4cc1b58764dbac86950acf3502cbc678

Kalau saja wanita itu tahu bless pada kesehatan badannya (jika dibandingkan dengan orang2 yg menghuni rumah sakit dengan biaya jutaan), bless pada keamana negaranya ini (jika dia mau membaca dan membandingkannya dengan tanah Syam), rejeki baju2nya yang selemari (kalau dia bandingkan orang2 papa dengan pakaian penuh lubang), rejeki pangannya (jika dia mau sedikit melihat anak2 syiria yang mengais tanah hanya untuk remah roti yang berceceran), rejeki udara (jika saja dia mau ingat bagaimana pesakitan dengan tabung oksigen yang harganya jutaan?) serta rejeki air yang melimpah ruah (remember Afrika?), tentu dia tahu caranya menguasai kehidupan ini dengan penuh rasa syukur.

Dia kira adalah hal yang sepele jika dia mampu berjalan normal dengan kedua kakinya?, dia kira juga adalah sesuatu yang mudah berdiri diatas dua betisnya itu?. Bukankah bisa saja kedua kaki itu lumpuh atau kedua betis itu diamputasi?

Dia kira tertidur lelap diatas tempat tidur yang empuk adalah sebuah siksa? apa dia lupa begitu banyak orang2 yang susah tidur karena penyakitnya? Dia kira makanan dan minuman yang bisa dia santap sesukanya itu bukan karunia; apa dia lupa begitu banyak orang yang susah makan dan minum karena sakit?

Wanita itu harusnya tak berpikir soal harta karun kecintaan dan angan2nya kalau dia tau betapa ALLAH tak membuatnya tuli atau buta. Tak membuat kulitnya terkena lepra atau borokan. Dia diberi otak yang sehat sehingga terhindar dari kegilaan yang menghinakan.

Coba wanita itu ditanya; apa mau dia menukar matanya dengan mobil mahal seperti yang dia inginkan selama ini? apa dia mau menukar pendengarannya dengan emas sebukit? atau menukar tangannya dengan perhiasan2 sekarung-karung dan rela menjadi buntung? Ask!

Bukankah wanita itu sebetulnya ada dalam kenikmatan tiada tara dan kesempurnaan raga tapi mengapa dia tak menyadarinya?

Dia memikirkan sesuatu yang tak ada, sehingga lupa mensyukuri yang ada.

“Dan pada dirimu sendiri. Maka, apakah kamu tidak memperhatikan?”

(QS. Adz-Dzariyat:21)

“Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya”

(QS. An-Nahl:83)

 

La Tahzan

 

Note: Dan kau…. apabila kau rela dengan semua ini, maka kau akan mendapatkan kerelaan itu, tapi apabila kau benci dengan keadaan ini maka kau akan mendapatkan kebencian itu.