Saya gak tau ya mimpi saya itu semacam pertanda atau cuma hayalan saya saja yang terbawa tidur. Tapi mimpi itu begitu nyatanya (https://mythoughtslifenote.wordpress.com/2012/05/19/perjalanan-ruh/). Kemudian pagi ini ketika saya bersepeda, saya melihat seorang nenek tua, duduk kaku di kursi roda yang didorong oleh baby siternya. Melihat ke langit tak berkedip, diam seperti patung.

Saya menjadi yakin, kalau diberi kesempatan hidup sampai tua seperti nenek yang saya lihat itu dimana banyak kenikmatan ragawi yang telah mulai ‘dikurangi’ dari dirinya, saya merasa yakin mimpi saya tentang hidup sesudah mati itu adalah benar. ¬†Melihat si nenek yang tak lagi banyak bergerak karena kemampuan motoriknya mulai berkurang (baca: dikurangi), dan memorinya yang pasti juga sudah mulai berkurang (dikurangi) dan lebih sering disebut dengan istilah ‘pikun’, saya merasa keadaan sesudah mati seperti mimpi saya itu bisa jadi bukan sekedar mimpi.

Kenikmatan ragawi yang pernah dibekalkan kepada kita untuk menjalani hidup dengan batas waktu yang telah ditentukan itu sedikit demi sedikit akan dikurangi seiring bertambahnya umur kita dan akan benar2 dihabisi (dicabut) setelah kematian menjemput. Yang tersisa hanyalah ruh suci, tanpa jiwa, tanpa raga. Kembali pada fitrah kelangitannya, kembali pada asalnya, kembali pada alam tempatnya bermula. Ruh yang hanya membawa sisa-sisa kehidupan berupa kenangan singkat tentang waktu-waktunya di bumi….

 

334a21944c226fa0b9c36e8cc4f56a9f

Advertisements