Baru kemarin mikir soal kerudung… hari ini kesulut lagi soal kerudung.

Pertama, saya pernah liat adu argumen wanita arab tanpa jilbab, dan wanita jilbab yang orang amerika. Sungguh aneh bukan? harusnya kan yang jilbaban yang arab doooong. Tapi berhubung kata Rasulullah tak ada yang superior dalam Islam so be it…

Pendek cerita wanita arab no jilbab ini bilang : wanita islam dipaksa berjilbab kalau gak nanti rambutnya di jambak sambil di bakar di api neraka. wasn’t it cruel? . Wanita berjilbab menjawab dengan kalemnya: tak ada satupun ayat yang menyebutkan bahwa wanita tak menggunakan jilbab akan masuk neraka. Tak ada satu ayatpun dengan ancaman yang semacam itu!! . Dari sini saya mengambil kesimpulan, tak ada ancaman untuk wanita tak berjilbab di dalam al Qur’an. Secara khusus memang tak disebutkan (tak seperti soal minum arak yang jelas diharamkan). Tapi kalau saya pikir (dengan pikiran sendiri yang tolol ini), perintah ber”jilbab” dihubungkan dengan neraka karena ngikutin aturan “do and don’T” dari The Almighty. If you didn’t do “the do” , you sin you get hell , if you did “the do”, you get reward and heaven.

Saya pernah study kasus, uhm no, just browsing beberapa artikel islam yang membahas detil soal “ulurkan kainmu”. Dari situ saya tahu bahwa ketika ayat itu turun memang sedang jaman jahiliah (jaman kebodohan) dimana wanita tak ada harganya, sampai2 bayi2 perempuan yang lahir dikubur hidup2. Sebegitu tak berharganya wanita mungkin karena tak tahu pulak cara berpakaian yang genah. Terbuka2 seperti wanita suku anak dalam. Sebegitu tak berharganya penampilan wanita saat itu sehingga dijaman nan barbarianitu lelaki sulit membedakan mana wanita yang baik dan mana yang tak baik? Lha piye wong semua “telanjang”, perut kemana mana…dada kemana mana… paha, betis, rambut. Namanya jaman kebodohan!suku barbar pulak, gak heran kalau laki2 suka melecehkan wanita. Mungkin pada saat itu tak ada satu manusiapun yang mampu memikirkan cara untuk memisahkan antara wanita baik2 yang mendalami ajaran islam dengan wanita tak baik yang bar bar atau pelacurlah.

Hidayah ilmu “melindungi” wanita itupun lantas turun pada rasulullah saw… yaitu perintahkan istri2, anak2 perempuan dan wanita2 muslim untuk mengulurkan kainnya menutupi “aurat” mereka. Inilah yang kemudian “diterjemahkan” dengan berbagai artian oleh banyak orang. Dari kata “Khimar” itu saja bisa menjadi beberapa terjemahan. Yang jelas secara artian kosa kata, khimar itu berbentuk kain lebar. Beberapa ulama menerjemahkan khimar sebagai kain. Jaman sekarang disebut juga “baju”(tentu saja baju yang sopan karena syaratnya harus menutup aurat), beberapa ulama lagi menerjemahkan khimar sebagai taplak persegi kotak yang memakainya dikerudungkan ke badan dari kepala. Jadi kalau Pak Quraish Shihab termasuk yang ngikutin pendapat bahwa khimar itu adalah “baju sopan”, gak heran kalau dia berpendapat berbaju sopan saja sudah cukup sebagai syarat menutup aurat.

Lalu sejarahnya : gak sekedar menutup badan tapi juga kepala itu gimana ceritanya?. Alkisah pada masa kebodohan dan jahiliah itu istri2 rasulullah, istri2 sahabat nabi serta anak2 wanita keturunan mereka sering menjadi inceran kejahatan musuh2. Menutup tubuh dengan sekedar khimar saja masih membuat mereka gampang dikenali, maka ditutuplah dengan kerudung juga supaya rambut tak kelihatan. Demi keamanan wanita2 mulia ini, untuk para suami rupanya kerudung saja tak cukup karena wajahnya masih bisa dikenali, lalu ditutuplah hidung dan mulutnya (cadar). Beberapa lelaki sudah merasa cukup aman dengan kondisi istri mereka seperti itu, tapi beberapa masih merasa istrinya tetap bisa dikenali meski bercadar, sehingga mereka mau matanya ditutup juga dengan kain jaring2 atau kain hitam transparan… maka muncullah burka.

Ustad fave saya pun tak berani memberi gambaran yang pasti soal “khimar” yang disebut dalam quran karena beliau mengaku tak ekspert dibidang itu, sehingga beliau cuma bilang: …begini saja, bagaimana kalau kita mencontoh gaya berbusana istri2 rasulullah dan istri2 para sahabat saja? model apa yang mereka pilih, itulah yang kita contoh. Buat saya, nasehatnya itu cukup bijak dan gak perlu mikir keras lagi selain dia juga tak menyalahkan pendapat lain dan tak mengkafirkan orang lain karena berbeda pendapat.

hijab-tutorial-syari-islami1429263093889471904

Lalu perkembangannya sekarang gimana? perkembangannya sekarang jilbab malah jadi trend fashion muslim. Namanya trend ya dicantik cantikin. Bukan lagi bertujuan untuk kemuliaan dan keamanan wanita, malah bertujuan untuk menonjolkan kecantikan wanita. Wanita2 yang berjilbab “salah kaprah” ini pulak yang berani dengan terang-terangan mengkafir kafirkan Pak Quraish karena menilai cara berpikirnya nyeleneh dan liberal.  Lah? nyelenehan sampeyanlah mbak…. jilbab lontong kuah menor, bibir gincuan, bercelana ketat…punuk untamu itu kemana mana malah.

Hela nafas panjang*….

This slideshow requires JavaScript.

 

Advertisements