Pulang itu buatku bukan menuju ketidaknyamanan melainkan kenyamanan hakiki yaitu dimana hati dan jiwa merasa nyaman, tenang dan damai.

Pulang itu adalah ketempat yang kalaupun bermasalah, masalahnya cepat selesai sehingga ketenangan yang sempat hilang, muncul kembali lalu mengademkan kembali.

Pulang itu adalah ketempat saat tidur kita menjadi begitu nyenyaknya meski merasa galau.

Pulang itu ketempat kita bisa merajut mimpi dan rencana-rencana dengan suka cita dan bukan debat ego berujung permusuhan.

Jadi aku tak pernah bilang pulang jika ditempat itu ada kau. Kau itu toxic yang cuma bisa kutangkal dengan “astagfirullah”. Dan aku tak pernah tau sampai kapan kau akan jadi toxic dalam hidupku …

Astagfirullah… Semoga Allah mengampuniku….

Advertisements