Meminta petunjuk, meminta diarahkan olehNya ternyata memang butuh banyak persiapan tak hanya mental tapi juga spiritual. Karena ketika permintaan kita itu terijabah, kita sama sekali tak punya gambaran ‘dalam bentuk apakah’ petunjuk itu. Kita bahkan tak diberi tahu kapan petunjuk itu turun, bisa jadi pada saat kita benar-benar tak siap .

Yang membuat kita harus menyiapkan diri adalah; karena setiap kali kita di’arah’kan, kita diarahkan dengan caraNya dan bukan cara kita. Kita bisa saja tak menyukainya, kita bisa saja membencinya, kita bisa saja kecewa karena caraNya tak sesuai dengan keinginan kita, tidak juga sesuai dengan apa yang kita mau. Tapi karena kitalah yang meminta, kita jugalah yang harus menerima suka atau tak suka. Bagaimanapun DIA Maha Tahu atas apa yang terbaik bagi diri kita sendiri, Dia Sang Pencipta, Dia Sang Pemilik Jiwa dan Dia Sang Penguasa Hidup kita… kita bukan siapa-siapa selain raga yang menua dan akan membusuk, serta jiwa yang bukan kuasa kita.

Meminta pertolonganNya tidak sekedar meminta tapi juga mempersiapkan hal-hal yang kelak akan datang sebagai bentuk ‘bantuan’Nya. Lalu siapkah kita menerima ?

Sesuatu yang penting dan berarti yang akan merubah seluruh aspek kehidupan spritual dan mental bukan sesuatu yang mudah… tidak hanya niat yang harus teguh  tapi juga kekuatan untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan disekeliling kita yang bisa jadi berbentrokan karena dimensiNya berbeda dengan dimensi manusia.

Ketika ketaatan dan keimanan diuji saat petunjuk datang, setan juga akan mengambil tempat untuk meniupkan kebingungan dari kesombongan, dan kebodohan dari ketidakmautahuan. Mereka tak akan pernah melepas tawanannya begitu saja… dan meskipun bantuan penyelamatan itu begitu besar dan indahnya… manusia harus tetap berjuang dan melawan dengan seluruh kekuatan untuk menggapainya…menyingkirkan semua keinginan  nafsu-nafsu keduniawian yang menyesatkan dan meletakkan segala kesombongan yang menghalanginya dari menjadi kuat. Sungguh tidak mudah…

Bagaimanapun semua ada saat-saatnya dan tak selamanya; tak perlu resah pada kebaikan dan perjuangan. Apakah lalu kita akan menang atau kalah ? masalahnya akan tergantung pada bagaimana cara kita menyikapi petunjuk yang datang  karena kita minta. Petunjuk yang pastinya memang dihadirkan untuk membuka jalan buntu yang menghentikan kita pada ketidaktahuan, kealpaan dan ketersesatan; dan jalan yang lalu dibuka itu bisa jadi bukan sebuah jalan yang ‘mulus’ seperti yang semua manusia inginkan. Jalan itu bisa sangat mendaki, bisa sangat curam, berliku dan berkerikil tajam……

Walahuallam bi sawab….semoga Yang Maha Tahu mengarahkan kita selalu pada jalan yang benar dan kita mampu menyikapinya dengan cara yang benar pula…..

Advertisements