Akhirnya, pecah juga kristal yang dikira akan selamanya utuh dan bersinar itu. Memang tak ada yg abadi kok, bahkan ketika diawal nampak tak bakal retak, di akhir gak lagi perlu retak untuk pecah. Tinggal di jatuhkan begitu saja lalu bubarlah kaca kaca itu menjadi serpihan2 halus yang tak mungkin dirangkai kembali. Hancur.

Saya sudah terbiasa melihat masalah dari dua sisi. Terbiasa tak memihak, terbiasa mengerti posisi masing2. Paling tidak, saya membiasakan seperti itu. Bukan karena saya sok adil dan justice. Tapi supaya apa yg keluar dari kepala saya tak berpotensi memihak siapapun, gak asik lagi kalau gak adil meski seadil- adilnya hakim adalah hanya Allah wa jalla, paling tidak saya membiasakan adil lah.

Sudah gedubrakan, sudah kebanting, sudah bonyok sana sini. Sebetulnya gak ada lagi yang perlu diperbaiki. Tinggal menyembuhkan diri sendiri dan yang rusak, … Tinggalkan saja…

image