Wahyu menjelaskan pada manusia bahwa kaum hawa memiliki beberapa kelemahan. Sebuah hadis sahih mengatakan : sesungguhnya seorang wanita itu diciptakan dari tulang rusuk. Ia tidak akan lurus padamu dalam satu jalan (kehidupan). Jika kau menikmatinya, maka kau akan menikmatinya dan padanya kebengkokan. Jika kau meluruskannya, maka kau akan mematahkannya.

Dilihat dari sudut penciptaannya , jelas wanita berbeda dengan kaum laki-laki. Lalu ia memiliki kebengkokan. Kebengkokan ini tidak dibuat oleh kaum wanita, akan tetapi ia ada bersamanya sejak diciptakan, dan ini bukan kekurangan ataupun aib.

Sesungguhnya kata ‘bengkok’ adalah lawan dari ‘lurus’. Jika seimbang dan stabilnya emosi itu merupakan cerminan ‘kelurusan’, maka cepat dan kuatnya emosi merupakan gambaran kebengkokan jiwa wanita. Jika kemampuan manusia untuk menguasai emosinya itu di gambarkan dengan kata ‘lurus’, maka dikuasainya manusia oleh emosinya digambarkan dengan kata ‘ bengkok’.

Seorang wanita itu kadang dikuasai oleh emosinya, sehingga tak mampu bersikap bijaksana saat mengambil keputusan, atau kadang ia berbuat tak pantas dan berkata tak pada tempatnya. Cepatnya emosi wanita ini mengakibatkan perubahan karakter.

Wanita diciptakan dari tulang rusuk pria adalah kalimat arahan pada kaum adam agar bersabar atas perlakuan dan perbuatan wanita yang timbul dari sifat kebengkokan ini. Pria harusnya menyadari bahwa wanita tidak sengaja melakukan perbuatan untuk menyempitkan atau menyakitinya, akan tetapi itu merupakan konsekwensi dari karakter wanita yang telah menjadi takdirnya.

Bagaimanapun keistimewaan wanita itu sangat berguna bagi kemampuannya melakukan tugas2 asasi yang ia tanggung, semisal mengandung, menyusui dan mengasuh anak. Sebab hal2 itu membutuhkan emosi yang kuat dan perasaan yang halus.

Seorang ulama berkata : ” Berwasiatlah kalian kebaikan pada kaum wanita, berlaku lemah lembutlah lagi berbuat baiklah kalian kepada mereka. Sesungguhnya wanita itu diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok, maka jangan kau ingkari realitas itu. Jika kau berusaha meluruskan tulang bengkok – yang merupakan ciri khasnya tulang rusuk – , maka kau hanya akan mematahkannya. Sebab tulang itu memang tidak mungkin diluruskan “

Demikian pula sifat wanita, jika ingin meluruskannya dengan keras dan bersemangat meluruskan semua kebengkokannya, maka hal itu hanya akan mengakibatkan percekcokkan bahkan perceraian, dan itulah patahnya seorang wanita.

Sebab keinginan meluruskan seorang wanita agar berlaku sempurna dan disukai adalah bertolak belakang dengan karakter dasar wanita itu sendiri. Pelurusan itu tidak mungkin dilakukan alias mustahil. Ia tidak memiliki potensi kelurusan itu. Jika bersabar dengan buruknya kebengkokan ini wanita akan lebih bisa dinikmati sebagai teman hidup.

Karakter wanita tidak bisa diperbaiki secara total. Perbaikan atau pelurusan total hanyalah akan mencerabut wanita dari karakter aslinya. Kendati demikian , masih ada perbaikan ‘partial’ yang bisa dilakukan ( bukan total ) yaitu dengan nasehat dan perlakuan  lemah lembut . ” Dan janganlah kaum adam membenci kaum hawa. Jika ia membencinya dari satu sifat, maka ia menyukai darinya sifat yang lain “

By DR. Akram Ridha

 

Image

Advertisements