12417701_10205402736174395_8515978155991088780_n

Mertua saya berbisik “Sri rejekinya berbunga loh!”, saya menurunkan buku yang saya baca dan menganga tak percaya. “Masa? yang bener bu? wong sekarat gitu loh”. Mertua saya meyakinkan , “Wong aku ntas ndelok dewe o, liat coba sendiri”. Saya masih menganga , “Rasanya gak mungkin lah bu.” “Apa beli baru ya?”. Kami ngikik berdua…

Suami saya percaya banget sri rejekinya ini adalah simbol rejekinya juga. Bahwa kalau bunga itu mati, atau layu atau kurus atau sakit, menyimbolkan keadaan rejekinya juga. Itu sebabnya, sejak dia tau soal simbol yang dibawa tanaman ini, dia sangat mengistimewakannya.

Saya sih tak urus soal tanaman membawa simbol sepanjang tanaman tak jadi berhala. Yang gak bener itu kalau memelihara tanaman tersebut karena berharap rejekinya bagus. Rejeki mah urusan Allah! bukan urusan tanaman!!

Setau saya selama ini tanaman itu memang setengah mati, dalam artian sebenarnya. Dan I really hate that plant karena gegara tanaman itu saya pernah berantem dengan suami. Soal faith buat saya bukan soal main2. Jadi kalau Nabi Ibrahim berani menghancurkan tuhan tuhan sembahan orangtuanya yang membuatnya diusir dari rumah, seharusnya saya juga berani menghancurkan tanaman ini meskipun bisa berakibat perang bratayuda. But I did not do that.

Jadi saya sih malah berharap suami saya kapok melihara tanaman itu karena “mati melulu dan sakit melulu” lalu dibuang jauh jauh. Tapi dia tak begitu. Mati ya beli lagi yang segar, mati lagi ya beli lagi… sekarat ya di rawat super ekstra sama dia… pokoknya seperti mendedikasikan harapan pada tanaman ntahlah itu.

Lalu setelah tahun demi tahun berlalu, tanaman itu tiba2 menjadi begitu segar, rimbun, dan berbunga pulak. Kuncup2 putik bunga bermunculan dengan gembira dibalik daun2 yang full klorofil setelah sekian lama sakit. Saya hanya bisa mangap tak habis pikir… how come?

Ya bisa aja sih karena ini musim hujan…. eh tapi musim hujan tahun tahun kemarin gak sesubur itu. Yang paling masuk akal penjelasannya adalah : itulah bukti kekuasaan Allah!!! bukan tukang kebunnya yang bertangan dingin, bukan!! bukan pulak karena rejekinya yang bagus, bukan!! , tapi karena itu bukti kekuasaanNYA . Rejeki sih biasa aja gak se blooming tanamannya, kalau memang tanaman ini sumber rejeki kenapa tukang jualnya gak jadi milyader karena jagoan gedein sri rejeki???? .

Ini bukti bahwa DIA lah yang memberi kehidupan pada yang mati atau setengah mati!, memberi harapan pada manusia bahwa DIAlah yang Maha Mengurus semua mahlukNYA. Bahwa tanah yang tandus dan kering bisa subur hijau dan rimbun… dan bahwa hati yang mati bisa dihidupkan kembali olehNYA semudah dan segampang itu… just sabr..just do your part… just pray just hope. Itu!