Fave story:

Para pendeta Yahudi merancang suatu persengkongkolan untuk menyingkirkan Nabi Isa. Mereka ingin mengusir Isa dan membuktikan bahwa Isa datang untuk menghancurkan syariat Musa.

Syariat Musa memutuskan untuk merajam wanita yang berzina. Para pendeta Yahudi menghadirkan wanita yang salah yang berhak dirajam. Mereka berkumpul di sekeliling Isa dan bertanya kepadanya: “Tidakkah syariat menetapkan untuk merajam wanita yang bersalah?”. Isa menjawab: “Benar”. Mereka berkata: “Ini adalah wanita yang bersalah.” Isa memandang wanita itu dan iapun melihat para pendeta Yahudi. Isa mengetahui bahwa para pendeta Yahudi lebih banyak kesalahannya daripada wanita tersebut.

Para pendeta menunggu jawaban Isa. Jika ia mengatakan bahwa wanita itu tidak berhak dibunuh maka berarti ia menentang syariat Musa, dan jika ia mengatakan bahwa wanita itu berhak dibunuh maka ia justru menghancurkan dirinya sendiri yang membawa syariat cinta dan toleransi.

Nabi Isa memahami bahwa ini adalah persengkongkolan. Beliau tersenyum dan wajahnya nampak bercahaya. Kemudian beliau melihat para pendeta Yahudi dan wanita itu sambil berkata: “Barangsiapa diantara kalian yang tidak memiliki kesalahan maka hendaklah ia merajam wanita itu”.

Nabi Isa menetapkan peraturan baru, bahwa: Hendaklah orang yang tidak berbuat salah menghukum orang yang salah dan tidak berhak seorangpun dari kalangan manusia untuk menghukum orang yang bersalah jika ia sendiri bersalah, tetapi yang menghukumnya adalah Allah SWT Yang Maha Suci dan Maha Tinggi, dan Yang Maha Pengasih diantara yang mengasihi…

download (2)

Advertisements