Saya membaca cerita ini ntah dimana, tapi cukup berkesan dan tergores dalam di ingatan saya.

Ini soal seorang alim yang ingin menguji masalah rejeki.

Tiba2 dia memutuskan untuk masuk ke dalam sebuah gua yang terpencil. Lalu duduk disana sambil membatin: All rite God, kalau benar rejeki itu KAU yang mengatur, coba buktikan padaku dengan cara apa KAU memberiku rejeki?. Maka duduklah dia di gua itu menunggu.

Tiba2 hujan deras turun. Dan tak lama, ada beberapa musafir yang masuk ke gua; berteduh. Lelaki alim dalam gua memejamkan mata dan menolak berinteraksi dengan siapapun. Bahkan ketika para musafir menyapa, dia diam saja.

Tak dianya musafir2 itu mengeluarkan perbekalan mereka, dan menawarkannya pada si alim. Roti, buah2an, susu dan kurma mereka coba sodorkan pada lelaki alim dengan ramah tamah. Tetapi rapat lelaki itu mengatupkan mulut dan matanya.

Sampai akhirnya seorang musafir mencoba mencungkil mulutnya dengan pisau supaya lelaki alim mau memakan makanan yang mereka tawarkan, lalu terbahaklah lelaki itu.

“Masyaa Allah….. begini caranya KAU tunjukkan caraMU ya Rabb…” dia tertawa dan menikmati rejekinya dengan riang gembira bersama-sama para musafir….

 

625be77b_069730_f5bc13524470-post