Kalau ada postingan narsis trus yang like sampai seribuan orang, padahal orangnya biasa aja (really objektif penglihatan), saya suka brasa ketelen kedondong. Saya mah gitu orangnya. Bukan napa2, tapi postingan yang dipikirin berjam jam malah cuma di sukai beberapa gelintir manusia.

Kalau ada postingan narsis yang trus dapat pujian bertubi-tubi meskipun tiap hari di to’ongin narsisnya, saya baca puja puji orang2 yang komen itu sambil ngebayangin wajah pengomen aslinya ber-ekspresi jijay bajai di sbrang sana. Saya mah gitu orangnya. Bukannya sirik. Tapi gak berasa pantes aja, kalau udahlah tiap hari mosting mukanya, tiap hari kudu muji pulak, yg dipuji jadi besar kepala, jadi makin sering posting…. jadi terus terang nyiksa. Gak pantes banget orang narsis nyiksa saya. Saya mah gitu orangnya.

Ada lagi orang yang seperti penjilat. Ke orang yang dia jilat, nyanjung2, giliran ke orang yang dia biasa aja, komennya datar. Keliatan banget ludah jilatannya banyak ke sonoh meleleh meleleh. Orang kayak begini buat saya merasa migren dari kepala sampai jempol kaki. Saya mah gitu orangnya. Saya sendiri tak suka dijilat. Selain menjijikkan, bau “sesuatu” juga, paling gak “kapan traktir makan-makannya?”. Traktir makan, jilatan murahan.

Saya mah gitu orangnya…..

60632e4300842d530e6476da17c97336

Advertisements