Erizeli Jely Bandaro

Entah bagaimana ada banyak orang berkesimpulan bahwa saya Jokower. Padahal saya bukan relawan Jokowi. Pilihan politik sayapun bukan partai yang mendukung Jokowi. Profesi saya bukan pejabat negara atau politisi yang mendapat manfaat dari kekuasaan Jokowi.. Saya hanyalah rakyat biasa yang berusaha hidup atas dasar agama yang saya yakini dan melaksanakan kehidupan sosial berdasarkan hukum dan budaya yang berlaku di republik ini. Lantas mengapa saya terkesan membela atau menyukai Jokowi ?

Rasulullah SAW bersabda, “Tidak sempurna iman salah seorang kalian sampai ia mencintai untuk saudaranya segala sesuatu yang ia cintai untuk dirinya sendiri.” (Muttafaqun ‘alaih). Dalam hadits ini Rasulullah menerangkan bahwa diantara bukti sempurnanya iman seseorang yaitu ia mencintai segala sesuatu yang baik untuk saudaranya sebagaimana ia mencintai kebaikan tersebut dimiliki oleh dirinya sendiri. Itulah dasar saya mengapa terkesan mendukung Jokowi. Sebetulnya bukan hanya kepada Jokowi,kepada siapapun yang punya effort dan berniat baik saya akan senang ambill bagian dari effort itu. Saya ingin effort itu berhasil dan tak penting karena itu saya harus berkorban dan tidak mendapatkan apapun.

Makanya saya bingung bila sebagian orang menanamkan kebencian terhadap seseorang. Kalau sudah benci maka apapun itu dijadikan dalih untuk tidak suka. Bahkan yang lebih buruk, ia berdo’a dan berbuat agar orang itu hancur. Mengapa bisa demikian? Jikalau kita menelisik lebih dalam, kita akan menemukan bahwa orang yang di dalam dirinya terdapat penyakit benci sebetulnya dia ingin berperan dalam menentukan takdir yang ditetapkan Tuhan.. Dia sebetulnya berperang dengan Tuhan ,bukan kepada orang yang di dibenci nya itu. Makanya jangan terkejut bila yang dibenci “anteng aja “.Karena dia sadar bahwa Tuhan yang akan menghadapinya. Sementara dia akan semakin tinggi derajatnya dihadapan Tuhan.

Jadi Nak…ketahuilah oleh mu bahwa membenci atas kebaikan orang lain merupakan sifat yang buruk , yang tanpa disadari dapat menimpa siapapun. Oleh karena itu, marilah jaga diri mu dari sifat yang buruk ini. Tanamkan cinta kepada siapapun. Kalau baik dukung dan kalau salah maafkan. Jangan ada istilah kritik dengan mempermalukan orang lain tapi sampaikan dengan cara yang santun, apalagi menggunakan sosmed dimana semua orang menjadi saksi siapa kamu sebenarnya. Pribadimju ditentukan dari caramu bersikap dihadapan orang banyak. Jangan bangga bila orang mendukung sifat burukmu karena mereka masuk golongan orang yang berperang dengan Tuhan. Pasti kalah!

Diluar uraian bapak yang luar biasa bagus dan benar itu , kalau saya sih gak malu dibilang jokower atau kecebong pak, malah pengen eksis sebagai pendukung. Gak tau apa gara2 mimpi saya itu atau karena saya memang suka pada “karakter islami” Pak Jokowi, pokoknya kalau negeri ini maju dan dikenal dunia “kembali” lewat beliau, saya akan mati dengan senyum pak, in shaa Allah, karena merasa ikut memperjuangkan ibu pertiwi yang kondusif untuk masa depan anak2 saya.

Memang banyak juga yang tak suka pak dan mereka berprasangka berpraduga juga. Kalau sudah begini kadang2 saya ngarep perang saudara ajalaah. Biar puas semuanya… jahat kan saya? sampek ngarep perang? Saya jengah dengan ocehan mereka yang sama sekali tak membangun pak. Tapi juga saya akan berjuang supaya bukan orang jahat yang memimpin negeri ini. Cukup sudah pak!! cukuuuppp!!!

Jadi meski bapak gak terima disebut Jokower, saya sih bangga pak!!!

Buat saya, beliau itulah yang sebenar-benar macan Asia yang pantas memimpin negeri ini. Sedikit berkata banyak bekerja.

ZTigers

Advertisements