Pak Jokowi itu tiap bangun pagi yang pertama dipikirkan adalah “harga pangan”, harga beras. Kenapa  beras pak? “Ya karena kebutuhan utama rakyat”

Pak Jokowi itu mulai kerja biasanya jam 8 pagi atau 8.30 pagi selesai biasanya jam 21.00, kecuali kalau lagi gak ada ibu negara, bisa sampai jam 23.00.

Pak Jokowi itu bukan orang yang suka rapat berjam-jam. Rapat cukup satu jam, materi jelas dan harus sudah bisa diputuskan.

Pak Jokowi itu presiden hyperaktif yang tak pernah nampak santai. Sabtu-Minggupun masih mikir disiapkan program yang ringan2, termasuk mengatur tamu istana. “Saya ingin semua orang bisa masuk ke istana, konglomerat, pengamat ekonomi, rektor, pejabat, tokoh, juga tukang ojek, tukang sapu, pedagang kaki lima, semuanya boleh” . Ada satu hal aturan main yang paling penting soal tamu: jangan beri nasi kotak pada tamu!! Semua tamu, siapapun itu harus dilayani dengan yang terbaik, apalagi untuk orang2 biasa, mereka harus diperlakukan istimewa!

Pak Jokowi adalah presiden yang memilih mendatangi rakyat secara langsung, karena menurut beliau ini adalah cara yang paling jitu untuk mengetahui keingan rakyat, “Saya paling takut laporan yang abs” (asal bapak senang)

Pak Jokowi adalah presiden yang iring2annya paling sedikit dibanding pendahulunya. Jika dulu iring2an presiden bisa mencapai puluhan, sekarang cuma 6. Kenapa? sekarang semua  anggota pengiring presiden, termasuk rombongan menteri, digabung jadi satu bis. “Jangan sampai mengganggu kepentingan umum”. Fore rider juga diwajibkan santun, tak boleh membunyikan klakson apalagi sirine.

Pak Jokowi itu sering merubah jadwal blusukan secara dadakan, dan akibatnya banyak yang kocar kacir membatalkan sana sini, buat rencana perjalanan baru dadakan, “Saya tak suka pertunjukan semu”

Pak Jokowi adalah presiden yang tak suka ceremonial penyambutan jika sedang mengunjungi suatu daerah, tak suka tenda mewah bahkan tak suka kursi yang membedakan beliau dengan rakyatnya. Suka yang natural, apa adanya.

“Tak ada yang berhak merubah presiden, kamilah yang harus menyesuaikan diri dengan pribadi dan karakter Presiden Jokowi, terutama ketika tiba2 beliau minta berhenti di tengah jalan hanya untuk melihat rakyat atau menyapa rakyat, dan paspampres harus kocar kacir kerepotan mengamankan lokasi….” (Teten Masduki)

Pak Jokowi adalah presiden yang sering ditangisi kepergiannya setelah selesai “blusukan” ke daerah2 terpencil , “Semuanya menangis saat saya menaiki kapal, meminta saya kembali mengunjungi mereka….” dan beliau nampak tercekat, menerawang mengingat rakyatnya dipelosok sana.. yang menggantung harapan besar pada pundaknya, dan menitipkan cinta pada hatinya.

“People who shine from within don’t need a spotlight”