Teman2 dan banyak orang yang saya tak kenal tau banget saya mendukung capres yang mana. Tentu saja dari postingan2 saya di akun2 jejaring sosial saya. Saya sendiri tak suka membaca postingan2 politik terlebih-lebih yang menyudutkan capres usungan saya.Itu sebabnya untuk sementara ini saya puasa melihat home stream saya. Takut terbakar api lalu malah jadi malu2in. Kalau saya harus melihat status kawan2, saya melihatnya langsung di wall mereka. Meski tak melihat home stream, saya tetap tak bisa menolak hasrat untuk berkampanye. Paling tidak, kalau memang capres yang saya unggulkan tak menang, orang tau saya sudah berjuang mendukungnya. 

Lucunya, saya perhatikan, banyak teman yang sepanjang saya ber ‘kampanye’ menjadi gerah dan marah. Ngakunya bukan karena judul postingan saya, karena memang saya tak pernah menghujat dengan kejam dan kasar, tapi karena debat yang mengiringi postingan saya itu. Debat antara pendukung capres A dan capres B. Yang membuat suasana tambah panas adalah karena setiap kali postingan saya di komentar orang, statusnya di stream kawan naik menjadi yang paling atas. Begitu terus berulang-ulang. Mereka yang membaca, mengaku ikut panas hati dengan komentar2 yang muncul meskipun mereka yang panas hati itu tak memihak siapapun. 

Beberapa pendukung saya lebih banyak memilih aksi diam dan ‘like’ daripada memback up saya ketika diserang kubu lawan. Hahahaha. Saya perhatikan juga tak semua kawan yang saya tahu senada dengan saya berani mem-posting postingan2 berbau politik. Alasan mereka: situasi politik sudah sangat panas; they can’t stand the heat! 

Saya sendiri sudah banyak menerima protes saudara atau kawan supaya berhenti berkampanye karena suhu politik yang sudah tak sehat lagi. Tapi semakin dikekang, semakin saya penasaran menunjukkan kenapa saya memilih si B. Saya pikir, saya sudah di “hide” pasti dari stream kawan2 yg gerah dengan postingan2 politik saya. Lucunya bermunculan orang2 yang saya tak kenal.. yg me ‘like’ postingan saya. Atau orang2 yang jelas bersebrangan dengan saya  yang ujuk2 me-like postingan saya. Ada kawan yang rajin me-like postingan politik saya, tapi ketika saya pakai kacamata dan memperhatikan pp barunya, rupanya saudara;  dia memihak capres yang tidak saya dukung. 😀 Lucunya lagi, saya harus hati2 terhadap pujian karena kalau pujian itu datang dari pihak lawan, bisa berarti sindiran hahahahaha

Permintaan pertemanan juga bertambah disamping aksi “unfriend” beberapa kontak :D. But it doesn’t matter at all. I do what I want.. I do what I like… so do they….

Tapi sejalan dengan pesan Pak Jokowi supaya santun berkampanye dan sejalan dengan karakter saya juga, semua debat diakhiri dengan sopan. Tak ada sakit hati, kawan tetap kawan, saudara tetap saudara. Bagaimanapun perbedaan pikir dan perbedaan pendapat itu sah.

 

 

Image

 

😀

 

Advertisements