Keuntungan hubungan jarak jauh yang bisa menyelamatkan relationship.

Beberapa kesalahan besar yang dilakukan pasangan ketika arguing

  1. Kritik (menyerang pribadi pasangan bukan tindakan pasangan)
  2. Menghina (manggil nama-nya, biasanya manggil mama or papa misalnya)
  3. Pembelaan diri (pakai alasan atau menyerang balik)
  4. nge-blok diri (diam or mundur)

Nah, ceritanya kalau kesalahan2 besar ini malah membuat hubungan makin buruk karena tiap kali debat pasti 4 poin itu dikeluarkan, disarankan supaya argue lewat email aja. Debat yang produktif lewat email itu lebaih baik daripada debat yang merusak orang secara langsung. Tapi gak semua pasangan yang cocok dengan debat via email sih.

Sisi negatif dari debat pasangan via email:

Sebetulnya berantem lewat email itu jauh dari ideal dalam hal bentuk komunikasi antar pasangan. Gak ada tekanan suara, mimik wajah, membuat susah kita menangkap pesan yang bernuansa.  Dan gampang banget tercipta salah tafsir. Kita juga gak bisa liat mata pasangan yang berkaca kaca yang padahal bisa menumbuhkan  empati dan pengertian.Gak bisa liat mimik setengah tersenyum sehingga usaha mau humor malah kebaca sarcasm (untung ada emoticon ya sekarang, agak ngebantulah). Trus gak bisa saling sentuh juga, jadi susah untuk melembutkan dan mengurangi arguing tension.

TAPI

Ketika pasangan mulai gak bisa membangun komunikasi yang produktif, ketika tiap argumen jadi mengganas dan merusak, ketika beda pendapat yang sepele aja bisa meningkat jadi pertengkaran besar yang bisa bikin musuhan berhari-hari or bahkan berminggu-minggu, maka sudah saatnya mempertimbangkan “cara debat alternatif”

Jadi kapan dan kenapa pasangan kudu arguing lewat email dibanding arguing langsung?

Arguing lewat email tuh cocok untuk pasangan yang punya pola seperti ini:

  1. Salah satu atau dua- duanya adalah pasangan yang cepat naik darah (pemarah). Terlalu reaktif, cepet panas, ekspresinya gampang berubah dari kalem ke bete merupakan hal2 yang bakal menghalangi komunikasi yang produktif. Sementara kalau lewat email, acara reaktif ini bisa diseling dengan ambil nafas panjang kek, nenangin diri dulu kek and bisa merenung dulu sebelum merespon. Juga bisa ngasih kesempatan buat membaca ulang apa yang ditulis pasangannya and cenderung merespon dengan poin2 yang pas. Yang terhindari: kritik, menghina dan membela diri.
  2. Pasangan yang tipe gak tau gimana caranya meredakan argumen. Banyak pasangan yang gak tau gimana bikin suasana kalem begitu mereka panas. Karena mereka gak bisa menurunkan panasnya pertengkaran, nampaknya mereka lebih bisa kalau lewat email (contoh: ngimel “gini ya, aku gak mau kita berantem soal ini” or ” Aku tau kamu sedih, aku juga, so ayo kita cari jalan keluarnya”). Yang terhindari: penghinaan and pembelaan diri.
  3. Salah seorang jago ngomong. Udah umum kalau salah satu pasangan ada yang lebih jago argue and meng-ekspresikan kebutuhannya dan emosinya daripada yang satunya lagi. Hal ini membuat pasangan yang gak jago omong jadi bungkam, kewalahan, salah omong, atau diem aja. Dalam hal ini, arguing lewat email memberi kesempatan si gak jago omong untuk mikir2 dulu, apa yang mereka rasakan, apa yang mereka pikirkan, apa yang ingin mereka katakan dan gimana mereka akan meng ekspresikan semua itu sebaik mungkin-meninggalkan basa basi dan memberi feedback yang produktif. Yang terhindari: pembelaan diri dan kebungkaman.

https://www.psychologytoday.com/blog/the-squeaky-wheel/201408/why-some-couples-should-argue-email

527593cd014bda52962eb3a8b3c126e8