Saya masih ingat obrolan antara saya, bapak saya dan adik saya tentang ramalan Jayabaya soal presiden ke-7 Indonesia; saat itu sedang panas2nya situasi kampanye pilpres. Saya di depan laptop, adik saya di depan tabletnya. Kami sama2 memantau berita dari internet, mencari sumber2 dan cek ricek kebenaran berita. Kami tak suka berita2 yang sumbernya tidak jelas atau situsnya anonim karena menghindari tanggung jawab. Tapi soal ramalan Jayabaya itu, kemana-mana isinya sama.

Benar kami bertiga pendukung Jokowi saat itu, tapi semua ciri2 satrio piningit kami coba analisa untuk keduanya; Prabowo dan Jokowi. Bukannya subjektif, tapi semua ciri2 itu mengarah pada Jokowi. Paling tidak kami bertiga menyimpulkannya begitu.

Sesudah membicarakan ramalan, kami memutuskan untuk jangan percaya ramalan kalau tak mau dibilang sirik. Cukup asal tau lalu forget it lah.

Tapi kemudian kemarin pagi saya membaca artikel yang saya coba cuplik sebagian isinya dari news.merdeka.com :

Ratusan arwah makhluk halus turut mengawal Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menuju Istana Negara. Menurut Sara Wijayanto, mereka seperti menggunakan baju kerajaan dan ageman resmi layaknya pengawal.

Pengawal-pengawal dari dunia lain tersebut terus berada di sekitar Jokowi. Termasuk di sekitar kereta kencana yang ditumpangi bersama wakilnya, Jusuf Kalla.

“Pas beliau diarak itu ada pendampingnya, bajunya kerajaan dan ageman resmi. Seperti memang acara resmi mau pelantikan raja. Ini seperti blessing ya, didampingi dan diberkati,” kata Sara Wijayanto. 

————————-

Arak-arakan kereta kencana Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dari sepanjang Bunderan HI hingga Istana Negara dibanjiri lautan manusia. Tak hanya itu, ratusan makhluk halus juga turut berbaur dan membuat barisan menghantarkan Jokowi-JK menuju singgasananya.

“Percaya nggak percaya, tapi aku lihat di belakang pendamping Jokowi – Jusuf Kalla itu ada juga ratusan yang ikut (makhluk halus),” kata Sara Wijayanto.

Para pengawal tak tampak itu, kata dia, tidak hanya di sekitaran kereta kencana melainkan mengular di belakangnya. Mereka seolah melindungi dua pemimpin negeri ini untuk menuju singgasananya. Ratusan makhluk halus itu mengenakan baju kerajaan dan ageman resmi layaknya pengawal.

Mereka mengular di belakang kereta kencana yang ditumpangi Jokowi-JK. Pengawal-pengawal makhluk halus itu seakan melindungi dua pemimpin negeri ini untuk menuju singgasananya.

————————-

Saya langsung menyambar HP dan meng-sms adik saya. Karena seingat saya dari sekian ciri2 satrio piningit yang disebut Jayabaya ( sederhana, tidak cinta harta, kerakyatan, adil, berjiwa begawan, hanya bersenjata trisula weda: jujur, lurus, bersih, dan lain-lain) ada satu hal yang sempat kami pertanyakan; satrio piningit itu memiliki pasukan yang tak kelihatan mata. Saya ingat saya bilang begini pada adik saya; ” Apa ini maksudnya dia dikelilingi malaikat?”. Mungkin karena saya terlalu sering membaca keajaiban tentara2 mujahid di negeri Syam (sering dibantu pasukan malaikat). Adik saya angkat bahu… “Bisa jadi gumamnya setengah percaya setengah tak percaya.

Adik saya membalas sms saya yang memberitakan artikel itu dengan satu kalimat panjang : Ooooooooooooooh Myyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyy Goooooooooooooooooooooooodddddd!!!!.😀. Adik yang lebay sekali😀

Tapi kemudian dia menyambung dengan kalimat yang membuat semuanya bisa jadi masuk akal: ” Aku ingat nabi Sulaiman yang pasukannya meliputi semua mahluk”. Saya jadi ingat lagi artikel ini :

Kelak akan datang seorang “Ratu Adil” atau Satrio Piningit yang akan membawa keadilan dan kesejahteraan serta mengangkat derajat dan martabat manusia (versi Jayabaya). Akan muncul pemuda pilihan Tuhan dari tanah suci yang menaklukkan bumi di seluruh bagian barat dan timur (versi Nostradamus). Akan hadir keturunan Nabi yang nama dan gelarnya seperti Nabi yang menerangi bumi dengan keadilan. Kerajaannya menyerupai Nabi Sulaiman dan Iskandar Zulkarnain (versi Hadeis). ( lengkapnya : http://www.indospiritual.com/artikel_misteri-satrio-piningit.html#.VEdMdFw6eUM)

Saya tak ingin mendewakan siapapun dalam hal ini tidak juga Pak Jokowi karena beliau tetaplah manusia biasa meski dengan banyak kelebihan yang tak dimiliki oleh banyak manusia biasa. Cara2 yang beliau tunjukkan dalam mencairkan panasnya suasana politik, atau ketegangan2 yang terjadi menunjukkan “kebegawanan” beliau. Dan keyakinan beliau yang kuat soal TAKDIR membuat saya yakin, in syaa Allah, sejauh ini nalar saya menganalisa hal yang sebenarnya. Bukan karena saya subjektif🙂

356