Sesungguhnya ketika mati sedikit yg disisakan untuk jiwa mu karena ruh sucimu telah menanggalkanmu.
Kau hanya merasa “pernah” tapi ingatanmu tak seperti pentium 2core lagi. Ibarat pohon, memorimu tercerabut hingga akar2nya. Kau hanya merasa “pernah”

Bisa jadi 1 atau 2 orang-orang yang pernah sangat, sangat, berarti dalam hidupmu disisakan maknanya utk rasa sesalmu. Sesal tak lagi melihat mereka. Itu saja! Selebihnya hampa membuatmu linglung.

Sesungguhnya kematian itu mematikan semua nikmat indramu tapi menyisakan rasa “pernah” supaya kau rindu pada kemampuan sempurna manusia yg menjadi perlengkapanmu sepanjang usiamu. Rasa “pernah” itu akan menyiksamu dalam kehampaan yang dalam.

Sesungguhnya kematian itu hanya menyisakan satu jenis rasa saja untuk hatimu : rasa sesal.

Sesal pada mengapa tak lebih kasih? Sesal pada tak lagi bisa ibadah, sesal pada terbuangnya waktu percuma, dan tak termanfaatkannya detik detik kesempatan yang dulu tak pernah kau hirau dan setelah kematian menjadi yang paling berharga.

Sesungguhnya kematian itu menghantarmu pada penantian panjang kelam, abu-abu, sunyi, hampa, kosong dan tak menentu.

Sesungguhnya kematian itu adalah lawan dari kehidupan. Seperti ketika siang membawamu pada malam, seperti ketika terang membawamu pada gelap, atau ketika warna warni membawamu pada hitam putih.

Sesungguhnya kematian itu merindumu melebihi rindumu pada kekasihmu….

Kau sanggup menghadapinya?

Today you woke up and washed yourself, one day you will be washed. Today you prayed, one day you’ll be prayed on. Today you walk and choose where to go, one day they will say: “Take him/her to the grave”. Today you dressed yourself, one day you will be dressed with a single white sheet. Today you are walking on the earth, one day the earth will cover you. For some people their day was yesterday, for others it will be today, for us it will be sooner or later.

 

d90ce20c663ac7f727d34c6f999bde75

 

 

a64ad545054ba4b445717eb4e8fd58ac

Advertisements