Mimpi Istiqarah dan Pemimpin Munafik

August 8, 2014 at 11:17am

Ini terjadinya waktu jauh jauh sebelum pemilu nyoblos pilpres, waktu saya memutuskan untuk golput, karena saya tak suka capres no.1 (dari dulu dulu kala jauh sebelum dia nyapres, tepatnya ketika dia kena kasus HAM), sementara dari capres no.2, saya tak suka partai yang menaunginya.

Sesudah istiqarah (ini sholat yang disarankan untuk muslim setiap kali dalam kebingungan atau diantara dua pilihan yang membingungkan), saya diberi mimpi.

Mimpinya begini:

Saya melihat seekor ular berkepala dua yang meliuk-liuk menjulurkan lidah-lidahnya. Saya takut lewat karena ular2 itu ada di jalan saya. Lalu muncullah seorang kiayi bersorban. Dia menikamkan pisau pada perut ular, dan membunuh ular itu. Isi perutnya berupa empedu (bagian terpahit dari jeroan mahluk hidup), dia keluarkan. Ular itu mati. Dan saya lega sambil memegang isi perut ular yang dikeluarkan pak Kiayi.

Buat saya, itu mimpi tak biasa. Jadi sesegera mungkin paginya saya membuka tafsir mimpi Ibnu Sirin (googling sendiri aja ya siapa si Ibnu Sirin ini :)). Isi tafsirnya terpecah-pecah. Ular itu simbol PEMIMPIN, kepala dua itu simbol KEMUNAFIKAN, kiayi itu simbol KEBAIKAN, bunuh/kematian/mati adalah simbol KEKALAHAN. Dan saya memegang isi perut ular itu adalah simbol bahwa saya akan kena ‘dampak’ matinya ular itu.

Kira2 kalau disambung tafsirnya akan seperti ini : akan ada pemimpin yang munafik yang dikalahkan oleh kebenaran. Saya sempat mikir, pemimpin yang akan dipilih itu ada dua. Salah satu dari mereka (menurut mimpi saya) adalah MUNAFIK itu. Dan yang MUNAFIK itu kelak akan dikalahkan oleh KEBAIKAN. Tapi siapa yang munafik yang akan dikalahkan itu? siapa?

Saya masih have No Idea, siapa pemimpin munafik yang di gambarkan dalam mimpi saya.

Lucunya, ketika saya menonton debat capres (saat itu) yang pertama, saya mendapat satu lagi “clue” yang membuat saya “ngeh”, yaitu seragam yang dipakai capres no.1, sama persis dengan corak ular berkepala dua itu; putih-coklat!!!! tepatnya: coklat bergaris garis putih.

Waaah…. saya terpana sesaat.

Dan demikianlah, waktu demi waktu berlalu, proses terus berlangsung, keyakinan saya bertumbuh sejalan dengan kebenaran dan ketidakbenaran yang terpampang jelas didepan mata saya, yang membuat saya tahu pasti siapa yang harus saya pilih.

Namun diluar keyakinan saya itu, saya tetap merasa bahwa, siapapun yang kelak akan dikalahkan adalah pemimpin yang MUNAFIK, adalah ular yang berkepala dua itu. Dan yang mengalahkan adalah KEBENARAN. Saya tak yakin 100% (saat itu) apakah pemimpin saya yang akan saya pilihlah yang munafik, atau pemimpin yang tidak saya pilih???.

JREEEENG! waktu akhirnya menunjukkan siapa pemimpin yang kalah, dan  siapa pemimpin yang menang. Saya lega bukan alang kepalang karena 1. Yang kalah adalah yang harusnya memang yang MUNAFIK seperti yang di “tandakan” dalam mimpi saya; dan 2. Yang menang adalah KEBENARAN (alhamdulillah memang pemimpin yang saya inginkan untuk menang.)

Orang boleh berkoar-koar apa saja tentang apaaaa saja terhadap pemimpin terpilih ini, Presiden baru ini, tapi keyakinan saya tetap kuat bahwa siapapun yang terpilih dan menang adalah yang BENAR dan siapapun yang dikalahkan adalah yang MUNAFIK (walahuallam bi sawab). Kenyataan inilah yang membuat saya tenang lahir dan batin dengan kondisi hasil pemilu 2014 sekarang, alhamdulillah.

——————————————–
Notes:

Dari Abu Hurairah r.a. pula bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda: “Jikalau zaman sudah dekat – yakni dekat dengan datangnya hari kiamat, maka impian seseorang mu’min itu hampir tidak dusta…..

Dari Abu Said al-Khudri r.a. bahwasanya ia mendengar Nabi s.a.w. bersabda: “Jikalau seseorang di antara engkau semua bermimpi melihat sesuatu impian yang ia menyukainya maka hanyasanya impian itu adalah dari Allah Ta’ala. Maka dari itu hendaklah mengucapkan pujian kepada Allah atas impian tadi -yakni membaca Alhamdulillah -dan hendaklah memberitahukan impiannya itu – pada orang lain.” Dalam suatu riwayat lain disebutkan: “Maka janganlah memberitahukan impiannya tersebut, kecuali kepada orang yang ia mencintainya. Tetapi jikalau bermimpi melihat impian yang selain demikian – yaitu impian buruk dan tidak disukai, maka hanyasanya impian tadi adalah dari syaitan. Oleh karena itu hendaklah ia memohonkan perlindungan kepada Allah daripada keburukannya-yakni membaca ta’awwudz – dan janganlah menyebut:nyebutkannya kepada orang lain, sebab sesungguhnya impian sedemikian itu tidak akan membahayakan dirinya.” (Muttafaq ‘alaih)

Saya muat ulang cerita mimpi ini ketika membaca artikel soal Jokowi yang langsung membuat saya “DEG” “JLEB”

1420516736955893695

http://www.kompasiana.com/maskusdiono/ini-jalur-keturunan-habib-dari-presiden-jokowi_54f37cec745513792b6c77e9

Presiden Joko Widodo atau Jokowi memiliki garis keturunan Rasulullah atau yang biasa di sebut Habib.

Berdasarkan informasi yang berkembang saat Jokowi mengikuti Maulid di Majelis Rasulullah, Sabtu (3/1).

Jokowi itu memang berasal dari suku Jawa tetapi masih mempunyai keturunan Rasulullah. Dengan garis keturunan Rasulullah ini, Jokowi mempunyai kekuatan dan mampu menjadi nomor satu di Indonesia.

Ayah Jokowi sendiri bernama Widjiatno Notomihardjo. Bapaknya ayah Jokowi alias kakeknya bernama Wiryo Miharjo.

Wiryo Miharjo menjadi kepala dusun Dusun Kauman Desa Kragen, Gondangrejo, Karanganyar. Pada saat itu untuk menjadi kepala dusun, harus mempunyai garis keturunan yang bagus.

Kakek Jokowi masih mempunyai garis keturunan dari Keraton Solo. Dari Kakek ketemu keturunan dari Sayyidina Abdurrohman (Jaka Tingkir). Selanjutnya Sayyidina Ishak, Sayyidina Ibrohim Asmuro, Sayyidina Alawi, Sayyidina Husen Bin Ali, Sayyidina Fatimatus Zahro dengan Sayyidina Ali bahkan sampai ke Nabi Muhammad Rasulullah.

walahuallam bi sawab