Saya makin lama kok makin empet dengan model2 jilbab sekarang. Bukan jilbab syar’i katanya.

Banyak melihat di foto2 temen2 yang berkumpul2 sesama pejilbab yang di upload di jejaring sosial, modelnyaaaaa…. wuiiiiiih tring tring, blink blink, gebyar gebyar GUBRAAAK!!

Maafkan saya kalau tak kuat menilai, atau tak kuat tutup mulut, atau tak kuat tak komen dengan penampilan ala swara mahardika itu.

Sejarahnya kenapa sih wanita itu di ‘ajak’ menutupi diri dari pandangan yang bukan muhrim? bukankah supaya “tak menarik perhatian” sehingga diharapkan membantu “menyelamatkan” wanita dari pandangan atau pikiran yang gampang di setanisasi?

Kembali pada alasan murni perintah supaya wanita berhijab; untuk apa? sama seperti tentara yang pakai baju loreng berwarna hijau di padang rumput hijau…. sama seperti bunglon yang merubah warna diri… bukankah semua demi keselamatan semata?

Lalu kenyataannya bagaimana? wanita2 itu dibalik hijabnya malah berlomba-lomba menarik perhatian. Entah perhatian sesama wanita, entah perhatian dari lawan jenis? saya gak ngerti dan gak pasti. Yang jelas; niat mereka “dandan” habis2an dengan hijab yang melilit-lilit gak karuan itu saja sudah memastikan mereka tampil untuk menarik perhatian, menjadi hot spot, an eye catching. Dengan alasan fashion, dengan alasan keindahan, mereka mengenyampingkan alasan yang sebenar-benarnya. Lalu apa bedanya dengan yang tak jilbaban?

Belum lagi dengan wajah yang dihias supaya cantik tiada tara… menjadi rupawan dengan bibir merah merekah; tapi tidak di depan suaminya, lalu untuk apa?

A0lWaF4CUAAMSLA