Nampaknya saya , akhirnya, menyimpulkan dengan sungguh2 bahwa, perbedaan persepsi itu tak pernah bisa disamakan jika Allah tak ikut campur tangan. Adalah kehendakNYA membiarkan seseorang dengan persepsi A dan adalah juga kehendakNYA membiarkan seseorang dengan persepsi B. Bahkan, jika pada satu ketika, disatu debat dengan kawan, lalu si kawan itu akhirnya setuju dengan kita, don’t be proud!!! it was not because you win the arguement, BUT HE made kawan itu setuju dengan kamu. Karena, kalaulah Allah tak memutuskan dia akan setuju, sampai kiamatpun dia tak akan setuju, sampai kamu muntahkan bukti2 sebanyak 1 kontainer pun dia tak akan setuju.

Wajar kalau persepsi ini masuk dalam daerah teritorialNYA yang tak boleh diserahkan pada manusia. Persepsi ini soalnya hal yang termasuk penting karena sering dipakai sebagai landasan hidup, landasan bersikap, landasan mengambil tindakan, landasan berpikir, landasan melihat masalah dan memutuskan sesuatu. Bukan perkara kecil merubah persepsi seseorang. Jangankan kita manusia, Rasulullah saja pernah berputus asa soal ketidakmampuan beliau merubah persepsi orang, dan Allah membujuknya ” Sampaikan saja kebenaran, soal mereka setuju atau tidak, mereka berubah atau tidak, serahkan padaKU”. Begitulah kemudian Rasulullah bisa berlega hati… ternyata memang bukan kuasa beliau untuk merubah persepsi dalam diri seorang manusia. Boso jowonya: I am only responsible for what I say, not for what you understand.

Persepsi ini ternyata tak hanya bisa membuat kebaikan dunia, tapi sebaliknya bisa juga membuat kehancuran dunia, bisa membuat orang menikah juga bisa membuat orang bercerai, bisa membuat orang bersahabat, juga bisa membuat orang saling bunuh. Itu sebabnya, persepsi ini pulalah yang di otak atik oleh para brainwasher melalui media untuk mendoktrinisasi suatu faham.

Sudah saatnya kita kaum muslimpun harus mengencangkan doa soal persepsi. MemintaNYA supaya menjaga kita dari masukan2 persepsi yang menyesatkan dan berbahaya, melindungi kita dari persepsi yang mencederai kebenaranNYA, dan menjaga persepsi yang sudah masuk dan sudah on track supaya tak hilang menguap melainkan menjadi tameng bagi kita selamat dunya wal akhirah…

This slideshow requires JavaScript.

 

 

Advertisements