Kalau dipikir-pikir, manusia itu bodoh sekali ya. Lihat cara mereka meminta ‘cahaya’, begitu bersungguh-sungguh, tapi ketika cahaya itu diberikan dengan sedikit usaha seperti : oke…nyalakan saklarnya, mereka menolak dengan alasan letak saklar terlalu jauhlah…mereka sedang sibuk duduk lah….mereka asik malaslah… banyak sekali alasan yang membuat mereka tak mau beranjak dari tempatnya hanya untuk menekan saklar. Namun begitu mereka terus memohon penerangan… how stupid is that ?

Lihat juga bagaimana mereka minta dijauhkan dari ‘racun’ dunia dengan minta petunjukNya. Tapi ketika Tuhan menunjuk segelas susu dengan laranganNya : oke..jangan kau minum susu segelas itu karena didalamnya mengandung racun yang akan merusak hidup dan jiwamu. Manusia meminumnya begitu saja dengan alasan : Tuhan..aku haus. Aku tak mau pergi ke sumur untuk menimba air dan merebusnya dulu…its too much for me. Dan susu itu sudah disediakan disana..sangat bisa aku jangkau tanpa aku harus bersusah-susah menyiksa diri menimba air jernih dan suci. Lalu Tuhan melakukan apa ? bersabar….. dan manusia melakukan apa ? menadahkan tangannya kembali dan minta dijauhkan dari racun dunia sementara setan dengan riangnya kembali menyediakan susu segar itu.

Bodohnya manusia juga terlihat pada saat meminta perubahan, ‘beri aku kehidupan yang jauh lebih baik’. Tuhan menyediakannya…menjawabnya dan dia hanya perlu melangkahkan kakinya berpindah dari rumah besar dan megah ke rumah sederhana dan kosong. Dia memang berpindah masuk ke rumah yang kosong dan sederhana itu tapi tak betah lalu kembali ke rumah besar dan megah dan menadahkan tangan meminta perubahan. Perubahan itu sudah disediakan didepan matanya, tapi entah kenapa bahkan dirinya tak merasa betah dengan perubahan yang dia minta sendiri… how come ? meskipun begitu dia tetap rajin berdoa meminta perubahan … dan lihat betapa sabarnya Tuhan menghadapi manusia-manusia yang harusnya tidak sebodoh itu ? karena telah ia bekali dengan ‘akal’ ?? yang tidak  dia letakkan sesempurna itu  pada mahluk ciptaanNya yang lain ?

Manusia berteriak-teriak kepanasan tapi dia tak mau menjauhi api yang menyala disebelahnya. Meminta pertolonganNya tapi juga tak hendak beranjak dari tempatnya berdiri. Tak bisa berenang tapi nekat nyemplung ke kolam yang kedalamannya hanya 3 meter dan tenggelam dan berteriak-teriak minta pertolongan. Lalu ketika pertolongan datang dan menyelamatkannya dia bersyukur sejenak. Tapi tak lama kemudian meloncat kembali ke dalam kolam dan tenggelam kembali dan berteriak-teriak kembali meminta pertolongan… hanya karena ingin merasakan segarnya air kolam ditengah terik panas matahari yang tak bisa dia tahan. Lalu kenapa dia tak berusaha belajar berenang terlebih dahulu ? bukankah semua butuh proses ? paling tidak dia meluangkan sejenak waktunya untuk mencari pelampung ? banyak jalan untuk selamat bukan ? tapi nampaknya memang banyak manusia yang memilih menjadi bodoh daripada menjadi pintar seperti yang diharapkanNYA.

Betapa Maha Sabarnya DIA melihat tingkah polah mahluk ciptaanNYA yang bernama manusia ? orang-orang yang meminta petunjuk tapi ketika diberi berlari menjauh karena tak sesuai kemauannya, orang-orang yang minta diselamatkan tapi ketika DIA melempar pelampung mereka tak sudi menyentuhnya “kami ingin diselamatkan dengan kapal pesiar… kami malas berenang.” Orang-orang yang berteriak minta di bantu tapi ketika bantuan itu datang untuk mereka, mereka menutup mata karena wujudnya yang jelek.

Masyaallah, aku harap aku bisa menjadi yang Kau mau dan keluar dari kumpulan manusia-manusia berkepala keledai , jadikan kami manusia seperti harapanMU dan hanya kepadaMulah kami berlindung dari segala macam kejelekan manusia .

 

 

Advertisements