Ini orang kedua yang bertanya pada saya; ” emangnya doa2mu ada yang dikabulkan?”. Orang pertama dan orang kedua yang melempar tanya ini dua-duanya orang dekat saya. Yang satu mengaku orang yg intelek karena jebolan universitas bergengsi di Indonesia, yg satu lagi teman yang 11-12 dengan saya, tapi termasuk yang dekat dan sering bertukar pikiran dengan saya.

Terus terang, dua kali pertanyaan ini menabrak kepala saya, dua kali saya terkejut. Artinya, siapapun yang bertanya ini pada saya, 1000 orang yang bertanya ini pada saya, akan membuat saya terkejut 1000x.

Saya BUKAN orang alim, yg berilmu agama tinggi, atau berhijab rapat. Saya biasa2 saja, tapi saya merasa betapa bodohnya pertanyaan itu. Dan membuat saya berpikir, how could they ask that  such a dummy question? aren’t they believers?

Reaksi saya berbeda utk dua orang ini, pada yang “mengaku intelek” saya justru speechless. Begitu takjubnya saya pada pertanyaan bodohnya sampai saya tak kuasa “membetulkan”, atau menjelaskan jawaban. Sementara pada yang satu lagi, karena dia orang yang rendah hati, saya bisa dengan mudah menjelaskan; saya bilang: kita terlalu fokus pada masalah kita dengan doa2 kita untuk masalah itu, sampai kita gak sadar bahwa banyak doa2 kita yang dikabulkan diluar doa kita untuk masalah itu. Kita terlalu fokus pada doa yang pintunya masih tertutup sehingga tak peduli pada beratus bahkan beribu pintu doa yang telah dibuka untuk kita. Dan hanya kepada orang2 yang bersyukur sajalah pintu2 yang telah dibuka itu diperlihatkan. Bahkan hal2 yang luput dari doa2 kitapun dikabulkan olehNYA tanpa kita minta. Subhanaa Allah….. 

Teman saya bertanya, contohnya? Sekali lagi saya terkejut … WHAT?? masih perlu contoh??? Tapi lagi2 saya ingat, bahwa manusia itu berbeda kemampuan. Ada yang harus berulang kali dijelaskan, baru dia mengerti, ada yang harus 1000x dijelaskan baru dia mengerti. Artinya proses mengerti tiap2 orang itu berbeda, gak bisa kita samakan dengan kondisi atau keinginan kita pribadi.

Saya bilang lagi; Kamu pikir kesehatanmu itu bukan pengabulan doa? kamu pikir canda tawa anak2mu itu bukan pengabulan doa? kamu pikir suami yang kamu sedang bermasalah sekarang itu tapi tetap ada untuk melindungi kamu dan anak2mu itu bukan pengabulan doa? kamu pikir sebutir nasi yang masuk ke dalam perutmu itu bukan pengabulan doa? kamu pikir rumah yang menjagamu dari panas dan hujan itu bukan pengabulan doa? Bukankah Allah bisa saja memberi bencana? mengambil semua yang kamu miliki sekarang dan menyisakanmu hanya dengan selembar kertas koran, sendirian diemperan toko? dingin, lapar, menderita, dan tak ada yang menolong? Bukankah Allah bisa saja menghilangkan hidungmu begitu saja dan selamanya kau akan merasa hari2mu kiamat? Apa perlu kita runut beribu karunia yang kau dapat satu persatu dan merunut beribu bencana yang bisa saja menimpamu tapi tak menimpamu karena doa2 mu dikabulkan dan kamu bahkan diberi hadiah bonus yang tak masuk dalam doa2mu?? kalau kamu harus mengurut , me- list doamu sampai hal2 kecil supaya tak ada yang luput dari perhatianmu, kamu tak akan mampu!. Hanya Allah yang Maha Tau apa yang kamu butuhkan. Sementara doa yang kamu panjatkan sehari hari hanya: Ya Allah beri aku uang yang banyak! dan ketika itu tak kau dapatkan, kau dengan seenaknya bilang: doa ku tak pernah dikabulkan? How come?

Teman saya menjawab singkat dengan icon menyesal: iya 😦 Kau benar……

Allah hears more than we say, answers more than we ask, gives more than we imagine, alhamdulillah

32905f2f71e451c10a3c15babc13da2a

Advertisements