Bagaimanapun Tinta pena telah mengering, lembaran2 catatan ketentuan telah disimpan, setiap perkara telah diputuskan dan takdir telah ditetapkan, maka katakanlah ” sekali kali tidak akan menimpa kami, melainkan apa yg telah ditetapkanNya bagi kami ” ( At-Taubah : 51)
 
Apa yang membuat kita benar, maka tidak akan membuat kita salah. Sebaliknya, apa yang membuat kita salah, maka tidak akan membuat kita benar. Jika keyakinan ini tertanam kuat pada jiwa kita dan kukuh bersemayam dalam hati kita, maka setiap bencana akan menjadi karunia, setiap ujian menjadi anugrah dan setiap peristiwa menjadi penghargaan.

Jangan pernah merasa gundah dan bersedih dikarenakan suatu penyakit, kematian yang semakin dekat, kerugian harta atau rumah yang terbakar. Betapapun sesungguhnya Tuhan telah menentukan segala sesuatunya dan takdir telah bicara. Usaha dan upaya dapat sedemikian rupa, tetapi hak menentukan tetaplah mutlak ditangan Tuhan.

Jangan mengira diri kita sanggup melakukan segala upaya untuk menahan tembok yang akan runtuh, membendung air yang akan meluap atau memelihara kaca agar tidak pecah. Tak benar jika semua itu dapat terjadi dengan paksaanku atau paksaanmu, karena apa yang telah digariskan akan terjadi, pasti terjadi. Setiap ketentuan akan berjalan dan semua keputusan akan terlaksana. Demikianlah…..maka orang bebas memilih PERCAYA atau TIDAK.

Kita harus menyerahkan semua hal pada apa yang kita sebut takdir agar tak tertindas oleh bala tentara benci, sesal dan binasa. Bila kita mengalami hal hal yang tidak kita inginkan, itu adalah bagian dari ketentuan yang memang harus terjadi. Dan sekali kali jangan pernah berandai andai ” seandainya aku begini, pasti akan begini…dan begitu “ Lebih baik kita katakan ” Tuhan telah menakdirkan, dan apa yang Dia kehendaki akan Dia lakukan “

 
Image
Advertisements