Di tivi tuh tadi membahas soal pria dan wanita, soal suami dan istri. Tapi yang menarik buat saya tuh cuma 1; soal HP suami yang di LOCK paksa supaya gak di kepoin istrinya.

Di awal2 pernikahan rasanya saya sama saja dengan wanita2 lain yang selalu ingin tau aktifitas suami di luar rumah. Dan ketika HP muncul sebagai sebuah kebutuhan dan dimiliki oleh suami, jujur saja sih, rasa kepo itu muncul.

Saya gak berpikir soal saya trust suami atau tidak, karena sejak dulu saya memang susah percaya orang. Kalaupun rasa kepo itu muncul di kepala saya, murni cuma karena pengen tau aja ada apa sih di dalam benda kecil yang selalu dibawa bawa itu?, bukan soal “apakah ada wanita lain ?” Kenapa bukan soal wanita lain?

1. Laki2 itu normal kalo suka ke wanita, jadi selama saya tak terganggu dan tak tau ya terserah aja

2. Untuk apa saya repot2 menjaga laki2 dewasa? kalau dia memang niat nipu saya, dia bisa pakai 1001 cara diluar hp nya itu toh? Jadi percuma saya memagari dia di lingkungan rumah “saja”, karena 5 meter dari pagar, suami sudah milik “umum”. Oh well..yeaah

3. Kalaupun ada sesuatu yang berbau flirt yang saya temui, bukankah itu hanya akan menyakiti hati saja? bukankah itu hanya akan menambah beban kita sendiri saja? padahal flirt itu bukan berarti kiamat, masa depan ada ditanganNYA kok, bukan di tangan saya atau suami. Jadi buat apa cari gara2? mending gak tau dan gak mau tau aja sekalian.

4. Dosa itu ditanggung masing2. Kalo suami berdosa, bukan urusan saya. (Tapi kalau saya berdosa, itu bisa jadi urusan suami lo , ha ha)

5. Saya percaya bahwa kejelekan suami akan terbalas dengan kejelekan istrinya juga meski kejelekan itu di bidang yang berbeda. Karena suami jelek akan dapat istri yang jelek. Sebaliknya, kebaikan suami akan terbalas dengan kebaikan istri meski di urusan yang berbeda.

Itu alasan saya. People don’t know the half of it, but they don’t need to know either…

Jadi gak heran dari sejak jaman pacaran, saya memang sudah menghargai privacy dan kebetulan pasangan saya juga begitu. Dulu gak ada hp memang, tapi saya tak pernah menyentuh-nyentuh barang2 pribadinya seperti dompet, laci mobil, tas, lemari, laci meja, atau apapun itu kecuali memang dimintai tolong untuk mengambilkan sesuatu misalnya. Meskipun barang dia tergeletak tanpa penjagaan di depan mata saya, saya tak akan menyentuhnya. Tidak.

Saya tak pernah trust 100% murni karena saya menjaga hati saya sendiri. Sesuatu yang berlebihan, buat saya tak pernah berdampak baik. Tak ada yang perlu dibesar-besarkan kalau kita tawakal padaNYA. Ya kan?

a04ad681d42c4f54b55ef0e7162f0e47

Advertisements