Dunia itu harta, uang, tahta, kekasih, anak, and many more you just name it lah.

Nah, ramadan kemarin itu, kita di training buat ngejauhin attachment nya dunia and fokus hanya pada urusan bekal buat pulang kampung ke akhirat nun jauh disana.

Saya gak mau gegabah bilang bahwa saya sudah tak kecewa dengan segala urusan duniawi yg di tarik Allah dari dompet saya. Pada nyatanya saya masih kecewa dan merasa pait. Ditengah tengah sabar masih ada kesal dan ditengah ketenangan masih ada resah. Ditengah hati yang dikipasi supaya adem, masih ada bongkah bara yang muncul menggoda.

Berkali kali saya mematri kata kunci pertahanan diri di hati bahwa hidup itu ya ujian itulah, berhubung jedahmu bersuka cita ada batasnya..maka ini saatnya kembali pada hidup, kembali pada ujian. Yang! Ada batasnya juga sebagaimana suka citamu itu.

Kalau ingin ramadanmu dicap berhasil ya buktikanlah sekarang. Saat saat dimana masalah harta, anak, tahta yang merupakan urusan duniawi itu menyerangmu. Tak hanya lewat nafs mu tapi plus waswasa syaiton laknatullah juga.

Pilah pilahlah serapih mungkin mana yang attachmennya dunia dan mana yang urusan akhirat. Berhubung kita semua sedang dalam posisi berbaris menunggu giliran menuju mati harusnya pilihan itu sudah cukup jelas dibisikkan padamu sebagai jawaban…
Tinggalkan godaan urusan dunia dan kejar urusan akhirat!

Ya Rabb…. Semengesalkan apapun nafs ini dan waswasa ini meremas hati hamba, karuniaMU masih tak tertandingkan untuk hamba jadikan obat sakit hati.
In shaa Allah dengan pertolonganMU hamba bisa.

image

Advertisements