Anak-anak rupanya memang lebih meniru orang tuanya dari visual. Ini terlihat dari anak saya yang paling besar yang usianya sudah menanjak remaja. Nampaknya mereka benar-benar tak memakai kupingnya. Kupingnya itu sudah anti nasehat dan anti perintah….

Dulu ketika anak saya masih kecil , masih usia TK sampai sekolah dasar , dia sama sekali tidak mau tahu tiap kali saya memintanya membereskan kamarnya yang berantakan. Saya ingin sekali dia belajar disiplin ; yaitu membereskan kamarnya sesudah puas mengubek-ubek mainannya maksud saya supaya dia bisa istirahat dengan nyaman. Tapi meskipun mulut saya sampai berbuih buih seperti ombak di pantai karena bolak balik menasehati dia supaya menuruti kemauan saya, dia tetap tak mau tau.

Meskipun begitu, setiap kali malam tiba, saya selalu membereskan kamarnya yang berantakan itu. Simpel saja; saya ingin dia bisa tidur nyenyak dan nyaman dalam kamar yang bersih dan rapi. Sebelum dia berangkat tidur, saya selalu merapikan kamarnya. Kebiasaan itu terus berlanjut sampai dia besar.

Sekarang, saya perhatikan, dia sering membersihkan kamarnya tanpa perintah dari saya. Kalau teman-temannya main ke rumah dan tidur-tiduran di kasurnya, dan tentu membuat kasurnya berantakan, dia akan ngomel-ngomel persis seperti saya mengomeli dia 🙂 . Yang lebih seru lagi, dia dengan ringan hati akan mengganti seprei kasurnya bekas teman-temannya tidur-tiduran. Untuk yang satu ini saya akhirnya malah sering protes karena seprei bisa dia ganti 3x seminggu; tergantung seberapa sering teman-temannya yang berbau keringat itu bergulingan di kasurnya. Dan tiap kali saya protes karena nyuci seprei itu berrrat, dia menjawab cuek ; aku gak suka seprei kotor aku suka yang bersih.

Dan begitulah…. sampai saat ini, saya lihat dia mulai merasakan nyamannya kamar bersih. Saya juga tidak perlu membaweli dia lagi seperti dulu. Rupanya, dia sudah bisa membuat perbedaan antara bersih dan kotor 🙂 dan yang mana yang bisa membuatnya nyaman.

Hal yang sama sekarang saya coba terapkan pada adik-adiknya. Saya hargai cara mereka membereskan kembali kamarnya meskipun dari semua yang porak poranda dia cuma menaikkan satu bantal ke atas tempat tidur, itu sudah cukup buat saya. Toh sebelum mereka berangkat tidur, saya akan tetap menyuguhkan kamar yang nyaman. Membiasakan mereka pada kebersihan dan itu lebih penting daripada ngotot-ngototan menuntut mereka patuh sepenuhnya. Masanya akan tiba dengan sendirinya…..

Image

Advertisements