Usually kita kadang gak tau potensi kita apa sampai orang lain harus memberi tahu. Kadangkala juga kita gak tau kelemahan kita apa sampai orang lain harus mengingatkan. But, beberapa orang menganggapnya sebagai intervensi, sebagian lagi menerimanya dengan baik, sebagian setengah2; antara merasa di ganggu dan diingatkan.

How we react? Gak tentu. Kadangkala tergantung mood. Ekstrimnya lagi, saya malah merasa reaksi kita bahkan ditentukan olehNYA. Tapi ada yang benar2 mewakili diri kita sendiri diluar reaksi yang tampak mata: hati.

Dan hati itu bisa ditenangkan ketika mengalami panik karena tak suka, bisa juga dibiarkan menjerit-jerit. Itu semua ada di tangan kita, ada dalam kuasa kita. Yes, Allah itu sang pemilik hati. Yes, Allah itu sang pembolak balik hati, tapi semakin kita dekat denganNYA, dan tiap kali kita mengingatNYA, maka kita mampu mengontrol hati sejalan dengan kehendakNYA. Insyaa Allah begitu.

Ketika saya merasa tak suka akan sesuatu, merasa dikritik, di ganggu kesenangan pribadi saya. Merasa ada yang menarik saya dari zona nyaman saya; reaksi saya kesal bukan kepalang. Bawaan mau marah, anak2 kena bentakan, mau ngapa-ngapain juga ; enggak aja deeeh. Really terganggu. But, begitu mengingatNYA , hati itu bisa ditenangkan. Ketika hati tenang, maka tindakanpun in control.

Benar bahwa mikir itu pakai hati; bukan otak. Otak itu urusan hardware, sementara hati itu urusannya software. So how? ya mencari ketenangan….

How?

Maksa!

Maksa dengar ceramah, maksa dzikir, maksa buka Qur’an. Maksa!! Tapi Maksa itu sejenis “react”, hatinya niatnya sudah baik: mencari ke-te-na-ngan. Thats it. Ingat2 saja quote2 yang berpendar banyak di internet tentang “betapa pentingnya niat itu” tentang “orang itu dilihat dari niatnya”. Apa yang terjadi kemudian?

You’ll be amazing!

Sesuatu yang dipaksakan tapi dengan niat yang baik, bukan kesalahan. Sebaliknya sesuatu yang dilakukan dengan senang hati dengan niat yang tak baik: big! huge! mistake!. Gak percaya? well… you should believe thoug. Ada yang berbeda dengan perasaan hati ketika niat mengawali segalanya. Dan hati adalah satu2nya benda yang tak bisa berbohong. Once you do right; you feel so fine, and once you do bad, you feel mess.

And once again… find peace when you feel not good dengan cara “maksa” do the right thing. Paksa!

Lillahi Ta’Alla… manjadda wajadda

8e2900ae3bb478071a42fedec30f6a23

Advertisements