Aku melihatmu tidak lewat mata…aku melihatmu lewat rasa, dan aku tak menemukan ketenanganmu. Kau tak menambatkan hatimu padaNya, atau kau terlalu terkejut dengan kesakitan yang tak pernah kau rasakan sebelumnya? Keteduhan emosimu memberontak dan aku merasakannya. Segala kebingungan dan tekanan, keraguan dan ketidakenakan hati.

Ketulusan doamu harusnya ada di saat-saat kau merasa sangat kacau. Saat-saat mana ego manusia mencapai titik terendah. Dan hatimu akan melihat lebih luas lagi. Karena dalam hal yang sangat kita cintai banyak pula hal hal yang tidak kita senangi. Ini hambatan jaman yang tak pernah sirna….sifatnya abadi dan selalu mengejarmu, kemanapun kau akan berlari. Racun masamu itu  menyimpan keajaiban dan kesenangan yang tak akan pernah kau sadari  sampai tiba waktunya semua terkuak di depanmu. Bersabarlah…

Ingin rasanya aku mengantarmu pada titik ridhamu….dengan kesejukan yang telah kau tiupkan padaku dan aku masih menyimpannya. Tapi aku tak berani menyentuhmu karena gelisahmu membuatku tertegun.

Tidak ada kebahagiaan hakiki yang bisa kau dapatkan dengan mudah tanpa perjuangan lahir dan batinmu. Jadikanlah Dia selalu di depan matamu supaya faedahnya tak jadi kerugian, kegembiraan tak jadi kesedihan, dan kebaikan tak berubah menjadi bencana. Aku tak ingin kau kehilangan makna kehidupanmu di dunia.

Buang bebanmu karena hanya akan membelenggu hati dan pikiranmu, jadikan semua dan dirimu sendiri sebagai rahmat….dan sinar cahaya yang menerangi. Imankan dirimu pada yang sudah tertulis…untuk apa ‘menjelimetkan’ diri dan membelit pikiran pada hal-hal yang meresahkan ?

Sayang, kebahagiaan dan ketenanganmu ada pada keimanan, derajat ketakwaan dan hati. Yakinkan hatimu pada sesuatu yang kau percayai dan kau sukai maka kebahagiaanmu akan memunculkan dan mengalirkan kedamaian dan keteduhan dalam jiwamu dalam kondisi apapun .

Berprasangka baiklah padaNya …karena ini jaminan buat kita untuk tidak mengalami kegagalan. Jalan keluar dari sebuah kesulitan itu hanya akan datang setelah kita mengalami kebuntuan, tak tau lagi harus kemana mengarahkan tujuan hidup dan segala keinginan, meragukan harapan, kehabisan akal dan tak tau lagi bagaimana cara mengakhiri tekanan dan ujian hidup. Untuk apa semua itu ? untuk mendorong kita mengarahkan iman padaNya…untuk memperingati kita supaya terus memperbaiki prasangka baik kita terhadapNya.

Jalan keluar dan kelapangan hati itu ada dalam keyakinan dan keridhaan hati. Keresahan dan kesedihanmu itu muncul karena keraguan dan ketidaksukaanmu. Bertahanlah sampai jiwamu menyentuh tingkat ketawakalan yang tinggi dengan kesabaranmu…dan semoga Allah akan memberikan semua kebutuhanmu, menghilangkan semua yang menyulitkanmu, mengabulkan semua permintaanmu dan memberimu keselamatan dalam agama, kehormatan dan kepribadianmu. Amin.

Bersabarlah….kita akan mendapatkan yang terbaik.