Mercy

Saya sempat ‘patah hati’ kalau mendengar dakwah orang2 yang menjadikan “neraka” sebagai senjata menakuti saya. Saya pikir, kalau Tuhan menciptakan neraka hanya untuk memasukkan saya kedalamnya, Tuhan itu jahat. Seumur-umur saya dibayangi neraka, dan saya pikir, sekali neraka tetap neraka, sekali terpilih jadi pendosa tetap pendosa.

Darimana pemikiran2 itu datang? ya dari para pendakwah!!! Lalu saya tak berhenti mencari jawab bahwa Tuhan tak sejahat yang saya pikir. Dan saya menemukan beberapa pendakwah yang membuka hati saya selebar samudra dan menarik tali harapan saya setinggi langit, atas rahmat dan rahman Tuhan.

Mereka membangkitkan keinginan saya untuk mengambil kesempatan kedua, ketiga, keseratus dan kesejuta untuk menjadi baik. Selama belum menutup mata, selama itu pula Tuhan, ternyata, membuka pintu maafNya.

SubhanaaAllah…