Hari ini spotlite-nya soal doa yang kita ucapkan, batinkan, dan terkabul tanpa kita menyadarinya.

Saya ngobrol banyak hal dengan adik ipar tadi sore. Masalah2 kehidupan yang ujuk2 mengantar kami pada statement : ALLAH MENDENGAR SEMUA DOA (bahkan yang masih berbentuk harapan, belum jadi doa) yang kita ucapkan bahkan yang kita batinkan!! Jadi , ooooh soooo sooo stupid orang2 pintar yang mengaku doanya tak didengar dan tak terkabul.

Saya menjadi really really percaya bahwa ALLAH MAHA BIJAKSANA dalam mengabulkan doa2 kita dan oh MY GOD subhanaa ALLAH diluar kemampuan kita untuk “mengaturnya” sedemikian rupa sehingga pengabulan doa itu begitu sangat berpengaruhnya pada kehidupan kita dan (bahkan) kehidupan orang2 disekitar kita. Or… even a stranger!!! in our life!!

Oke saya contohkan begini; anak kita minta permen. Kita tak mengabulkannya saat itu juga (saat ia memintanya) karena kita tau dia sedang batuk. Kita berencana akan memberinya 3 hari ke depan saat teman2nya bermaksud main ke rumah dan saat batuknya sudah sembuh. Pada hari H, permen itu kita berikan pada anak2, dan teman2nya kebagian semua. Hari itu anak kita bermain dengan gembira bersama teman2nya dan sambil makan permen pulak. Beberapa dari anak2 teman anak kita itu padahal sudah sejak seminggu lalu sangat ingin makan permen juga tapi tak mampu membeli. Beberapa anak lagi datang dengan perasaan bete, tapi karena permen itu mereka ikut gembira. Anak2 itu begitu gembiranya dengan permen pemberian anak kita, sampai2 mereka begitu menunjukkan kasih sayang mereka ke anak kita.

Ini cuma contoh kecil dari “pengabulan permen” (aka doa) yang efeknya bisa viral kemana mana. Begitu juga dengan permintaan2 kita.

Saya dan ipar saya lalu mencoba mengingat-ingat doa2 apa saja yang terkabul tapi lewat “JALAN LAIN” alias tidak seperti yang kami inginkan. Ohhh…ternyata banyaaak!! Contohnya saya sajalah, pernah bilang ke ibu saya (ketika saya SMP) seperti ini: ya sudah, kalau ibu gak kesampaian kuliah di ABA, biar aku aja yang sekolah disitu. Anyhow… itu bukanlah dalam bentuk doa tapi harapan yang mana di ridhoi oleh ibu saya (sepertinya) dan didengar oleh SANG KUASA, SANG MAHA PENDENGAR. Maka ketika saatnya tiba (saat pengabulan doa) dua universitas negeri (UGM dan UNPAD) jurusan Hubungan Internasional yang saya jadikan target sipenmaru GAGAL total semua. Saya menangis… gila aja. Saya sudah belajar sampai subuh tiap hari, tapi saya gagal. Ibu saya cuma bilang: bukan jalanmu, tenang saja.

Itu memang bukan jalan saya karena doa saya sedang menjelang dikabulkan. Saya masih belum ingat soal niat saya sekolah di ABA ketika akhirnya saya memutuskan untuk kuliah disitu!.Bertahun kemudian setelah kuliah beberapa semester disana baru saya ngeh, doa saya sudah terkabul!! Doa bertahun tahun lalu itu terkabul dengan cucuran air mata karena dua universitas idaman lolos dari harapan cuma karena doa itu dikabulkan!!!! Oh ALLAH….sayapun terhenyak.

Ada satu lagi keinginan saya yang dikabulkan olehNYA, yang sampai sekarang masih membuat saya terperangah. Sungguh dasyat cara DIA mengabulkan doa itu. Sungguh luar biasa karena sampai membuat saya berkubang lumpur jatuh bangun dalam dosa dan nestapa. Dan itu karena doa saya terkabul!!!! Tapi meski pengabulan keinginan itu harus dengan cara mencelupkan saya dalam kotoran duniawi, saya yakin DIA menunggu saya mengambil pelajaran kehidupan dari semua yang terjadi itu. Sungguh hanya TUHAN yang mampu melakukan hal2 sedemikian rumit.

Ini cuma beberapa doa yang kami INGAT yang dikabulkan tidak semulus yang kami kira, bahkan diluar harapan. Saya yakin ada banyaaaak sekali permintaan atau keinginan kita yang DIA kabulkan tidak lewat jalan yang gampang dikenali sehingga kita lupa atau tak menyadarinya.

Saya dan ipar saya termangu sesaat sebelum kami menyimpulkan bahwa ; berdoa, berharap, berkeinginan itu harus super hati2. Bukan saja karena kita PELUPA (lupa bahwa pernah meminta sesuatu), tapi juga karena kita tak tahu akibat apa yang bisa ditimbulkan dari sebuah pengabulan? Kita harus tetap lurus selurus sirotol mustakim untuk bisa terus mendapat panduanNYA bahkan ketika doa yang terkabul ternyata berefek membahayakan diri kita sendiri.

Terbukti sudah bahwa BENAR Allah itu dekat, BENAR Allah selalu mendengarkan kita, BENAR bahwa keinginan kita yang tak terucap dalam bentuk doapun bisa dikabulkanNYA, dan BENAR bahwa Allah selalu mengabulkan disaat yang tepat.

Kami berdua menyimpulkan bahwa sebetulnya lebih aman kalau kita melafazkan doa2 para nabi, doa2 kita kadang banyakan ego nya dan sok taunya yang kalau terkabul bisa2 malah bikin masalah baru. Well, kalau mau bilang Allah toh bisa mengabulkan dengan cara manis sesuai keinginan kita? oh yeaah everybody maunya gitu, masalahnya siap gak kita kalau Allah mengabulkan dengan caraNYA yang dengan RahmatNYA pula kita di “uji” lewat caraNya itu? Bukankah hidup ini memang penuh ujian dimana harapan kita kadang terkabul tak seperti mimpi kita? dimana yang kita inginkan tak pernah datang dalam bentuk yang kita mau tapi dalam bentuk yang kita butuhkan? dimana ice cream itu bisa datang dalam bentuk an ice and a cream?

Kesimpulannya lantas seperti ini: kalau harapan saja bisa DIA kabulkan, kalau keinginan yang belum berbentuk doa saja bisa DIA kabulkan, apalagi doa? apalagi sesuatu yang kita minta sampai nangis berdarah darah ketika bersimpuh di depanNYA? Dia bahkan tak peduli apakah kita seorang alim atau bukan ketika doa kita DIA dengarkan. DIA bilang; siapa saja yang memanggilKU, AKU akan menjawabnya.   DIA tak bilang siapa saja itu harus orang alim, harus yang melakukan ini itu dulu, NO. DIA bilang SIAPA SAJA tanpa mencantumkan syarat apapun!!!

Disatu pihak saya semakin tawakal bahwa DIA mendengar doa2 saya, dan DIA menggenggamnya dalam tangan kebijaksanaanNYA, saya tak perlu merasa terburu atau putus asa. Disatu pihak, saya merasa harus jauh lebih berhati hati dalam meminta padaNYA. Harus lebih memakai banyak kebijaksanaan daripada kepentingan pribadi. Karena DIA MAHA PENDENGAR dan MAHA MENGABULKAN…….

607488ac9770d85a9eef3e63581511dd

Advertisements