Saya tak bicara soal bintang saya yang gemini dan bintang adik perempuan saya yang libra. Tapi kejadian kemarin itu membuat saya senyum2 sendiri karena membuktikan karakter kami berdua ‘sesuai’ zodiak2 kami masing2.

Saya dan dia pernah sama2 membuat sup krim jagung dan susunya ‘pecah’. Sehingga sup krim jagung kami jadi jelek penampilannya meskipun rasanya tetap nyusss. Kami akan membuatnya lagi, tapi adik saya bilang : “Belajar dari pengalaman, sebaiknya kita tak menggunakan susu supaya sup krim tak pecah seperti kapan hari. Atau kalau mau, pakai taktik ibu kita; matikan api, lalu masukkan susu”.

Saya bilang: ” Tapi aku pernah bikin sup krim sukses, tanpa mengecilkan api, dan tetap menggunakan susu. Aku harus cari tau bagaimana caranya supaya aku bisa membuat seperti itu karena aku lupa caranya. Aku tak mau matikan api. Nanti kalau susu dimasukkan setelah api dimatikan lalu sup nya jadi lebih encer gimana? aku tak bisa mengentalkannya lagi kan?”

Kami berdebat cukup lama dan adik saya itu kelihatan kesal sekali dengan “ngeyel”nya saya yang tetap “ambil resiko” sup krim pecah lagi karena saya bersikukuh tetap memakai susu dan “mencoba trik baru” supaya susu tak pecah seperti dulu. Adik saya pikir, saya hanya buang2 waktu dan tak mau belajar dari pengalaman sendiri atau dari pengalaman ibu kami. sementara saya pikir: mumpung saya sedang mau bikin sup krim, jadi saya ingin bereksperimen teknik baru  membuat sup krim bebas dari ‘pecah susu’. Kapan lagi kalau tak sekarang? dan saya sangat siap dengan resiko gagal!!!

Dan begitulah; dengan santai saya melakukan tahap demi tahap sampai pada tahap harus memasukkan susu cair, tiba2 adik saya menahan saya dan mengambil mangkuk, “Tunggu,  aku mau minta semangkuk. Aku tak kuasa melihat sup yg cantik ini tiba2 dihiasi susu pecah”. Saya tersenyum sambil menyuruhnya memenuhi mangkuk kecilnya.

Dengan lega, adik saya bilang “Oke, boleh masukin susunya”. wajahnya nampak sudah siap melihat “kegagalan” saya yg kedua :D.

Saya mengecilkan api. Menunggu beberapa saat… dan berdoa “bismillah” kemudian susu cair saya masukkan pelan2 ..terus…terus…terus…. sambil mengaduk. Sudah 500 cc masuk susunya dan belum terlihat tanda2 “susu pecah”. Adik saya menunggu, saya menunggu. Kami diam: tegang. Saya membesarkan api , adik saya melotot lebih tegang. Lalu karena sup agak cair, saya malah menambahkan tepung terigu lagi untuk membuatnya lebih kental.

Tak ada tanda2 gagal. Sup mulus tanpa cela sampai kembali mendidih dan saya akhirnya mematikan api karena sudah matang dan siap disantap.

Adik saya tersenyum lega dan menjabat tangan saya ” Selamat!!! Anda berhasil!!! Dan aku jadi nyesal ngambil semangkuk itu karena sup jagung selalu lebih lezat kalau pakai campuran susu”

Saya cuma tersenyum dengan perasaan lega. Curiousity saya terjawab sudah dan saya menjadi tahu bagaimana membuat sup krim jagung mulus tanpa susu pecah!

Saya pikir, kalau saya mengikuti karakter adik saya yang banyak pertimbangan itu pada saat2 seperti ini…. saya tak mendapatkan sup krim jagung lezat dan trik baru membuat sup krim smooth :D. Dan pada saat2 seperti kasus ini, sikap adik saya yang ragu2 malah seperti “booster” yang membuat saya semakin nekat memenuhi rasa penasaran saya.

Saya tak tahu dimana cocoknya libra dan gemini… tapi kenekatan gemini kadang2 ‘ternyata’ diperlukan untuk menghasilkan “sesuatu yang baru” ntah itu merugikan atau menguntungkan. Dan libra banyak memberi sumbangan pertimbangan dan booster meskipun tetap tak punya kuasa untuk “mencegah”. 😀

ImageLa

Advertisements