Alhamdulillah 5 hari berjalan ramadan, anak2 saya puasa full semua. Tapi ya gitu deeeh, gak jarang juga mereka teriak2 haus atau lapar sambil jumpalitan. Kesannya tersiksa sekali ckckckkckc… Kadang-kadang saya maklum karena badan mereka bomber semua, biasa makan ini itu kapan aja, bulan ini mereka harus menahan diri. Tenggorokan kering, bibir kering, perut keroncongan, lemes, suhu badan naik, udara panas… no excuse buat batalin.

Saya berdoa Allah membantu mereka belajar puasa kali ini dan saya hanya sebatas menyemangati saja.

Ketika adzan subuh berkumandang saya akan bilang; kita sudah lewati level 1, menuju level 2 yang agak panjang : dhuhur!!!. Dan karena libur, mereka punya kesempatan molor bangun siang sampai jam 10. Begitu adzan dhuhur dikumandangkan, saya bilang: Kita sudah lewat level dua!!! menuju level 3 yang jaraknya dekat. Tapi ini paling berat dek jadi harus banyak berdoa!.

Dan begitulah, biasanya antara dhuhur dan ashar mereka akan teriak2 haus😀

“Kita sedang berperang, seperti game, kita sudah di level 2. Bertahan!!” Dan adzan ashar berkumandang…

“Horeeee level 3!! berhasiiiil” teriak mereka, ketika ashar menjelang. “Tinggal 1 level lagi: magriiiib!! lalu kita akan jadi ramadan warrior!!!” . Si kembar berseri seri… antara ashar menuju magrib biasanya semangat kemenangan ramadan warrior sudah menguasai diri mereka. Waktunyanya pun tak terasa lama biasanya, apalagi ditambah segarnya air mandi sore.🙂

Saya cuma bisa menyemangati, kekuatan mereka datangnya dari bantuan Allah. Alhamdulillah…semoga kedepannya mereka bisa benar2 menjadi seorang ramadan warrior, yang bisa dan terbiasa menang memerangi nafs dan waswasa syaiton sepanjang hidupnya.

Aamiin ya Rabb.

96559b92651ecb7850397ddfe35204b3