Saya mikir gini nih (maklum ya, gemini suka mikir kemana mana), orang itu kalau banyak sholatnya, banyak minta sama Allah, banyak ngarep, banyak doa, yang mana memang diminta begitu olehNYA, sense syukurnya jadi PEKA.

Tentu saja sholatnya bukan sejenis sholat robot mekanik yang gak pake “ruh”. Ini hanya berlaku untuk orang2 yang melakukan ibadah karena sudah di level : ibadah adalah kebutuhan, bukan kewajiban semata. Ibadah yang ditunggu tunggu untuk dilakukan karena ingin mengutarakan harapan dan permintaan sekaligus bersyukur. Ibadah yang di lakukan karena kebutuhan jiwa untuk menyembah Sang Pencipta dan melihat peluang meminta padaNYA.

Sense syukur itu ternyata jadi begitu pekanya, sejalan dengan kebutuhan kita untuk curhat padaNYA. Hampir di setiap peristiwa rasa terimakasih kepadaNYA itu muncul karena pemikiran bahwa DIA bisa melakukan sesuatu yang tak kita harapkan itu selalu “on”. Seperti ketika anak2 pulang sekolah. Biasanya ya biasa aja… pulang ya pulang, langsung mikirin lunch, suruh taruh baju ke keranjang pakaian kotor, taruh tas di tempatnya, ngomel2 karena keringatnya bau, dan banyak lagi lah “rutinitas penyambutan” yang gak bermakna sama sekali.

Situasi langsung berubah ketika iman mencapai tingkat tertentu, a lil higher i think, Begitu anak2 pulang, yang duluan terucap adalah “Alhamdulillah” ya Allah, YOU have protected them and guard them so that they can come home in a perfect condition, tak kurang satu apapun, tertawa, ribut, bau, brantakan, keringatan, and what a beautiful mess… alhamdulillah.

Tapi ini cuma sekedar pemikiran saja. Kemungkinan yang lebih mendekati kebenaran adalah karena DIA memang memberikan “light” pada ketajaman sense syukur kita sehingga kita melihat banyak kejadian dari sudut pandang yang totally different. Bukankah janjiNYA adalah : kau dekati Aku dengan berjalan, maka Aku akan mendekatimu dengan berlari. 

So, semua tergantung niat kita. Niat memperbaiki diri dengan banyak beribadah sudah lebih dari cukup untuk memberiNYA alasan menghadiahi kita dengan banyak hal yang diluar kemampuan kita. Do your best and I ‘ll do the rest , bukankah ini merupakan janjiNYA juga?

But beware always, karena kenaikan iman berarti kenaikan ujian. Mintalah supaya diuji dengan hal2 yang bersifat bless sehingga kita hanya bersyukur, bukan trial yang memaksimalkan kesabaran hehehehehe.

Oh well, HE knows what best for us here in dunya and hereafter…..

TextArt_150704152905[1]