Sesungguhnya Allah memiliki hamba2 yang memancangkan pohon2 kesalahan dengan pancangan nyawa hati, mereka menyiramnya dengan air taubat lalu berbuah penyesalan dan kesusahan.

Mereka menjadi gila tanpa ada sebab penyakit gila dan ketolol-tololan bukan karena ketidaklancaran bicara dan bukan pula karena kebisuan, padahal sesungguhnya mereka adalah orang2 yang balig lagi fasih serta ma’rifat kepada Allah dan utusanNYA.

Kemudian mereka minum dengan gelas kemurnian lalu mewarisi kesabaran atas panjangnya cobaan, hati mereka tenggelam dalam keagungan kerajaan Tuhan dan pikiran mereka berkeliling antara pasukan yang menjadi penghalang untuk menembus keagungan kekuasaan Tuhan.

Mereka berlindung dibawah tenda penyesalan dan membaca lembaran2 kesalahan, lalu mewariskan kepada dirinya suatu keluhan sehingga sampai di ketinggian zuhud dengan memakai tangga wira’i.

Mereka merasakan tawar kepahitan meninggalkan duniawi dan merasakan lumernya kekasaran tempat tidur, sehingga meraih tali keselamatan dan pegangan keselamatan.

Ruh mereka mengembara ke alam atas sehingga berhenti di taman taman penuh nikmat.

Mereka menutup parit2 keluhan dan melewati jembatan2 penuh nafsu sehingga singgah dalam lapangan ilmu.

Mereka mengambil ilmu dari sungai hikmah, naik perahu kecerdasan dan bertolak dengan angin2 keselamatan di atas lautan keselamatan, sehingga mendarat pada taman2 kebahagiaan dan tambang keagungan dan kemuliaan.

Dzun Nun Al-Mishri

 

 

 

 

Advertisements