Lama2 jadi malas melayani para “lawan” politik. Udah ambil jarak pada debat2 gak mutu. Eeeehh malah debat dengan sesama pendukung karena tak ngerti bahasa sarkasme ala kecebong. Ternyata wong tolol itu gak dipihak sono, dipihak sini juga banyak. Lha kok bisa2nya disangka kampret pada postingan projok? aneh kaan? logika mikirnya dimana itu?

Tapi lucu juga sih, pasti dia nightmare banget ketika kejeduk pada kebenaran. Saat logika jalan, ketika kita udah buat ribut tanpa logika, tuh seperti nelen pil pahit yang meski tak mematikan, tapi memalukan.

Yang saya suka kemudian adalah, ketika kita para relawan selalu cek and ricek berita dulu sebelum meng-counter. Saya punya grup kusus yang sering mendiskusikan berita2 yang beredar di media. Sebelum kita dapat sumber yang solid tentang suatu berita, ya kita nunggu sampai benar2 jelas. Mendiskusikan secara cermat, lalu ketika mendapat serangan, atau orang2 cari celah untuk menjatuhkan pemerintahan sekarang dari berita itu, kita sudah siap menangkis serangan dengan sumber2 yang kredibel dan lebih terpercaya.

Seringnya melakukan koordinasi cek dan ricek lalu diskusi lalu selalu dalam posisi stand by melakukan tangkisan2 pada berita2 “rawan” fitnah, membuat saya jadi malas mendebat postingan2 yang saya sudah tau benernya kayak apa. Satu fakta lagi, sebenar-benarnya logika yang kita pakai untuk menangkis serangan berita hoax itu tetap gak bisa diterima pihak lawan. Meskipun bukti2 sudah kita sodorkan mereka tetap gak akan terima. Lalu untuk apa debat dengan batu?

Untuk apa saya melakukan semua ini? untuk anak2 saya. Itu saja. Saya cuma ingin mereka punya presiden yang bisa dijadikan panutan dan menjadi cita-citanya; berahlak, sayang pada keluarga, ramah, bersahabat dengan orang2 kecil, humble, rendah hati, sederhana, suka berderma, bajunya gak boros :D, mau duduk dengan siapa saja tanpa pilih2, merakyat, dan yang penting, bahasanya selalu hati2 dan santun, mengutamakan kerja dan pekerja keras, sekaligus seluruh anggota keluarganya bisa dicontoh anak2 saya, tanpa pencitraan, melainkan apa adanya.

Itu saja….

2009jusuf-Kalla

Advertisements