Rumpi yang membawa manfaat ternyata ada juga ya.

Seperti tadi malam saya ngobrol dengan temen soal masalah2 yang kami hadapi. Banyak sekali tercetus kata2 : Looooh kok sama sih? atau persiiisss! Hmmm berarti gak kamu aja atau gak aku aja yang ngalami masalah2 typical ya?

Awal2nya, saya pikir cuma saya saja yang beruntung banget dikasih masalah yang buat saya hebohnya kaya kiamat qubro. Ternyata gak cuma saya saja, tapi semua wanita dimuka bumi ini baik yang belum menikah atau yang sudah menikah, semuanya  ampun ampunan kena masalah. I don’t knowlah,  kemaren itu ada sekitar 3 orang yang curhat dan semuanya wanita dan saya berani menyimpulkan bahwa tak ada masalah yang lebih berat atau lebih ringan antara yang satu dengan yang lainnya. Masalah itu disesuaikan dengan kadar keimanan masing2 yang diuji. Semakin tinggi kadar sabarnya ya semakin  berat ujiannya.

Hati-hati berdoa minta sabar, yang ada ntar malah dihantam banyak masalah sehingga menjadi sabar beneran hehehehe. Yang bener  itu adalah minta diberi kekuatan ketika harus bersabar….:D

Jadi yang saya pikir, sayalah yang paling berat masalahnya ternyata masih ada yang lebih berat lagi, dan masih banyak yang lebih berat dari yang lebih berat itu…. diatas langit ada langit laah, dan diatasnya lagi masih ada lagi. Tingkat kesulitan itu ada beberapa tingkatan, dan makin tinggi kesulitannya akan makin besar reward nya… makin besar pula butuh kesabarannya.

Semua sudah ada garis merahnya… dan saya yakin garis merah itu akan tetap merah. Kita tak bisa membuatnya hijau atau ungu. Satu2 nya yang bisa kita rubah2 adalah cara kita melihat masalah. Diatas garis merah itu kita bisa melihat masalah dengan kacamata bening atau buram. Dan nilai yang kita dapat selama menjalani itu semualah yang menentukan kemana kita akan berakhir nanti.

Dan saya dan teman2 saya yang bermasalah selalu sampai pada kesimpulan bahwa nothin we can do kecuali menerima semua dengan legowo and do the best we can…thats it. Menjauh dariNYA hanya akan menggelisahkan, sementara mendekat padaNYA ; menenangkan. Kalau semua hanya soal pilihan tentang kegelisahan dan ketenangan… mengapa masih ragu memilih? Bukankah setiap  masalah sudah disediakan jalan keluarnya?

43135bfada5c952da53021316f89b97a

Advertisements