puisi kahli gibran versi inggris

 

Saya sih gak mau cerewet2 ke anak2… kalau mereka mau sukses dunia akhirat… fokus saja ke rukun iman dan rukun islam.

Gak mau stress mikirin masa depan mereka… telaten saja membuat mereka mengerti betapa pentingnya rukun islam dan iman itu untuk bekal kehidupan abadinya sehingga harus dikedepankan dan kehidupan dunianya akan mengikut di belakangnya. Jikalau yang depan bagus, yang ngikut akan bagus… jikalau yang di depan jelek, yang ngikut akan jelek. Ternyata begitu memang adanya.

Saya juga cuma ingin mereka selalu berprasangka baik kepada Allah sehingga hidupnya akan jauh dari stress.

Mereka boleh berusaha semampunya dan tak perlu ngoyo atau memaksakan kehendak diluar kemampuan, bersahaja saja dalam hidup ini. Tawakal itu harus di depan semua usaha manusia, sehingga apapun yang mungkin terjadi termasuk kegagalan gak bakal jadi rintangan dan hambatan untuk terus maju dan berusaha. Sebaliknya jikalau telah diberi rejeki akan mensyukuri dan merawat serta menjaganya sehingga berkahNya semakin besar.

Panjang… bisa panjang banget nasehatnya… tapi saya gak mau banyak teori. Buat saja mereka mengerti bahwa mereka itu hamba…dan hidupnya dalam jaminan Sang Pencipta, maka sembahlah DIA, usaha lalu serahkan semua padaNYA.

Saya sering menggugah nalar mereka dengan ajakan seperti ini: “Ibu mau menyembah Allah Sang Maha Pencipta, Allah sudah buat kita sempurna (ini ganti2, kadang : Allah sudah kasih kamu makan pizza, atau Allah sudah kasih kamu ibu, atau Allah sudah kasih kamu tas baru, dll dll) … ayo.. ikut nyembah… penduduk surga tiap saat menyembah Allah, disana sudah tak ada sholat… tapi tiap saat mereka menyembah Allah, ayo latihan! katanya mau tinggal di surga!”. Anak2 masih seperti itu… harus pakai iming2 supaya mau mengerjakan sesuatu. Dan tak apa sebagai training… Bulan Ramadan saja banyak iming2 yang dicurahkanNYA supaya kita mau menjalani training kan? Dan yang paling penting tujuan saya adalah membangkitkan rasa cinta di hati mereka… saya gak mau maksa. Hasilnya memang lama dan susaah langsung diikuti. Tapi salah satu anak saya lihat diam2 sholat…bahkan saya tak menyuruhnya. Besoknya dia gak lakukan lagi… tapi saya tak menyerah juga… rajin saja cuap cuap buat kata pengantar ketika bersiap2 mau menyembah…. qiqiqi dan berharap Allah akan membuat mereka mengerti dan menerima ajaran tauhid sederhana ini.

Saya hanya ingin anak2 cintai DIA sebagai Ar-Rahman Ar-Rahim dengan ke 99 namaNYA, cintai rasulullah sebagaimana beliau mencintai kita…and thats it. Cinta akan membuat mereka iklas melakukan apa saja yang diinginkan oleh yang dicintai… dan cinta tak mengenal kekecewaan seburuk apapun kondisinya… in shaa Allah…

 

 

 

Advertisements