Kondisi di mesir memaksa saya untuk tau lebih jauh soal ‘syiah’ karena mendadak kepala saya dipenuhi pertanyaan besar: apa dan bagaimana syiah itu? bagian dari islamkah ajaran2 yang mereka anut?

Bukan bermaksud untuk “resek” (meskipun mengulik masalah ini saya pikir jauh lebih membawa manfaat daripada ngerumpi gak jelas dengan sesama ibu2 lalu nggosipin orang……beuuuh)

Sebagai orang yang beragama dan diberi ‘akal’ untuk melihat mana yang baik dan mana yang salah, pertanyaan itu muncul di benak saya karena setahu saya agama saya tak mengajarkan hal2 yang mereka lakukan.. kekejaman2 yang mereka eksekusi pada saudaranya sendiri ; termasuk pembakaran dan penyembelihan anak2 dan wanita2 muslim.

Yang saya tahu agama saya mengajarkan hidup bersahaja penuh cinta kasih dan sayang pada sesama muslim, tapi kenapa? kenapa saya tak melihat itu pada mereka? kenapa? lalu siapa mereka? mereka yang mengaku-ngaku Islam itu apakah Islam yang sesungguhnya dan sebenar-benarnya? Lalu kalau saya yang muslim ini juga se-‘Islam’ dengan mereka kenapa nurani saya meradang melihat kejahatan mereka? mengapa saya tak bisa diam melihat apa yang telah mereka lakukan pada saudara2 semuslim ‘kita’ itu? Mengapa saya bisa meneteskan air mata melihat mayat2 kaum Nabi Muhammad PBUH bergelimpangan mati menyayat hati karena dibunuh oleh “saudaranya sendiri?” tidakkah saudaranya sendiri itu punya hati untuk meneteskan air mata seperti saya saat mereka melakukan kebiadaban itu? Itukah yang namanya “saudara seiman?”

Jujur… saya tak akan mampu memberi “blessing” pada kejahatan yang mereka lakukan walaupun mereka berdiri sama dengan saya dibawah bendera Islam. Tidak sampai saya menemukan fakta bahwa mereka memang melakukan itu sesuai dengan Al Qur’an Nur Karim!!!! TIDAK sampai saya menemukan kebenaran yang dikuatkan dengan firmanNYA bahwa yang mereka lakukan itu adalah yang seharusnya dilakukan oleh umat Islam!!!

Daripada memberi “Blessing” pada setan2 berkedok Islam, saya lebih baik mendoakan saudara2 saya yang nyata “teraniaya” oleh iblis2 laknatullah yang memakai banyak “topeng”!!! Termasuk bertopeng agama fitrah saya sendiri!!!

Saya bukan nabi… saya bukan ulama… saya hanya seorang manusia berhati nurani, seorang wanita biasa, dan seorang ibu; tapi saya mampu merasakan “ada yang salah” dengan semua kejadian itu. Saya mampu merasakan ada yang tidak benar dengan segala yang sedang menimpa saudara-saudara seiman saya.

Orang boleh bicara ini itu… menjelaskan ini itu…. tapi nurani saya bilang: “there’s something wrong” … Agama saya adalah agama penuh damai… adalah cinta…adalah ketenangan… Agama saya bukan keberingasan dan ketidakpedulian.

Orang boleh bilang saya “mau tau banget” atau lalu menjadi “sok tau banget”, tapi saya lebih tak suka membiarkan diri saya dalam “pertanyaan2 penuh ketidaktahuan” dan membiarkan diri saya “buta” sementara saya difasilitasi untuk mencari pengetahuan setinggi bintang olehNYA! No! Tak peduli seperti itu bukan saya!

Dan saya masih terus mencari kebenaran2 itu… no one can ever stop me !!!!

ImageThe Fin

Advertisements