lebih spesial dari apapun!

Mungkin yg membuat alm ini spesial juga adalah karena saya pernah menyukai dia lebih dari sahabat dan saya rasa diapun begitu, hanya saja tak pernah ada pernyataan apapun karena saya punya pacar lengket seperti perangko yang proteksinya melebihi orangtua. Dan kami rasanya memang lebih nyaman sebagai sahabat. Yang jelas posisi saya adalah tempat alm curhat apapun dari soal belajar, kuliah, sampai kerja, sampai dia menemukan tambatan hati yang akhirnya mengambil alih peran saya sebagai “keranjang uneg2nya” yang akhirnya kemudian menjadi istrinya.

Mungkin kepergiannya yang mendadak juga menjadi salah satu pemicu kesedihan saya. Terakhir kami bertemu ketika reuni di Jakarta. Kami sudah sama2 berkeluarga. Tapi kedekatan itu tak pernah berubah, pun ketika dia terus memegang tangan saya, menahan saya supaya tak cepat pulang. Menyentuh saya adalah sesuatu yg tak pernah berani dia lakukan sejak SMA. Dia anak yg pemalu dan sangat santun meskipun cerewetnya minta ampun dan gaya cerianya selalu mampu menghidupkan suasana. Jadi ketika dia menggenggam tangan saya kuat2, saya cukup kaget dan menatapnya. Alm hanya membalas dengan senyum lebar….. Dan tatapan yang ntahlah…

Itu terakhir kali saya melihatnya langsung. Sisanya kami berinteraksi di medsos, dengan istrinyapun saya sering bercanda bertiga. Dia sangat mencintai istri dan anak anaknya. Keluarganya harmonis dan bahagia…saya tak heran… Alm memang lelaki super baik dan bertanggung jawab, darah acehnya kental sekental ilmu agamanya.

Zulfazly Thaib Lebe, sudah selesai tugasmu di dunia… Allah telah mencukupkanmu dan menyempurnakanmu, itu sebab Dia memanggilmu pulang. Saatmu beristirahat. Allah akan menjaga keluarga kecintaanmu yang kau tinggalkan dengan sebaik-baiknya inshaa allah.

Engkau adalah pilihanNya sebagai golongan kanan, inshaa allah menjadikanmu ahli surga. Beristirahatlah Zul…. Enough for you to think..to work…to worry…to love… And more to..to

Rest in peace my dear friend

Al fatihah….

Feeling

Perasaan itu hanya muncul dalam mimpi. Rasa damai itu, cinta itu, butuh itu dan sayang itu hanya bisa terasa lewat mimpi.

Perasaan yang ada namun tak terjawantahkan, bersemayam diam di dalam qalb. Meresahkan karena tak terpakai. Ada hal hal yang membelenggunya, mengikat, sesak.

Lalu pada siapa mereka, rasa rasa itu harus melepas asa? Akankah selamanya terikat? Sementara waktu banyak menyediakan kemungkinan? Bukankah bahagia itu harus diusahakan? Ataukah menunggunya datang meski tanpa kepastian?

Rasa rasa itu indah namun membebani. Mereka butuh labuhan untuk melepas diri, bersuara..melagu..menjadi hiasan hati. Namun pada siapa?

Abusive people

Rasa kesal dari sebuah perdebatan yang tak sejalan itu kadang bukan dari perbedaan persepsinya tapi lebih ke manner pelakunya. Tiba2 muncul kata2 abusive dan saling menyerang pribadi bukan lagi ke inti permasalahan.

Kalau sudah saling menyerang pribadi dengan verbal abuse, maka ga heran kalau berakhir dengan sakit hati. Tapi hal semacam ini bisa dijadikan penilaian. Bahkan cukup akurat. Manusia itu bisa dinilai dari apa yg dia ucapkan atau lakukan ketika marah. Disitu akan terlihat siapa dia sebenarnya. Se destroyer apa dia terhadap org lain. Kemampuan yang tak akan pernah tampak jika dalam kondisi normal.

So, woman, lihat lelakimu ketika dia marah. Sekasar apa dia padamu maka itulah dia yang sesungguhnya, beware, watch out and take a step back! Evaluate it before deciding to marry him.

Potensi perusak hanya bisa terlihat ketika seseorang itu marah.

Baru beberapa waktu lalu saya nulis soal kucing idaman yang Allah beri sebagai hiburan, kemaren kucing itu dimatikan, dihilangkan dari kehidupan saya. Just like that. Saya bertanya mengapa? Tapi jawabannya tak ada atau belum ada. Kucing ini cuma perwakilan dari banyaknya hal hal yang diberi lalu diambil kembali dalam kehidupan kita. Tak pandang bulu, bisa orang dekat, bisa yang dicintai, bisa hanya kenalan, bisa barang berharga, you name it. Semua asesories kehidupan… Tak ada yg abadi… Bahkan cinta.. perasaan.. pikiran…pendapat…state of mind…semua yang tak terlihat pun tak abadi. Kita mengalami semua sebagai jalan pembentukan jiwa kita sendiri. Semua berproses sesuai keperluan.

Sebetulnya tujuan semua pembentukan diri sudah jelas… Pantaskan diri kita sebagai penghuni surga. Surga yang digambarkan kondisinya sebagai tempat dimana semua indah, semua cinta, semua baik, semua sempurna, adalah gambaran tujuan pembentukan manusia.

Masalahnya sekarang adalah… Apakah sesuatu yang sudah digariskan untuk diambil dari kita, bisa kita cegah jika kita melakukan keputusan tertentu?! Apakah calamity, kesedihan, kesengsaraan, kepahitan, broken heart bisa dicegah dengan cara 1001 pilihan? Pertanyaan yg sama dengan; apakah semua manusia yang bekerja dengan keras akan menjadi kaya? Atau apakah kemiskinan selalu akibat orang itu malas bekerja atau bodoh? Apakah semua orang yang tidak bekerja jatuh miskin? Apakah hidup se “rule’ itu?

Tapi bukankah pada kenyataannya malah sebaliknya? Bukankah tak ada jaminan apapun atas apa yang kita putuskan kecuali atas ijinNya? Tak ada jaminan apa yang kita miliki apa yg kita rasa akan abadi. Tak ada! Tak ada jaminan bahwa semua pekerja keras akan kaya, bagaimana dengan tukang sampah? Tukang becak? Penipu malah tak usaha keras tapi bisa kaya. Siapa yang berani jamin sarat menjadi kaya atau miskin? Siapa?

Pun kematian, perpisahan abadi, kehilangan, rejeki, jodoh….tak ada yang berani jamin kapan terjadinya, dengan cara apa, tak ada yang bisa jamin. Bahkan jikapun kita tahu tgl sekian, jam sekian, tahun depan kita akan mati, kita tak akan bisa menghindarinya lewat melakukan berjuta juta jenis keputusan hari ini hanya supaya kematian itu terhindari. Tak akan bisa! Tidak berlaku teori kemungkinan terhadap apa yang telah Dia putuskan.

Kita manusia tidak mampu menebak mana yang hasil keputusanNya, yg tidak bisa dirubah dan mana yang hasil keputusan kita yang Dia setujui. Tak bisa. Kita tak bisa mereka reka meski kita dianjurkan terus berharap. Jangan pernah pakai istilah JIKA. Istilah itu sama dengan merendahkan takdirNya. Istilah itu waswasa setan yang menggoyahkan kita pada prinsip qada dan qadr.

Kita diajarkan untuk tidak terlalu mencintai yang fana, tidak terlalu bergantung kepada kefanaan, kita diajari untuk menjaga keseimbangan, mengontrol perasaan. Tak hanya cinta tapi segala jenis perasaan yang memicu nafsu. Kita seperti joki yang harus lihai memainkan tali kekang pada kuda tunggangan kita.
Kita diajarkan untuk melihat kenyataan bahwa tak semua yang kita inginkan harus kita dapatkan, tidak semua yang kita pikir jelek adalah jelek, tidak semua kesengsaraan yang kita alami adalah akibat kita, tidak semua penderitaan yang seperti tiada akhir adalah akibat kita. Karena manusia2 sempurnapun ternyata tak lepas dari penderitaan, kehilangan atau kemiskinan.

Lucunya, pembelajaran itu selalu big poin hanya lewat apa yang kita percaya sebagai keputusanNya yang tak bisa diganggu gugat. Bukan keputusan kita itu! Bukan! Kita tak pernah tau keputusan kita yang manakah yang ada kehendakNya. But trust Him! Jika Dia menyelisihi keinginanmu , rencanamu, itu karena Dia sedang percaya bahwa levelmu akan naik! Kau butuh sesuatu dariNya untuk menaikkan levelmu.

Tuhan menentukan apa yang harus kita alami untuk pertumbuhan jiwa kita. Maka, sesempurna apapun keputusan2 yang kita buat dengan harapan “kebaikan” masa depan, tak akan menjamin kita bebas dari keputusan2Nya, yang mana tak selalu dalam bentuk kebahagiaan namun yang jelas selalu mengandung kebaikan.

Kita harus selalu siap DISELISIHI oleh keputusanNya. Penerimaan diri sebagai hamba yang tak punya daya atas pembentukan dirinya adalah satu satunya jalan yang bisa kita pilih supaya mampu menjalani takdirNya sepahit apapun itu. Keputusan2 yang kita ambil setiap kali kita diselisihi moment yang diluar kontrol kita (fate) menentukan masa depan kita. Yang mana (dan seterusnya, berkelanjutan hingga akhir hayat) masa depan itu akan terus diselisihi oleh ketentuan2Nya. Ketentuan yang kita tak bisa rubah, tak juga bisa dihindari.
Kejadian2 yang merupakan keputusanNya adalah perjalanan pertumbuhan spiritual kita supaya layak disebut ihsan. Kejadian2 yang wajib dialami sebagai awakening…

Pada akhirnya kita sendiri yang akan takjub, betapa bodohnya kita dulu… Betapa cemennya… Betapa bloon dan lemahnya kita dibanding kita saat ini.

Kamu pikir kamu sendiri yang membentuk jiwa dengan segala kebijakan yang kamu miliki sekarang? Kamu sendirikah yang membuat keputusan2 sehingga kamu menjadi seberbobot sekarang? Really??

Allah did…Allah does…Allah is in control because Allah wants you…Allah loves you

Cinta

Saya pikir manusia tidak hanya butuh dicintai tetapi juga butuh mencintai. Lebih spesifik adalah bentuk cinta antara laki laki dan perempuan.

Hidupmu akan hampa, benar benar hampa jika kamu tak bisa menyalurkan atau mengekspresikan rasa cintamu yang membludak dalam dadamu. Manusia dibekali dengan perasaan itu sejak ia diciptakan. Perasaan itu harus dikeluarkan, dinyatakan dan ditumpahkan pada sesuatu yang benar benar kamu cintai. Jika mampet, ibarat gas mampet, makin lama tekanan makin tinggi dan bisa meledak.

Manusia yang dicintai dan mampu mencintai, hidupnya akan bahagia semenderita apapun dia. Manusia yang hanya dicintai atau hanya mencintai biasanya keadaannyapun akan tidak seimbang. Tak heran kalau lantas bermunculan kasus affair. Kebutuhan yang tak terpenuhi karena tiadanya keseimbangan itu bisa dipenuhi lewat cara ini. Apakah itu cinta kw, fake love, palsu, pretend, whatever, setidaknya kebutuhan itu terpenuhi. Gak heran juga orang yang punya affair nampak lebih happy, bahagia, bahkan awet muda. Kenapa? Penuh cinta! What else?

Saya tak bilang; selingkuhlah supaya bahagia, jika kebutuhan dicintai atau mencintai tak ada, tetapi mencintailah…cintai apa yg kamu cintai dan maintain it! Not in a form of an affair .. but in a responsible way, dengan cara yang kalau bisa tetap dalam koridorNya. Bisa? Mungkin….