10846345_912687785410680_3883376733861885679_n

Ada apa dengan Islam? tiba2 perbedaan yang membingungkan muncul dimana-mana, tiba2 terjadi pengelompokan-pengelompokan yang meng-klaim dirinya paling benar dan paling mendekati Islam.

Setau saya, sedari saya kecil, Islam itu satu; tak ada syiah, tak ada sunni, tak ada wahabi, tak ada salafi, tak ada sufi, tak ada LDII, tak ada ISIS, tak ada ikhwanul, tak ada sekuler, dan lain-lain, tak ada. Islam itu satu.

Saya pernah dengan rendah hati minta dijelaskan apa ajaran islam yang wahabi itu? dan apa yang salafi itu? dan saya tak melihat perbedaan hakikinya, tapi mengapa masing2 pengikut dua aliran itu saling mencela dan saling merasa paling benar? Kesalahan itu ada dimana? apakah persepsi?

Islam tiba2 berbuih-buih…. buih yang bercampur sampah. Seperti ombak pantai yang memecah karang, membawa buih sampah, yang sama sekali tak ada gunanya. Esensi kehebatan air, tertutup oleh buih2 sampah yang ntah sampai kapan akan dipertahankan sekotor itu.

Jaman ini sudah mendekati ajalnya. Banyak tanda2 yang bermunculan yang sudah diramalkan sejak jaman ayat2 Qur’an diturunkan.

” Maka bahawasanya siapa yang hidup (lama) di antaramu niscaya akan melihat perselisihan (faham) yang banyak. Ketika itu pegang teguhlah Sunnahku dan Sunnah Khalifah Ar Rasyidin yang diberi hidayah. Pegang teguhlah itu dan gigitlah dengan gerahammu.” (Hadis riwayat Imam Abu Daud dan lain-lain. Lihat Sunan Abu Daud juzuk 4, muka surat 201)

Akan keluar suatu kaum akhir zaman, orang orang muda yang bodoh fikirannya. Mereka banyak mengucapkan perkataan “Khairil Bariyyah” (Maksudnya firman-firman Tuhan yang dibawa oleh Nabi.) Iman mereka tidak melampaui kerongkongan mereka. Mereka keluar dari agama sebagai munculnya anak panah dari busurnya. Kalau orang-orang ini berjumpa denganmu lawanlah mereka” (Sahih – Imam Bukhari)

Dalam hadits yang lain, Imam Bukhari (nomor 6421) dari Shahabat Abu Said Alhudzri, Waktu itu baru selesai perang hunain, Rasulullah SAW membagi ghanimah (harta rampasan perang). Tiba2 datang Abdullah bin Dzil Huwashirah, dari bani Tamim dan berkata “I’dil ya Rasulallah”, berbuat adillah ya Rasulallah. Menurut riwayat Abdur Rahman bin Abi Nu’min, malah “Ittaqillah Ya Muhammad”, taqwalah pada Allah, hai Muhammad. Menurut riwayat Abdullah bin Amr, “I’dil ya Muhammad”. Menurut Imam Hakim, “Ya Muhammad, wallahi lain kaanallahu amaraka an ta’dil maa araka ta’dil”. Demi Allah, engkau telah diperintah adil, tapi kenapa kok tidak adil. Ada juga varian hadits lain, ma araka adalta fil qismah”. Dan Rasulullah SAW menjawabnya, “siapa lagi yang adil kalau aku sdh dianggap gak adil”.Di riwayat lain, Rasulullah SAW sampai sumpah, “demi Allah tak kan kau jumpai setelahku orang yang lebih adil daripadaku terhadapmu”. Demi menyaksikan kedurhakaan orang ini, Sayyidina Umar RA langsung angkat bicara, “biarkan saya penggal leher orang ini”. Dijawab oleh Rasulullah SAW, “Biarkan saja. Sesungguhnya dia nanti punya banyak pengikut, kalau kalian membandingkan shalat kalian dengan shalat mereka, kalian bakal minder. Juga kalau kalian bandingkan puasa kalian dengannya kelihatan kalah. Tapi mereka itu keluar dari agama seakan-akan keluarnya anak panah dari busurnya”. Bahkan saking cepatnya digambarkan oleh Rasulullah SAW, bahwa “Umpama qudzadznya dilihat (oleh pemanah) tidak ada apa-apanya, juga nashlnya (besi ujung panah), rishafnya (tempat masuknya nashl), nadliynya (batang anak panah), tidak ada bekas apa-apanya. Begitu cepatnya hingga tak ternodai oleh kotoran dan darah (si hewan buruan itu, waktu menembusnya).

“Tidak akan datang hari kiamat sehingga Allah mengambil orang-orang yang baik dan ahli agama (para ulama, pen.) di muka bumi, maka tiada yang tinggal padanya kecuali orang-orang yang hina dan buruk yang tidak mengetahui yang makruf dan tidak mengingkari kemungkaran. (Ahmad)

“Di antara tanda-tanda semakin dekatnya kiamat ialah dunia akan dikuasai oleh Luka’ bin Luka’ (orang yang bodoh dan hina). Maka orang yang paling baik ketika itu ialah orang yang beriman yang diapit oleh dua orang mulia” (Thabrani)

” Mendekati hari kiamat akan terdapat berbagai macam fitnah laksana bagian malam yang gelap gulita. Kala itu seorang menjadi mu’min di pagi hari, berbalik menajdi kafir memasuki sore  hari. Dan menjadi mu’min di sore hari, berbalik menjadi kafir memasuki pagi hari. Orang orang pun akan menjual agamanya dnegan harta benda mereka” ( HR Tirmidzi)

“Sesungguhnya Islam permulaan (datang) keadaan asing dan akan kembali asing. Maka berbahagialah bagi mereka yang (dianggap) asing. Mereka bertanya : “Wahai Rasulullah, siapakah mereka (yang dianggap)asing itu ? Beliau menjawab : orang-orang yang berbuat baik di kala rusaknya manusia”. (H.R. Muslim). (Note: Islam lahir di jaman jahiliah)

” Maka bahwasanya siapa yang hidup (lama) di antaramu niscaya akan melihat perselisihan (faham) yang banyak. Ketika itu pegang teguhlah Sunnahku dan Sunnah Khalifah Ar Rasyidin yang diberi hidayah. Pegang teguhlah itu dan gigitlah dengan gerahammu.” (Hadis riwayat Imam Abu Daud dan lain-lain. Lihat Sunan Abu Daud juzuk 4, muka surat 201)

Menjadi “asing” ditengah-tengah perbedaan dalam Islam, mungkin adalah jalan yang sebenar-benarnya. Ingat saja keras-keras, bahwa Islam itu lahir dijaman jahiliah untuk membawa kedamaian umat dan memanusiakan manusia. Jadi, kalau kita ikut terjun ke arah jahiliah modern yang banyak mengatasnamakan Islam juga, berhati-hatilah… itu bukan misi perdamaian, bukan misi kemanusiaan……

 

Advertisements