Kalau ditela’ah, sifatnya ujian itu bertingkat-tingkat levelnya. Alaminya, makin tinggi levelnya ya makin sulit. Tapi Allah Maha Adil, manusia dibekali ilmu dulu sebelum diuji. Sekiranya sudah cukup ilmunya, maka ujian itupun turun. Itu sebabnya ada ayat yang bunyinya seperti ini: Allah tidak akan membebani seseorang melebihi kemampuannya.

Yang saya rasakan, selama perjalan “diuji” itu, kalau kita hold on di track yang benar, Allah memberikan semacam “snack” untuk kita sekedar berbahagia melepas dahaga dan mengisi perut, gak percaya? coba deh diamati. Ujian kita belum berakhir bahkan bisa jadi makin rudet rumit mumetin, tapi sepanjang menjalani ujian itu dengan sabar dan tawakal, banyak kebahagiaan dan kesenangan yang DIA berikan sebagai hadiah atau penghiburan.

Kadang2 ada ketakutan di hati saya bahwa semakin saya beriman akan semakin saya “digosok” sampai mengkilat, kinclong mencereng dan itu akan sakiiiiit (kebayang nggosek panci berjelaga dengan serabut kawat, periiiih). Tapi ketakutan ini terbantah dengan diberiNya saya pengertian bahwa saya akan dibekali ilmu. Jawaban dari semua soal ujian itu akan terlebih dahulu ditanam dalam diri saya sampai saya dinilai “MAMPU”. Jadi semakin sulit, semakin menderita, tapi juga kita punya jawabannya untuk mengatasi semua rasa rasa itu.

SO, kalau kemudian kita dipersilahkan masuk dalam ruang sidang level “sarjana”, isn’t it an honour? Kalau kita mundur, betapa ruginya kita? kita sudah dinilai mampu!! itu sebabnya kita diuji!

Saya sih belum masuk ke ruang sidang selevel sarjana, kalau dilihat dari masalahnya, ini sih level naik kelas dari kelas 1 SD ke kelas 2 SD saja. 😀 tapi ya mesti begitu saya gembira. Paling tidak kalau surga paling bawah itu disediakan untuk orang2 yang sudah naik kelas 4, saya punya peluang lebih dekat untuk naik kelas ke kelas 4 dan gak melulu stuck di kelas 1 ^__^.

Dan gak ada waktu lagi untuk ngejar supaya terus diuji naik kelas, karena kita gak tahu sampai kapan due date nya jasad kita ini. Semakin dipercepat ujian itu harusnya semakin bagus. Tapi tetap saja saya deg2an, sama deg2an-nya dengan kalau mau menghadapi Ujian Nasional. Takut gak lulus, harus ngulang lagi sementara waktu expired hidup saya ntah sampai kapan saya gak tau…

Dan gak akan pernah tau….

a1581df85e7b82e817f394bd1e42a374 d9a5db5a3002f11e43c078dd8eea5559

Advertisements