Keajaiban2 kecil itu ternyata berseliweran di sekitar kita kalau kita mau sedikit memberi ‘perhatian’, dan ini terjadi pada saya di hari ke 5 ramadan kareem 🙂

Sebisa-bisa saya, saya ingin menjadi “penjual” secara Islam atau dagang secara Islam. Dan karena bidang saya adalah membuat kue, sebisa mungkin bahan2 yang saya pakai berlabel halal, dan sebisa mungkin timbangannyapun pas sesuai dengan yang “dipromokan”.

Jadi begitulah, ceritanya setiapkali saya harus memenuhi toples dengan kukis lebaran, saya merasa tegang. Yup tegang. Kalau isi toples kurang 1 biji kukis saja, maka isinya tak terlihat padat, penuh dan rapat. Mau saya, kukis yang saya jual itu, yang saya packing di dalam toples 1/2 kiloan, ya harus mencapai berat 1/2 kilo itu (kecuali kukis yang ringan seperti kukis sagu). Nah biasanya untuk mencapai timbangan yang sesuai dengan toples (1/2 kilo) kukis harus ditata rapat jadi yang masuk bisa banyak. (Orang dagang boleh2 saja melakukan apa yang mereka mau selama yang beli tidak merasa keberatan, seperti pakai cup2 kertas sehingga kepadatan toples berkurang, atau memakai toples yang bentuknya cekung dibagian dasarnya sehingga kukis terlihat penuh tapi otomatis timbangannya berkurang), tapi saya tak suka melakukan itu.

Kemarin saya membuat kukis keju. Seperti biasa, saya menatanya dengan tegang. Dan, JLEB, leganya ketika kukis terakhir masuk di toples kedua, dengan posisi pas!!! Dua toples penuh, kukis rapat, timbangan pas! tak tersisa satupun kukis untuk saya icipin 😛

Lalu saya bilang pada yang pesan: semoga kukis2 yg saya buat sesuai resep bisa berkenan rasanya, karena saya tak bisa ikut nyicipin :). Satu resep kukis keju misalnya, hasilnya pas menuhin 2 toples 1/2 kiloan tanpa sisa satu biji pun!!!

Meskipun demikian saya sebetulnya sedih kalau tak bisa nyicipin, karena saya kan harus tau rasa kukis yang saya jual itu. Apa keasinan? apa kurang matang? apa kurang manis? dan lain2. Meskipun ngikutin resep, tapi kadang2 hasilnya bisa berbeda-beda.

Jadilah tadi malam, saya berdoa sungguh2 supaya kukis keju yang akan saya buat lagi hari ini bisa bersisa satu butirrr saja untuk saya cicipin. Saya pun menggantungkan harapan padaNYA 🙂

Resep yang saya pakai masih resep yang sama dengan kukis keju kemarinnya. Ukuran dan takaran semuanya sama. Bahkan bentuk dan susunan di tray nya pun sama dengan yang kemarin. Saya membatin dalam hati : sepertinya tak akan ada sisa kukis lagi untuk saya icipin hari ini. Jangan2 malah kurang 1 atau 3 butir. Sigh 😦

Tibalah acara yang di tunggu2: ngisi toples, dan seperti biasa: tegang. Saya ngeri kukis berkurang 3 biji 😦 . Tapi apa yang terjadi kemudian?, saya sudah memenuhi 2 toples 1/2 kiloan dan ada 9 butir kukis keju yang tersisa di tray!!! HAH? saya amati toples2 yang sudah penuh itu ; mencari celah2 yang mungkin terlewat oleh saya sehingga menjadi longgar. Tapi meski saya berusaha menjejalkan sisa kukis2 itu, saya tak bisa;  dua toples itu sungguh2 telah penuh!! dan padat!! saya tak bisa menambahkan apapun lagi bahkan walau cuma 1/2 potel kukis keju!! SubhanAllah!

Saya duduk dengan perasaan lega memandang 9 butir kukis keju cantik yang telah dipersiapkanNYA untuk saya cicipi :). Bagaimana mungkin dengan ukuran yang sama, saya bisa mendapatkan lebih 9 butir seperti itu? Paling tidak 1 saja harusnya :D, tapi saya dapat 9 kukis. Alhamdulillah.

Keajaiban2 kecil seperti ini saya yakin selalu DIA berikan pada kita, hanya saja kita sering tak peduli atau memang tak peka. Kita terlalu sibuk meminta dan tak pernah sadar bahwa tanpa kita mintapun DIA telah banyak  memberi  jauh lebih baik dari yang kita minta itu sendiri.

Belajar sesuatu dari kejadian kecil ini….

6184ddcbc26c30ccd6845d49bac90319

 

 

Advertisements