Ibu saya bilang seperti ini ” Mungkin memang kamu pernah dibawa ke alam barzah” setelah selesai mendengar cerita saya soal mimpi “mati” itu. Saya bilang ke ibu saya; kalau selama ini cuma liat zombi atau hantu2 yang diam mematung, dimimpi itu aku merasakan apa yang membuat mereka seperti itu.

Kematian Olga cukup mengusik perasaan saya. Saya suka pada anak lucu itu. Dari awal dia tampil di lenong bocah, saya sudah suka. Ketika dia tiada dan kedukaan merebak pekat dikalangan keluarga, saudara, sahabat dan fans nya (termasuk saya), saya mencoba flash back ke mimpi aneh saya itu. Apakah Olga merasakan semua kedukaan di dunia atas perginya dia ke alam yang lain? Sebetulnya dia tak pergi dalam artian hilang…vanish like a fog, no. Dia hanya berpindah tempat. Berpindah ke alam selanjutnya, ke the next step of the beggining of the mortality life. Dia sudah masuk ke zona paling awal kehidupan yang abadi. Dan seperti apakah zona paling awal dari kehidupan yang abadi itu rupanya?

Zona yang isinya kehampaan yang dalam, zona yang isinya menunggu tanpa tau waktu, zona yang isinya kekelaman dari sebuah ketiadaan, zona dimana kita hanya merasakan “rasa pernah” yang tak berujung, zona yang dijalani dengan kekosongan jiwa, zona tanpa memori dan rasa apapun selain kehampaan dan rasa sesal akan kurangnya ibadah dan kesadaran penuh bahwa its too late to pray now…… time is out.

Saya gak yakin orang yang sudah meninggal bisa melihat kesedihan apa yang dialami oleh orang2 yang mencintai dia yang dia tinggalkan di bumi, kalaupun dia diberi privilage untuk melihat, itu terbatas dan sangat sempit view nya. Lagipun kalaulah dia bisa melihat, dia tak merasakan apa2 lagi.

Hanya doa yang sampai padanya dalam bentuk cahaya dan rasa damai. Hanya orang2 yang bertalian darah langsung dengannya yang masih bisa diingatnya. Selain itu dia hanya memikirkan sesal akan habisnya waktu untuk berdoa dan terputusnya kesempatan untuk ibadah. Itu saja….

Itu sebabnya saya menjadi percaya kenapa hanya doa yang bisa sampai kepada orang yang sudah meninggal, berikut amal2 jariahnya. Itu sebabnya doa anak sholeh lebih punya power dibandingkan doa siapapun (cukup merugi orang yang tak mau punya anak, orang yang tak mau menikah, dan orang yang gagal mendidik anak sehingga tak ada anak sholeh yang mengirim doa untuknya ketika dia masuk ke alam berikutnya)

Tak ada yang saling mengenal di alam itu meskipun jumlah manusia yang berpakaian putih2 tak terhitung banyaknya. Manusia2 yang mondar mandir seperti zombi, mata kosong, jiwa kosong, semua kosong. Mereka sungguh telah dikosongkan… dan menunggu sangkakala ditiup.

Olga sudah terputus dengan alam ini. Apa yang dilakukan orang atas kepergiannya dia tak lagi tau. Tapi dia seorang yang baik… mungkin dia lebih merasa damai dibanding perasaan saya ketika mengalami mimpi aneh itu. Ketenangan Olga dia dapat dari ibadahnya yang luar biasa, dan kebaikan2nya selama di dunia. Tak banyak yang mestinya dia sesali soal waktu2 yang dia pergunakan selama hidupnya. Dari situlah sumber kedamaiannya. Sementara saya? saya tak tenang karena rasa sesal yang tinggi dari terbuangnya waktu percuma dan lemahnya iman semasa hidup. Itulah siksaan yang paling berat yang saya rasakan saat itu…. siksaan sesal atas terputusnya waktu dan kesempatan, serta terbuangnya waktu dan kesempatan oleh hal2 tak berguna…. yang hanya menjadi sumber siksaan di alam yang berikutnya…..

e7c7d8e022cf009eaf51e306f4339041

Advertisements