Ini cerita adik perempuan saya yang memang sudah super alim dari dulu. Kejadian yang menguji kesabarannya sudah berkali-kali dia lewati dengan sukses, dengan cara mendekatkan diri kepadaNYA; dari sejak serangan WTC di Amerika, dipisah dengan suaminya oleh FBI, diselundupkan ke Indonesia dengan anak2nya yang masih bayi, dan menjadi pelarian selama beberapa bulan di negeri asing, sempat pulak dicekal di Malaysia dengan anak2nya, dan lain2. Tapi perjuangannya untuk semakin mendekat kepada Allah dengan sabar dan tawakal, membuatnya lolos ujian dan berbuah sangat sangat manis alhamdulillah.

Tapi setelah hidup dengan tenang dan damai bersama keluarga kecilnya hasil “training menyakitkan” tentang uji sabar itu tak dia tinggalkan (biasanya kita kan begitu hidup kembali nyaman, kembali lupa pulak pada Sang Penolong). Dia malah semakin dekat pada Allah dan semakin tawakal. Jadi semua pengalaman rohaninya saya lihat sebagai “pelajaran hidup” untuk saya sendiri yang saya pikir masalah2 saya tak seberat masalah2 adik saya itu. Kalau dia mampu melewati, saya terpacu untuk mampu juga šŸ™‚

Kali ini soal istikharah.

Ceritanya sudah agak lama saya bermaksud istikharah tapi gak jadi jadi, malah duluan adik saya ini yang melakukannya karena tiba2 dia punya masalah yang membingungkan. Mau menerbangkan dua anaknya yang masih umur 12 tahun dan 14 tahun ke Surabaya, ke acara keluarga besar alm. suaminya sementara dia sendiri tak bisa ikut karena satu dan lain hal. Sayang sekali pesawat LION menerapkan aturan batas umur maksimum untuk penumpang kanak2 yang bermaksud terbang sendiri tanpa didampingi orang dewasa, batasnya 14 thn dan si kakak yang berumur 14 ini tak boleh dianggap bertanggung jawab pada adiknya, jadi adiknya tak bisa ikut. Sementara Garuda yang membolehkan penumpang kanak2 tiketnya lumayan mahal.

Bingung melanda…. mau dinaikkan kereta api exe, kok kelamaan di jalan. Dia kuatir akan keselamatan anak2. Mau membatalkan perjalanan ke Surabaya kok kasihan dengan anak2nya yang sudah 7 tahun terakhir sejak kematian ayahnya tak pernah berjumpa dengan keluarga besar sang ayah. Bagaimanapun adik saya tak ingin menjauhkan anak2 dari keluarga besar alm ayahnya, dan moment ini adalah saat yang super tepat sebetulnya karena seluruh keluarga besar berkumpul dan anak2 sedang libur pulak.

Dan ini kemudian yang dia lakukan…

“Awal2 aku istikharah dua kali, masih bingung. Lalu sekali lagi istikharah, aku putusin gak usah pergi saja. Aku diem abis itu. Tapi tak lama, aku kasihan lagi sama anak2, aku istikharah lagi. Pas mau ngecek tiket online lagi, aku sholat istikharah lagi. Pas mau jalan ke Garuda office, aku sholat istikharah lagi. Udah itu aja”

Saya menyela; jadi sampai detik terakhir masih gak ada bayangan soal pergi ke surabaya apakah jadi apakah engga? Dia bilang: Nope …but I work on this, pastinya niatnya saat itu cuma mau ngurus aja, ikhtiar aja ke arah itu. Jadi enggaknya, aku masih no clue at all.

Dia lanjutkan; sampai di Garuda office, ternyata tiketnya lebih mahal dari E-ticketing, bedanya 200 rb! Gila (Tapi juga dapat ilmu dari pihak Garuda, kalau di internet nampaknya tiket murah, ketika kita klik pesan, di counter aslinya harga tiket bisa tiba2 berubah naik. Jadi kalau mau beli tiket garuda sebaiknya langsung dari inet, jangan beli di counter). Tapi you know what, harga tiket kan fluktuatif, saat aku cek di E-ticketing harga tiket Garuda lagi low, murah banget sampek sama dengan harga LION AIR!!! And adik kakak boleh jalan bareng karena si kakak yang udah 14 tahun oleh Garuda udah dianggap cukup dewasa untuk bisa jaga adiknya. I am sooooo happy and thankfull to HIM. Urusan semua jadi lancar dan gampang subhanaa Allah. All of sudden, semua urusan beres begitu saja dengan wonderful, easy and memuaskan! Ditambah lagi dengan dihapuskannya “tax airport” sehingga dia bisa menhemat lagi sekitar (260rb untuk dua anak), dan nemu uang “lupa” pula di travel bag yang dia persiapkan untuk anaknya which was jumlahnya lumayan banyak. Subhanaa Allah, Allahu Akbar…. look HIS Mercy.

Saya langsung…oooh wooow.. ternyata ALLAH menuntunnya di tanggal yang tepat untuk pesawat yang tepat dan terbaik pelayanannya, Kesabarannya melakukan istikharah tanpa putus tawakal bahwa Allah akan membantunya dan tetap membantunya meskipun sampai detik terakhir dia merasa masih bingung, membuahkan hasil yang manis. Jawaban itu muncul bersamaan dengan ikhtiar ternyata. Dia tak lagi hanya sekedar diberi “petunjuk” tapi dia benar2 seperti dituntun untuk mendapatkan hadiahnya. Luar biasa….

Terus terang saya takjub. Sesungguhnya, selama ini saya selalu berpikir bahwa hasil dari istikharah itu adalah petunjuk, clue, signs, by everything even by dreaming. Kelancaran2 yang munculnya bertahap. Memang, kebanyakan berupa petunjuk kelancaran proses misalnya atau kecenderungan hati. Tapi yang dialami adik saya diluar itu semua. Sampai ia melangkahkan kaki ke Garuda Office, dia sama sekali tak punya petunjuk, dia hanya yakin saja bahwa dia akan mengurus semua proses perjalanan ke surabaya ini. Apa yang bakal terjadi dia tak punya bayangan sama sekali, tetap spekulasi. Dan ternyata? begitulah hasilnya….

Mudah bagi kita berkomentar bahwa … oh well… apapun yang terjadi, semua toh sudah dipersiapkan untuk terjadi. Yes of coz… BUT bisa gak membayangkan saat2 dalam kebingungan itu? sebelum semua kebingungan itu akhirnya terjawab? bisa gak? bisa tenang gak? bisa berhenti untuk tak memikirkannya gak? saya yakin gak akan bisa. Tapi, dengan melakukan istikharah kita punya keyakinan kuat bahwa ALLAH bersama kita untuk membantu kita mendapatkan keputusan. Dan untuk tawakaltu sedalam itu, butuh iman yang super high.

Satu lagi… bukankah ada kepuasan iman tersendiri jika mengalami kejadian spiritual tentang pembuktian akan janji ALLAH? bukankah ini jauuuuuh lebih baik dan bermanfaat dibanding luntang lantung bingung sendiri dan ketika kita mendapatkan blessing, kita sama sekali lupa bersyukur dan lupa bahwa tanganNYA lah yang telah terulur untuk kita?

Subhanaa Allah…. ini akan saya jadikan pelajaran berharga sebagai senjata kehidupan saya pribadi. Kalau kebanyakan berhasil dan membuahkan hasil yang manis, lalu kenapa memilih tak percaya?

e3c13520dd755349cd8fc756e0512c62

Advertisements