Latest Entries »

The Death of A Best Friend

Hari itu teman dari Medan menelpon saya. Saya sibuk sekali sampai tak hiraukan panggilan telepon itu. Rencana pulkam hari ini benar2 menyita konsentrasi. Sampai akhirnya saya ada kesempatan duduk sejenak karena persiapan pulang ke Bandung sudah 99% selesai.

Sebetulnya saya cukup heran, ada apa teman yg tak biasa menelepon, menelepon? Berhubung saya juga tak suka berteleponan dengan siapapun (oh well..my flaw maybe) maka saya cek ke wag SMA… Dan rasanya seperti petir disiang bolong membaca bahasan teman2…

Sahabat saya meninggal dengan cara yg tragis yang sampai detik inipun saya masih sulit menerimanya. Tiba2 saya mengesali Tuhan atas kesadisanNya yang tak kalah Maha dari kebaikanNya, my Master. Tapi saya bisa apa? Saya cuma bisa bersedih… Tak bisa lakukan keMaha an tandingan seperti menghidupkan kembali sahabat saya itu lalu memilihkan kematian yang manis ….

Saya nyaris tak pernah menangis sejauh ini ,tiap kali ada teman atau saudara yang meninggal, tapi kali ini saya menangis. Air mata itu mengambang ketika melihat wajahnya dan menderas ketika mengingat cara kematian merengutnya. Saya sembab bersimbah air mata diantara koper2 mudik yg seharusnya membuat saya bahagia hari itu.

Saya tak sembarangan menyematkan predikat sahabat. Sahabat saya tak banyak, termasuk dia. Tapi yang saya gelari sahabat adalah orang2 yang selalu ada dalam kepala saya, dalam hati saya karena kehadiran mereka dalam kehidupan saya telah memberikan banyak arti. Jejak kenangan yang mereka tinggalkan dalam benak saya adalah bagian dari kisah2 manis sepanjang masa hidup saya. Semua manis… Manis yang tak bercela. Itulah sebab mengapa sahabat selalu lebih spesial dari apapun!

Mungkin yg membuat alm ini spesial juga adalah karena saya pernah menyukai dia lebih dari sahabat dan saya rasa diapun begitu, hanya saja tak pernah ada pernyataan apapun karena saya punya pacar lengket seperti perangko yang proteksinya melebihi orangtua. Dan kami rasanya memang lebih nyaman sebagai sahabat. Yang jelas posisi saya adalah tempat alm curhat apapun dari soal belajar, kuliah, sampai kerja, sampai dia menemukan tambatan hati yang akhirnya mengambil alih peran saya sebagai “keranjang uneg2nya” yang akhirnya kemudian menjadi istrinya.

Mungkin kepergiannya yang mendadak juga menjadi salah satu pemicu kesedihan saya. Terakhir kami bertemu ketika reuni di Jakarta. Kami sudah sama2 berkeluarga. Tapi kedekatan itu tak pernah berubah, pun ketika dia terus memegang tangan saya, menahan saya supaya tak cepat pulang. Menyentuh saya adalah sesuatu yg tak pernah berani dia lakukan sejak SMA. Dia anak yg pemalu dan sangat santun meskipun cerewetnya minta ampun dan gaya cerianya selalu mampu menghidupkan suasana. Jadi ketika dia menggenggam tangan saya kuat2, saya cukup kaget dan menatapnya. Alm hanya membalas dengan senyum lebar….. Dan tatapan yang ntahlah…

Itu terakhir kali saya melihatnya langsung. Sisanya kami berinteraksi di medsos, dengan istrinyapun saya sering bercanda bertiga. Dia sangat mencintai istri dan anak anaknya. Keluarganya harmonis dan bahagia…saya tak heran… Alm memang lelaki super baik dan bertanggung jawab, darah acehnya kental sekental ilmu agamanya.

Zulfazly Thaib Lebe, sudah selesai tugasmu di dunia… Allah telah mencukupkanmu dan menyempurnakanmu, itu sebab Dia memanggilmu pulang. Saatmu beristirahat. Allah akan menjaga keluarga kecintaanmu yang kau tinggalkan dengan sebaik-baiknya inshaa allah.

Engkau adalah pilihanNya sebagai golongan kanan, inshaa allah menjadikanmu ahli surga. Beristirahatlah Zul…. Enough for you to think..to work…to worry…to love… And more to..to

Rest in peace my dear friend

Al fatihah….

Advertisements

Feeling

Perasaan itu hanya muncul dalam mimpi. Rasa damai itu, cinta itu, butuh itu dan sayang itu hanya bisa terasa lewat mimpi.

Perasaan yang ada namun tak terjawantahkan, bersemayam diam di dalam qalb. Meresahkan karena tak terpakai. Ada hal hal yang membelenggunya, mengikat, sesak.

Lalu pada siapa mereka, rasa rasa itu harus melepas asa? Akankah selamanya terikat? Sementara waktu banyak menyediakan kemungkinan? Bukankah bahagia itu harus diusahakan? Ataukah menunggunya datang meski tanpa kepastian?

Rasa rasa itu indah namun membebani. Mereka butuh labuhan untuk melepas diri, bersuara..melagu..menjadi hiasan hati. Namun pada siapa?

Abusive people

Rasa kesal dari sebuah perdebatan yang tak sejalan itu kadang bukan dari perbedaan persepsinya tapi lebih ke manner pelakunya. Tiba2 muncul kata2 abusive dan saling menyerang pribadi bukan lagi ke inti permasalahan.

Kalau sudah saling menyerang pribadi dengan verbal abuse, maka ga heran kalau berakhir dengan sakit hati. Tapi hal semacam ini bisa dijadikan penilaian. Bahkan cukup akurat. Manusia itu bisa dinilai dari apa yg dia ucapkan atau lakukan ketika marah. Disitu akan terlihat siapa dia sebenarnya. Se destroyer apa dia terhadap org lain. Kemampuan yang tak akan pernah tampak jika dalam kondisi normal.

So, woman, lihat lelakimu ketika dia marah. Sekasar apa dia padamu maka itulah dia yang sesungguhnya, beware, watch out and take a step back! Evaluate it before deciding to marry him.

Potensi perusak hanya bisa terlihat ketika seseorang itu marah.

Baru beberapa waktu lalu saya nulis soal kucing idaman yang Allah beri sebagai hiburan, kemaren kucing itu dimatikan, dihilangkan dari kehidupan saya. Just like that. Saya bertanya mengapa? Tapi jawabannya tak ada atau belum ada. Kucing ini cuma perwakilan dari banyaknya hal hal yang diberi lalu diambil kembali dalam kehidupan kita. Tak pandang bulu, bisa orang dekat, bisa yang dicintai, bisa hanya kenalan, bisa barang berharga, you name it. Semua asesories kehidupan… Tak ada yg abadi… Bahkan cinta.. perasaan.. pikiran…pendapat…state of mind…semua yang tak terlihat pun tak abadi. Kita mengalami semua sebagai jalan pembentukan jiwa kita sendiri. Semua berproses sesuai keperluan.

Sebetulnya tujuan semua pembentukan diri sudah jelas… Pantaskan diri kita sebagai penghuni surga. Surga yang digambarkan kondisinya sebagai tempat dimana semua indah, semua cinta, semua baik, semua sempurna, adalah gambaran tujuan pembentukan manusia.

Masalahnya sekarang adalah… Apakah sesuatu yang sudah digariskan untuk diambil dari kita, bisa kita cegah jika kita melakukan keputusan tertentu?! Apakah calamity, kesedihan, kesengsaraan, kepahitan, broken heart bisa dicegah dengan cara 1001 pilihan? Pertanyaan yg sama dengan; apakah semua manusia yang bekerja dengan keras akan menjadi kaya? Atau apakah kemiskinan selalu akibat orang itu malas bekerja atau bodoh? Apakah semua orang yang tidak bekerja jatuh miskin? Apakah hidup se “rule’ itu?

Tapi bukankah pada kenyataannya malah sebaliknya? Bukankah tak ada jaminan apapun atas apa yang kita putuskan kecuali atas ijinNya? Tak ada jaminan apa yang kita miliki apa yg kita rasa akan abadi. Tak ada! Tak ada jaminan bahwa semua pekerja keras akan kaya, bagaimana dengan tukang sampah? Tukang becak? Penipu malah tak usaha keras tapi bisa kaya. Siapa yang berani jamin sarat menjadi kaya atau miskin? Siapa?

Pun kematian, perpisahan abadi, kehilangan, rejeki, jodoh….tak ada yang berani jamin kapan terjadinya, dengan cara apa, tak ada yang bisa jamin. Bahkan jikapun kita tahu tgl sekian, jam sekian, tahun depan kita akan mati, kita tak akan bisa menghindarinya lewat melakukan berjuta juta jenis keputusan hari ini hanya supaya kematian itu terhindari. Tak akan bisa! Tidak berlaku teori kemungkinan terhadap apa yang telah Dia putuskan.

Kita manusia tidak mampu menebak mana yang hasil keputusanNya, yg tidak bisa dirubah dan mana yang hasil keputusan kita yang Dia setujui. Tak bisa. Kita tak bisa mereka reka meski kita dianjurkan terus berharap. Jangan pernah pakai istilah JIKA. Istilah itu sama dengan merendahkan takdirNya. Istilah itu waswasa setan yang menggoyahkan kita pada prinsip qada dan qadr.

Kita diajarkan untuk tidak terlalu mencintai yang fana, tidak terlalu bergantung kepada kefanaan, kita diajari untuk menjaga keseimbangan, mengontrol perasaan. Tak hanya cinta tapi segala jenis perasaan yang memicu nafsu. Kita seperti joki yang harus lihai memainkan tali kekang pada kuda tunggangan kita.
Kita diajarkan untuk melihat kenyataan bahwa tak semua yang kita inginkan harus kita dapatkan, tidak semua yang kita pikir jelek adalah jelek, tidak semua kesengsaraan yang kita alami adalah akibat kita, tidak semua penderitaan yang seperti tiada akhir adalah akibat kita. Karena manusia2 sempurnapun ternyata tak lepas dari penderitaan, kehilangan atau kemiskinan.

Lucunya, pembelajaran itu selalu big poin hanya lewat apa yang kita percaya sebagai keputusanNya yang tak bisa diganggu gugat. Bukan keputusan kita itu! Bukan! Kita tak pernah tau keputusan kita yang manakah yang ada kehendakNya. But trust Him! Jika Dia menyelisihi keinginanmu , rencanamu, itu karena Dia sedang percaya bahwa levelmu akan naik! Kau butuh sesuatu dariNya untuk menaikkan levelmu.

Tuhan menentukan apa yang harus kita alami untuk pertumbuhan jiwa kita. Maka, sesempurna apapun keputusan2 yang kita buat dengan harapan “kebaikan” masa depan, tak akan menjamin kita bebas dari keputusan2Nya, yang mana tak selalu dalam bentuk kebahagiaan namun yang jelas selalu mengandung kebaikan.

Kita harus selalu siap DISELISIHI oleh keputusanNya. Penerimaan diri sebagai hamba yang tak punya daya atas pembentukan dirinya adalah satu satunya jalan yang bisa kita pilih supaya mampu menjalani takdirNya sepahit apapun itu. Keputusan2 yang kita ambil setiap kali kita diselisihi moment yang diluar kontrol kita (fate) menentukan masa depan kita. Yang mana (dan seterusnya, berkelanjutan hingga akhir hayat) masa depan itu akan terus diselisihi oleh ketentuan2Nya. Ketentuan yang kita tak bisa rubah, tak juga bisa dihindari.
Kejadian2 yang merupakan keputusanNya adalah perjalanan pertumbuhan spiritual kita supaya layak disebut ihsan. Kejadian2 yang wajib dialami sebagai awakening…

Pada akhirnya kita sendiri yang akan takjub, betapa bodohnya kita dulu… Betapa cemennya… Betapa bloon dan lemahnya kita dibanding kita saat ini.

Kamu pikir kamu sendiri yang membentuk jiwa dengan segala kebijakan yang kamu miliki sekarang? Kamu sendirikah yang membuat keputusan2 sehingga kamu menjadi seberbobot sekarang? Really??

Allah did…Allah does…Allah is in control because Allah wants you…Allah loves you

Cinta

Saya pikir manusia tidak hanya butuh dicintai tetapi juga butuh mencintai. Lebih spesifik adalah bentuk cinta antara laki laki dan perempuan.

Hidupmu akan hampa, benar benar hampa jika kamu tak bisa menyalurkan atau mengekspresikan rasa cintamu yang membludak dalam dadamu. Manusia dibekali dengan perasaan itu sejak ia diciptakan. Perasaan itu harus dikeluarkan, dinyatakan dan ditumpahkan pada sesuatu yang benar benar kamu cintai. Jika mampet, ibarat gas mampet, makin lama tekanan makin tinggi dan bisa meledak.

Manusia yang dicintai dan mampu mencintai, hidupnya akan bahagia semenderita apapun dia. Manusia yang hanya dicintai atau hanya mencintai biasanya keadaannyapun akan tidak seimbang. Tak heran kalau lantas bermunculan kasus affair. Kebutuhan yang tak terpenuhi karena tiadanya keseimbangan itu bisa dipenuhi lewat cara ini. Apakah itu cinta kw, fake love, palsu, pretend, whatever, setidaknya kebutuhan itu terpenuhi. Gak heran juga orang yang punya affair nampak lebih happy, bahagia, bahkan awet muda. Kenapa? Penuh cinta! What else?

Saya tak bilang; selingkuhlah supaya bahagia, jika kebutuhan dicintai atau mencintai tak ada, tetapi mencintailah…cintai apa yg kamu cintai dan maintain it! Not in a form of an affair .. but in a responsible way, dengan cara yang kalau bisa tetap dalam koridorNya. Bisa? Mungkin….

Ijabah

Dulu ketika kuliah, pernah punya anggora. Tidak beli tidak juga diberi, dia datang begitu saja ntah darimana. Masih kitten, lucu seperti bola bulat, tak tau punya siapa maka saya pelihara. Coraknya kuning tua agak bergaris, wajahnya seperti singa dengan bulu2 panjang menyeruak dari pipinya, lucu menggemaskan, saya namai Munir.

Tak ada yang suka pelihara binatang dirumah kecuali saya. Munir menjadi kecintaan saya, tidur berdua dikamar, sebulan sekali check up ke dr hewan. Halah saya aja ga segitu gitunya pakai cek up segala. Ibu saya ribut soal tokso dan ancaman mandul yg disebabkan bulu kucing tapi saya tak peduli. Munir tetap jadi kecintaan yang satu selimut dengan saya dan sering saya cuddlingin. Dia lucu bangeetttt…

Sampai akhirnya waktu berpisah tiba. Munir kalah berantem dengan kucing kampung untuk menyalurkan hasrat birahinya. Dia sakit, broken heart…lalu meninggal setelah sakaratul maut cukup berat. Dia mati, saya broken heart. Berjanji tak mau lagi piara kucing..karena mencintai ketidakabadian resikonya ternyata adalah sakit hati, kehilangan.

Tapi berpuluh tahun kemudian kepengen lagi punya anggora. Bolak balik lihat katalog toped lokal area, bolak balik mikir, bolak balik kepengen, bolak balik gemes melihat kucing2 lucu yang ternyata cuma bisa diingini tapi tak bisa dimiliki. Ada saja hal yang membuat keinginan tak tereksekusi. Ya sudah… Saya endapkan saja keinginan itu. Tak semua yg diinginkan harus didapatkan bukan?

Tapi Allah baik…

Beberapa tahun kemudian ada anggora lucu di pelukan saya. Cara mendapatkannya juga diberi dengan historikal sesuai ceritaNya…panjaang 😀

Yang jelas, yg saya ingini, Tuhan tahu saya ingin, sekarang dalam pelukan. Tidak kecintaan karena saya belajar pahit tentang ketidakabadian tapi semakin mencintaiNya. Dia Maha Tahu apa yang saya butuhkan… Dia beri disaat yg tepat.

Saya memanggilnya Gokil. Sudah bukan kitten lagi tapi otomatis juga sudah lebih pandai. Kucing jantan super cool dan gak rewel, benar2 hiburan lara hati dan jenuh hati. Satu satunya yang bisa dipeluk, diunyel unyel karena ekspresi seperti itu kadang bisa jadi pelepasan stress disaat tak tau lagi harus bagaimana supaya tidak nyetress kebangetan 😀

Allah Yang Maha Baik mengabulkan keinginan saya punya anggora lagi beberapa tahun kemudian. Tidak seketika dan selalu disaat yang tepat. Lagi2 keinginan yang justru tak pernah sampai menjadi doa…

Kadang2 saya pikir, mungkin saya harus hanya sebatas ingin saja tak perlu sampai menjadi doa supaya segera terijabah ya?

Walahuallam…

But first of all… Terimakasih Allah.

Tahu

Lucu memang bagaimana seseorang merasa yakin tahu kekasihnya padahal ia tak tahu.

Manusia tak lahir begitu saja dan langsung dewasa. Ia punya sejarah yang bisa melukiskan karakternya. Ia punya lingkungan yang mana membentuk kepribadiannya. Ia punya bibit, bebet, bobot yang bisa dilihat garis merahnya.

Mengenali seseorang itu bukan dari apa yang dia tunjukkan padamu, tapi kenali keluarganya dan kawan kawan dekatnya, karena dari situlah kau akan benar2 mendapat gambaran tentang siapa dia sebenarnya.

Jika kau hanya mengandalkan pada apa yang dia ungkapkan padamu, tunjukkan padamu, maka kemungkinan kau tak akan mengenalnya dengan baik adalah 70%. Bagaimanapun orang cenderung memilah milah mana yang akan dia tunjukkan dan mana yang dia harus simpan sendiri. Namun jika kamu mengenali keluarganya dan kawan2 dekatnya, menyelami bagaimana interaksi antar kekasihmu dengan kawan2 karibnya, dan dengan keluarganya, kau akan melihat sosok lain dari yang kau pikir. Karena hubungan keluarga dan pertemanan itu jauh lebih jujur dan murni dari kepalsuan. Tak ada yang disembunyikan dari hubungan bebas modus semacam itu yang berlangsung bertahun tahun.

Melihat seseorang secara berbeda tentunya akan berpengaruh pada keputusan2 sikapmu terhadapnya. Bagaimanapun setiap orang memiliki nilai yang kita tak bisa sepelekan. Melihat betapa berartinya seseorang dalam keluarganya dan bagi sahabat2nya menunjukkan sejauh mana nilai orang itu terhadap dirimu sendiri.

Jangan kamu baca buku untuk mengenali wanitamu. Tak semua wanita bisa digeneralisir oleh teori. Kamu harus mengenal keluarganya dan sahabat2 terdekatnya. Seperti apa mereka, seperti apa sahabat2nya, seperti itulah tersirat watak kekasihmu.

Kalau kamu merasa tak mengenalnya itu karena kamu tak pernah melihat sejarahnya dan keluarganya dan sahabat2nya.

Kamu hanya merasa tahu padahal tak tahu. …. Then dont be surprise….

Tubuh fana

Kapan hari tak jauh dari depan rumah terjadi kecelakaan mengerikan. Maklum, jalan depan rumah termasuk jalan propinsi yang dilewati mobil2 berat beroda ganda, 24 jam tak pernah sepi. Malam minggu sering menjadi ajang ngedragg anak anak begajulan yang meski sudah dilarang, tetap saja melakukannya.

So, akhirnya saya melihat betapa tak berharganya manusia tanpa nyawa. Tubuh mayat itu berbalut baju muslimah, berhelem, tapi isi kepalanya tercecer kemana mana, kakinya bahkan terlindas patah lengket di dadanya. Posisi jatuhnya yg tepat masuk ke kolong truk gandeng beroda ganda benar2 membuat tubuhnya terlumat tanpa belas kasihan. Meski begitupun si supir truk tak bisa disalahkan karena, wanita itu memang terjatuh dari motornya dan nyungsep di bagian kolong truk tepat di dekat roda. Saya ingat tikus2 yg hancur terlindas dijalanan. Seperti itulah…

Lama saya melihat pemandangan mengerikan itu sementara yg lain muntah2 bahkan tak kuat melihat. Saya tak sedang melakukan tindakan “sadis” seolah menikmati kengerian itu, tapi berpikir betapa diri ini tidak ada harganya jika telah menjadi mayat…apa bedanya dengan tikus yg mati terlindas dijalan? Tak ada. Sama sama bangkai!!! Kita semua akan menjadi bangkai!!!!

Otak itu berceceran dijalan, tak ada harganya! Wajah cantik lewat! Kulit mulus lewat!!! Baju mahal lewat!!! Lalu mengapa masih saja ada manusia manusia yang begitu sombong dengan dirinya sendiri??? Tentang otak dan kepintarannya, kecantikan, kemulusan, kemolekan??? Bukankah kita semua calon bangkai???? Bangkai yang akan hancur cepat atau lambat dan membusuk??? Apa yg harus dibanggakan? Ntah lagi kalau masa depan tak menjanjikan kita jadi bangkai, melainkan menjadi malaikat bersayap yg cantik lalu terbang melayang keatas menuju surga. Mungkin sedikit sombong tak mengapa. Masalahnya … Kita calon BANGKAI!!!!

Ceceran otak… Serpihan bagian2 tubuh yg terhambur, tubuh terpatah patah hancur, darah terbuang menggenang …. Adalah sisa2 berharga yang dimiliki ruh suci manusia, tapi ketidakabadian membatasi semua kesombongan kehargaan itu!!

Sadarlah!!! Kita bukan siapa siapa!!! Kita cuma calon calon bangkai!!! Satu2nya organ yang membawamu dan kau bawa sampai mati cuma HATIMU! HATIMU!!!!!!!

Muslim lupa diri

Teman baik saya bilang ingin menjadi agnostik saja dan tak mau beragama apapun. Mengakui Tuhan saja langsung, tak perlu lewat perantara agama.

“Kenapa?” Tanya saya. ” Mungkin gue kecewa melihat betapa jeleknya agama yg gue anut” (Dia muslim)

“Kecewa kenapa?”

“Lihat saja cara mereka mempermalukan islam dan mengkafirkan sesama muslim. Lihat cara keji mereka memperlakukan orang baik, dan gilanya mereka menjadikan agama sebagai kendaraannya untuk lakuin semua itu. Gue kecewa tau! Gue malu beragama islam”

“Lu meninggalkan islam hanya karena kecewa melihat islam lu diwakili para idiots? Gak worth it banget kalau mereka bisa bikin elu meninggalkan islam” Sedih sekali saya ketika mengatakan ini. Rasanya ingin mengepalkan tangan dan meninju meja kayu sampai patah dua.

“Jangan salahin gue!” Belanya.

“Gue ga salahin elu. Tapi menurut gue, gak impas banget kalau idiot idiot itu membuat elu mundur dari islam. Lu melihat ke arah yang salah gal. Lu kan bisa melihat Gus Mus, Kiayi Ma arif, Gus Nadir, dan banyak lagi yang benar2 mewakili Islam”

“Tapi apa jeleknya agnostik? Gue mengakui Tuhan juga kok”

“Jelek gaknya gue gak tau. Setau gue nanti para rasul dan nabi akan berada paling depan memimpin umat masing2 dan memberikan safaatnya. Lalu lu akan ada dibarisan umat siapa?”

“Tuhan”

“Oke fine. Gimanapun gue ga akan menghalangi keinginan elu. Silahkan mencari. Gue sendiri ga tau masa depan gue akan seperti apa meskipun sekarang gue sangat mencintai islam. We never know.”

…hening…

Karena Hidup

Those whom we call satans ternyata sangat super sabar dalam membujuk anak Adam melakukan kemauannya. So, sungguh tepat sekali apabila ada perintah untuk meniru betapa sabarnya setan dalam menunggu anak adam mengikuti kemauannya. Waswasa itu tiada henti2nya dia tiupkan kedalam kuping, bisikkan, desahkan, dibumbui….dimaknai….diindahkan …digampangkan… terus terus terus menerus. Manusia akan sampai pada titik menyetujui lalu mengeksekusi bahkan tanpa rasa bersalah, apa yang di waswasakan setan.

Kita memang sering ditertawakan jika menyalahkan setan, tetapi memang benar bahwa mereka yang awalnya mewaswasa kita dan Allah mengijinkan mereka lakukan itu. Why Allah mengijinkan mereka? karena kita punya kemampuan menolak!! Allah knows that. Allah melengkapi kita dengan akal! HE TRUSTS us to win the battle karena kemampuan kita diatas kemampuan setan! So, meskipun setan mewaswasa, it is us yang mengeksekusi kesalahan, bukan setan. So, instead of blaming satan, we are, human, whom deserve to be blamed first.

Dari dua macam ciptaan, antara setan dan manusia, manusia lebih unggul dari setan karena memiliki kapasitas akal untuk berpikir benar. Lalu jika manusia melakukan kesalahan karena bisikan setan yang lebih bodoh, harusnya lucu. Kadang kadang saya pikir, dengan kelebihan yang dimiliki manusia, manusia bisa lebih keji dari setan, lebih nyetani daripada setan. Jika bodoh maka akan lebih bodoh daripada setan. Sementara jika baik, bisa laksana baiknya malaikat atau lebih baik dari malaikat. Begitulah manusia itu.

Saya coba mendeteksi cara kerja setan dan saya bisa menemukannya. Sangat jelas sebetulnya kalau kita aware. Dia membujuk dengan super zuper sabarnya. Yang jelek bisa di gambarkan bagus, yang bagus digambarkan jelek.

Lalu saya menemukan ceramah seorang ustad tentang how to fight satans (dan saya yakin penemuan ini bukan kebetulan, melainkan saran untuk dilakukan), yaitu dengan cara perbanyak sholat sunnah. Tiap kali kita gagal menjaga diri dari nafsu, kita tebus dengan solat sunnah dua rakaat. Tiap kali kita mengikuti maunya setan, kita tebus dengan solat dua rakaat. Kalau dalam sehari kita ikuti setan 4 kali, maka lakukan sholat sunnah 4×2 rakaat. Begitu terus menerus terus menerus. Jika kesalahan kita dihitung sekali, kebaikan kita dihitung 7x, bahkan konon kabarnya malaikat pencatat perbuatan buruk dilarang Allah untuk mencatatnya sebelum si hamba insaf dan kembali ke jalan yang benar dalam rentang waktu tertentu. Maka bersegeralah melakukan solat sunnah memohon ampun tiap kali kita sadar kita telah lalai mengikuti bisikan setan.

Setan will be so angry and so desparate melihat cara kita itu. This will weaken them tapi juga ujian tak akan berhenti sampai disitu. Bagaimanapun setan ada tingkatan2nya. Semakin jago kita melawan mereka, mereka akan mengirimkan serdadu yang lebih profesional lagi dalam mengganggu kita. Allah akan melihat sejauh mana kita berjuang…

Seperti itulah inti kehidupan itu menurut saya. Kita disaring sedemikian rupa dengan segala macam cara atau settingan cerita plus ada musuh2  yaitu setan yang harus kita hadapi. Melihat betapa bangganya Allah dengan kemampuan manusia yang Dia pamerkan terhadap malaikat2 dan setan, harusnya kita manusia memang diciptakan untuk menjadi pemenang! Bukan pecundang!

Ya Rabbana……. bantu kami…bantu kami….bantu saya.