katakan hatiku mati dan aku seonggok mayat yang tak lagi merasa sakit atas luka-lukaku

katakan hatiku berpaling dari takdir penciptaan asalnya

bilang aku menghamba pada dunia dan menolak menyelisihi hawa nafsu

bilang aku pengecut karena kengerianku pada kebenaran dan kesendirian dalam pencarian yang jujur

katakan aku dipalingkan sesuai dengan yang kukehendaki….

sehingga aku memakan makanan yang membahayakan dan mengobati diriku dengan obat yang menghancurkan…

 

tapi aku mencintai Tuhanku dan tak ada yang mampu merubahnya…

aku masih punya takut kehilangan cintaNya

kebodohanku telah menghalangiku daripadaNya

bagaimana aku bisa membiarkan kekacauan ini sementara ruhku begitu kuat bergantung padaNya ?

aku bahkan masih merasa sakit atas luka-luka keburukanku

merasa sakit atas kebodohanku terhadap kebenaran

merasa sakit atas kebatilanku sendiri….

 

wahai hati yang didalamnya masih ada tanda-tanda kehidupan….

tetaplah padaku dengan bersabar menanggung sakitnya, dan jangan sekali kali berpaling

hajatkan aku pada kekuatan kesabaran dan keyakinan atas apa yang sedang berjalan…

tetaplah padaku dengan melihat kebenaran seperti mata melihat matahari….