Saya kurang jelas apa yang menyebabkan sebagian penduduk negeri ini menjadi begitu lebay melihat sesuatu? Begitu gampang terprovokasi, begitu mudah menelan fitnah, begitu sempit dadanya sesempit pemikirannya. Apakah memang ilmu pengetahuan sudah dikurangi sedemikian rupa dari akal manusia dengan mulai habisnya para alim ulama yang amanah? sehingga kekurangan dakwah? ataukah memang jaman ini dibuat sedemikian membingungkan sehingga orang-orang yang sholatnya rajin sekalipun bisa kehilangan nalar positifnya dan menjadi begitu terombang ambing hanya lewat berita2 tak jelas yang seliweran dengan bebasnya di depan mata?

Kadang terpikir oleh saya bahwa media dengan segala kecanggihan alat2 pendukungnya memang sengaja dibuat dan di inovasi untuk mengacaukan manusia, membuat bingung manusia dan mengadu domba manusia, tak saja intern agama tapi juga lintas agama. Orang2 menjadi susah melihat masalah out of the box!

Contohnya kemarin ada gambar seorang wanita berjilbab tapi berkalung salib. Komentar miring yang di konsumsi sebagian manusia tong kosong nyaring bunyinya adalah : ini pelecehan terhadap Islam!!! hati hati!!!. Tak lama muncul lagi gambar artis wanita mengenakan baju perform bertuliskan arab lalu muncul pulak komentar sinis: Pelecehan terhadap Islam!!!. Sebelum2nya seorang gubernur kristen yang meragukan ajaran agamanya sendiri dan memuji ajaran Islam , malah dinilai mendeskreditkan Islam. Ada apa dengan negeri ini??? Kenapa menjadi tiba tiba jahiliah?

Saya sih biasa aja melihat kasus wanita berjilbab berkalung salib. Baguslah dia mau menutup auratnya, lagian gak muslim aja kok yang bersedia menutup auratnya. Semua wanita yang ingin dimuliakan orang dengan menutup auratnya, ya akan melakukan hal yang sama termasuk para biarawati misalnya atau para bangsawan2 Inggris jaman dahulu misalnya, atau bahkan bunda Mariam. Ada juga ntah kristen aliran apa yang pengikutnya semua menutup aurat dengan hijab. What is wrong people??? kenapa harus berpikir sepicik itu?

Baju bertuliskan arab itu ya apa salah juga??? itu kan bukan kalamullah??? Arab is not Islam!!. Yes yes islam itu nongol di arab, tapi musuh islam yang pertama ya arab juga, lalu apa istimewanya arab? apalagi setelah rasulullah menegaskan bahwa tak ada ras yang istimewa dalam islam. Semua sama, semua setara…. why ? kenapa lalu tulisan arab itu menjadi sakral??? bagaimana tulisan arab yang ada di toilet? yang artinya : toilet wanita atau toilet pria? haruskah muslim Indonesia ngamuk2 ke arab karena tulisan arab ada di pintu wc nya??? come on….

Dan gubernur yang memuji ajaran Islam itu, mengapa tidak kita doakan saja supaya dia dapat hidayah lalu memeluk Islam?? Kalau kita muslim memuji Umar dengan segala masa lalunya dan dengan mudahnya memaafkan beliau, apa yang salah dengan gubernur yang justru tak punya masa lalu sekejam Umar ra? bukankah dia juga harusnya mendapatkan perlakuan yang sama seperti kita memperlakukan Umar ra sesuai yang dicontohkan Rasulullah saw??? bukannya malah di tuding yang tidak tidak. Ada apa dengan hati para muslim sekarang?

Dari pengalaman saya, saya belajar banyak bahwa, belum tentu kita lebih baik dari orang yang sering kita caci maki. Sebelumnya saya tak pernah belajar soal “berkaca pada dosa sendiri” sampai akhirnya saya dibuat berjalan di jalan yang begitu gelapnya sehingga membuat saya trauma sendiri dan terbelengu dalam nista sendiri sehingga mulut ini tak kuasa lagi menyombongkan diri sebagai yang paling benar dan paling berhak menilai orang. Ada kengerian yang tiba2 menyengat jiwa ketika hasrat mencaci keluar, ngeri kalau kalau orang yang menjadi sasaran cacian saya itu menyimpan kebaikan luar biasa yang saya tak tau atau niat yang luar biasa suci yang saya tak tau, yang hanya dia dan Allah yang tau. Saya ngeri kalau ternyata orang yang saya caci itu lebih tinggi derajatnya dimata Allah dibandingkan saya yang berlumpur dosa ini.

Pengalaman gelap mengajarkan pada saya bahwa jalan terang yang saya lalui sekarang tak seharusnya dijalani dengan congkak dan tinggi hati. Sebelum ilmu2 berharga ini saya dapatkan dengan cara melukai diri sendiri, saya adalah bagian dari orang2 bodoh yang lebih mendengarkan bisikan setan daripada mendekatkan diri kepadaNYA.

Mungkin itu penyebab hingga saya lebih bisa menahan diri untuk tak mencaci. Belengu dosa diri sendiri telah membentengi mulut saya dari kebiasaan jelek yang dahulu. Dosa yang merantai dosa.

Semoga Allah SWT mengampuni kita semua dari dosa2 masa lalu, dosa masa ini dan dosa2 yang akan datang. Semoga Allah SWT memaafkan kekhilafan kita dimasa lalu dan menghindarkan kita melakukan khilaf yang sama. Semoga Allah SWT melindungi kita dari hal2 buruk yang merugikan dunia akhirat kita. Aamiin