Saya masih saja terpesona dengan 3 kunci “bantuan” yang disarankan Rasulullah saw pada putrinya Fatimah ra. Sepertinya soal ini sudah pernah saya post, tapi hendak saya post kembali biar saya puas hehehehe

Ini soal tentang Fatimah yang mengeluh capai karena pekerjaannya sehari-hari yang dirasa sungguh berat. Beliau meminta suaminya untuk membujuk Rasulullah supaya memberikannya pembantu. Keluhan putri kesayangan Rasulullah saw ini sama persis dengan yang saya rasakan ketika itu. Betapa badan ini luluh lantak rasanya saban hari.

Meskipun pernah disatu waktu , dan ini cuma kejadian sekali saja, ketika saya sholat Isya dalam keadaan superrrrr capai, tiap gerakan sholat itu seolah memijat tubuh saya dan mengendurkan otot2 yang tegang. Allahu Akbar. Nikmatnya luar biasa sampai saya harus memperpanjang bacaan2 sholat simply cuma buat menikmati “pijatan gerakan sholat” tersebut. Dan nikmat ini pula yang membuat saiton masuk sehingga fokus saya pada sholat bercampur dengan keheranan.

(baru nemu)
f3bca6fab4bb0d1f0acdcb8c6bbf6f85

Ketika berdiri meluruskan badan lalu ruku, semua rangka dan otot disekitar punggung meregang dengan nikmatnya sehingga brasa dipijat super enak oleh pemijat super. Ketika kembali meluruskan badan, nikmat otot2 punggung berubah ke nikmat yang lain. Lalu ketika posisi sujud, ntah otot apa saja yang saat itu tertarik sehingga rasanya nyaman seluruh badan (ini posisi paling nyaman diantara posisi lain), begitu pula posisi duduk diantara dua sujud. Seluruh gerakan benar2 memberi dampak “nikmat” pada tubuh saya, sampai pada gerakan menoleh ke kiri dan ke kanan, berasa banget ke otot2 leher. Subhanaa Allah…. gak heran selesai sholat badan berasa segar.

Saya lalu berfikir, “jangan2 khasiat gerakan2 sholat yang banyak dibahas itu cuma bisa (dan diperuntukkan) untuk para “pekerja keras”? Kok saya baru merasakan pada saat kecapaian luar biasa ya? Menjadi semacam hadiahlah buat para pencari nafkah yang keletihan… walahuallam bi sawab….

Nah nyambung lagi soal lelahnya bekerja…. permintaan Fatimah itu kemudian disampaikan Ali kepada Rasulullah. Apa yang kira2 diberikan Rasulullah kepada Fatimah? satu nasehat kecil saja : sebelum tidur, bacalah subhanaa Allah 33x, Alhamdulillah 33x dan Allahu Akbar 34x, sebaik-baik penolong adalah Allah SWT. Nasehat Rasulullah tak saja membuat Fatimah terharu, tapi juga Ali.

Dan ini saya contoh!

Sebelum tidur, saya membaca subhanaa Allah 33x. Saya tak sembarang membaca, tapi saya benar2 memohon padaNYA bantuan. Sesuai artinya: bahwa Allah is exist, Allah is perfect, Allah itu ada, dekat dan apapun yang dilakukanNYA terhadap kita dan alam semesta ini semata-mata dalam bentuk kesempurnaan tiada tara. Zikir ini benar2 membuang semua aspek negatif yang ada disekitar kita dan dipikiran kita. Jadi sambil mengucapkan zikir ini, saya sambil membayangkan semua yang saya kerjakan semata-mata atas kehendakNYA dan jaminan kesempurnaanNYA. Uhmm…susah saya gambarkan dengan kata2. Karena selama zikir, saya menyerapnya dalam jiwa saya dan melepaskannya dalam tindakan2 saya, sehingga muncullah kekaguman subhanaa Allah itu plus begging se begging-begging nya pada bantuanNYA.

Alhamdulillah itu, menambahkan “sense” of positif aspek pada seluruh jiwa dan pikiran saya. Bahwa Allah masih menjaga kedua tangan saya supaya bisa dipergunakan semaksimal mungkin, menjaga kedua kaki saya sehingga masih bisa saya gunakan mondar mandir kesana kemari, menjaga tubuh saya dengan segala organnya sehingga saya tak terbaring di tempat tidur melainkan bekerja ! dan bekerja! melakukan apa yang saya bisa lakukan dan ingin lakukan tanpa hambatan dan saya superrrrr alhamdulillah mensyukuri semua itu (zikir ini sering membuat sampai menangis). Saya bersyukur sebagai hamba atas pengabulan doa doa yang tak terucap satu persatu, dan menghargai Allah setinggi-tingginya atas penjagaanNYA terhadap saya.

Allahu Akbar itu kemudian saya hayati sebagai penggabungan dari Subhanaa Allah dan Alhamdulillah. Semua manifesto dari segala keberadaanNYA, kesempurnaanNYA dan pemberianNYA, sehingga membuat saya takjub dan melihat kebesaranNYA.

Paginya…

Awalnya saya tak menyadari apa yang terjadi dan mengapa terjadi. Tapi pekerjaan terasa jauh lebih ringan memang, dan cepat terselesaikan. Saya bahkan sambil bernyanyi-nyanyi dan menyedu kopi dengan santai sembari ngobrol dengan anak2 yang siap sekolah. Sama sekali tak terasa letih (saya bahkan tidak tidur siang seperti biasa!!!!), sampai tiba waktu istirahat full dimalam hari. Sesudah isya barulah badan ini terasa benar2 butuh istirahat. Dan apalagi yang saya tunggu? kasur dan bantal empuk sudah dalam dekapan…??? Allahu Akbar!!!!

Ini tak terjadi sekali tapi sudah berkali-kali saya lakukan. My trust is soooo clear that : ALLAH adalah satu-satunya Sang Maha Penolong dan DIA tak pernah pandang bulu!!! Alhamdulillah… saya telah diberi ilmu luar biasa berguna olehNYA. Tak ada keluhan soal pembantu alhamdulillah sampai mungkin tiba saatnya nanti saya memang harus punya pembantu. DIA lah yang akan mengaturnya buat saya… saya hanya menjalani apa yang DIA sediakan sekarang.

00c5b3c241520437e6da28cd087a3537