Wahai bumi! Wahai engkau yang diturunkan melalui sifatmu sendiri dan diangkat melalui sifatKu. Wahai api! Wahai engkau yang terangkat melalui sifatmu sendiri dan diturunkan melalui sifatKu.

Iblis melakukan banyak tindak kepatuhan dan penyembahan. Namun semua ini tidak diniatkan. Sifat bawaannya adalah ketidakpatuhan, sebab dia diciptakan dari api, dan api memiliki sifat mengagung-agungkan diri. Mengaku dirinya agung dan tinggi adalah pusat dari watak ketidakpatuhan.

Adam melakukan kesalahan dan ingkar. Namun sifat keingkaran itu bukan watak aslinya dan sifat kepatuhannya adalah yang asli. Sebab kita diciptakan dari tanah, dan sifat tanah adalah rendah hati dan tunduk. Kerendahan hati dan ketundukan merupakan sumber kepatuhan. Tuhan memandang watak dasar segala sesuatu dan titik diseputar mana kompas itu berputar. Dia tidak memandang perbuatan-perbuatan yang merupakan pengecualian dan bukan watak aslinya.

Wahai darwisy! Pada hari ketika Adam melakukan kesalahan, mereka menabuh genderang keberuntungan bagi seluruh manusia. Tuhan menurunkan rahmat bagi Adam pada awal tugasnya. Dia memberinya kedudukan atau kekayaan dari karuniaNya sendiri.

Contoh karunia pertama yang diberikanNya pada Adam adalah bahwa Dia menempatkannya di surga walaupun ia tak layak menerimanya dan tidak diminta. Dan contoh pertama yang ditunjukkan Adam sendiri adalah kesalahan yang dilakukannya.

Tuhan membuat perjanjian dengan Adam pada awal urusan ini. Syarat dari perjanjian itu adalah bahwa setiap kali seseorang membeli sesuatu atau menjual sesuatu, dia harus merasakannya. Adam merasakan akibat dari perbuatannya ketika dia mengingkari perintah dan memakan gandumNya. Tuhan memberinya cicipan atau rasa dari cangkir karunia ketika Dia mengampuni kesalahan itu.

Tidak ada dosa sebesar dosa pertama. Ini terutama karena ketika itu orang tersebut dipelihara atas dasar kemurahan hati dan diasuh melalui karunia. Para malaikat harus bersujud dihadapannya; tahta keberuntungan ditempatkan diatas bahu mereka yang dibawa kedekat Tuhan. Dia dibawa ke surga walaupun tak layak memasukinya. Tuhan memberinya rumah di dekat kelembutanNya sendiri. Karena Dia mengampuni kesalahan pertama (yang merupakan dosa terbesar). Ini merupakan bukti bahwa Dia akan mengampuni semua dosa.

Bagaimanapun kita mempunyai seribukali lebih banyak alasan untuk dimaafkan daripada Adam. Jika kegelapan lempung itu harus ada, kita memilikinya. Jika kelemahan bumi itu harus ada, kita memilikinya. Jika ketidaksucian lumpur yang lengket itu harus ada, kita memilikinya. Jika beberapa gigitan makanan yang membingungkan itu harus ada, kita memilikinya. Jika waktu menjadi gelap akibat ketidakadilan dan kerusakan, kita memiliki itu. Jika iblis yang terkutuk harus duduk menunggu kita, kita memilikinya. Jika kebimbangan dan hawa nafsu harus menguasai kita, kita memilikinya. Dalam kesalahan pertama itu, Adam diampuni tanpa makna-makna keburaman ini sama sekali. Karena kita memiliki seluruh keburaman ini, mengapa Dia tak mau mengampuni kita? Sungguh Dia akan mengampuni kita.

(The Tao Of Islam page: 191)

gerhana