Hari ini saya kedatangan customer yang gak henti2 menghambur pujian (secara gitu loh… saya bukan yang rakus pujian). Waahh…cantik kok mau masak ya … saya jawab alhamdulillah mau (dalam hati : HAAH?? cantik apaan? bedaan kagak, rambut juga masih di pluntir2 scara baru keluarin barang udah dapat customer qiqiqi, eh malahan kalau dandan juga bororoah cantik… jauh panggang dari api . Peeehhh!!!). Weeehh… masakannya juga enaak yaaa…. saya jawab alhamdulillah. (dalam hati: kalau masakan enak kan kudunya semua masakan kan? ini kan doi gak tau hasil masakan saya apa aja trus nyicipin juga enggak?). Sambung lagi doi : Coba sayang, masak yang banyak, rugi kalau bisa masak gak dijual loh! Saya jawab : in shaa Allah…. (dalam hati: masak banyak tapi sendirian??? gak mauuuuuuuuuu). Bicara lagi : harus semangat ya sayang ! selalu semangat!. Saya jawab : in shaa Allah. Nyambung lagi : suka ih liat mbaknya banyak senyum… saya jawab: oh ya? (kaget)… alhamdulillah (lega, karena saya merasa susah senyum sekarang hiks ) . Kemudian kami ngobrol ngalar ngidul dan begitulah.. hari ini saya banyak bilang alhamdulillah, in shaa Allah, dan masyaa Allah, cuma dari obrolan pendek itu saja. Why? inget Allah.

Setiap pujian yang sampai ke kita itu, kalau tanpa campur tanganNYA ya gak akan sampai (alhamdulillah). Atau setiap keinginan yang mau kita lakukan itu tanpa ijinNYA ya gak akan terlaksana (in shaa Allah). Sedangkan tentang kekaguman, tanpa kebesaranNYA ya kita tak akan pernah mengagumi apapun kan? (masyaa Allah). Saya sih jujur aja sempat tercenung, perasaan banyak banget nyebut ya? takutnya dikira sok alim secara gak pake kerudung. Tapi ternyata memang begitu hasilnya kalau disetiap hal kita ingat padaNYA. Pasti banyak nyebut…cobain deh. Sayangnya ini belum jadi habit saya. Gak tau kenapa kok tumben pagi ini agak puguh saya teh…

But ya gitu, iman itu kadang high kadang low. Kadang kita ingat kadang lupa. Masalahnya, lebih banyak ingatnya apa lupanya? Kalau banyak zikr, in shaa Allah kita pasti banyak ingat, karena si qorin jadi lemah kalau kita banyak zikr, nah ketika qorin lemah, kita cenderung berbuat baik karena ingat DIA. Kalau sebaliknya, kita malah melebur dengan si qorin. Alih2 kita kerasukan jin, eeeh jinnya yang kerasukan kita 😛

Tau kan jin qorin? jin pendamping kita, pendamping manusia. Rupanya dia yang rajin bisiki waswasa ke kuping dan hati kita. Once kita lengah, jauh dari Allah, kita kalah kuat dengan karakter qorin kita sendiri, dan alih2 kita jadi kita (manusia), kita malah jadi jin qorin (setan) kalau karakter dia lebih kuat dari kita.

Jin qorin ini nempel di kita seperti kembaran kita (wajah badan serupa persis), cuma dia lebih gelap

qarin

index

kalau menurut keponakan saya yang pernah melihat qorin semua orang, dia bilang qorin itu melakukan persis yang kita lakukan. But once kita lemah terhadapnya, kita melakukan apa yang dia lakukan dan inginkan. Gimana cara melemahkan qorin kita? zikir!

Semakin sering kita ingat Allah, semakin lemah setan penggoda kita itu, dan semakin mudah kita melakukan banyak perbuatan baik. Sayangnya manusia memang sering lalai, dan dikalahkan oleh qorinnya sendiri…

Hari ini, pagi ini, qorin saya nampak lemah :D, saya tak tau sampai kapan saya kuat melemahkan dia!

Tapi since we know that our enemies yang really enemies itu justru menempel pada diri kita sendiri, in shaa Allah, kita bisa lebih aware dengan “dosa” yang berawal dari waswasa. Pssst… dont let her win, ever again !!

Advertisements