Dulu setau saya menggunjing itu cuma dilakukan segelintiran orang, saya jarang tau, tapi sejak ada medsos, rasanya setengah bumi ini semua kerjaannya menggunjing. Bedanya dulu gunjingan dilakukan dengan mulut, sekarang dengan jemari pun orang bisa menggunjing. Persamaannya ada: sama2 keluar dari hasil pemikirannya dan direstui hatinya.

Mari kita lihat lebih dalam pandangan Islam terhadap urusan menggunjing ini menurut buku Di Balik Ketajaman Mata Hati , Imam Al-Ghazali.

Sabda Rasulullah :

“Setiap muslim atas muslim yang lain adalah Haram darahnya, hartanya dan harga dirinya.”.

“Takutlah menggunjing karena menggunjing lebih berat daripada berzinah. Sesungguhnya seorang lelaki kadang2 berzinah dan bertaubat, lalu Allah menerima taubatnya. Sedang orang yang memiliki pergunjingann tidak akan diampuni sehingga orang yang di gunjingkan mengampuninya.”

“Barangsiapa yang melempar saudaranya dengan pergunjingan,dia maksudkan dengannya untuk mencelanya, maka Allah menempatkannya pada jembatan jahanam besok dihari kiamat sehingga dia keluar dari apa yang diucapkannya”

“Menggunjing adalah engkau menyebut saudaramu dengan apa yang dia benci.”  Yakni baik engkau menyebutnya dengan kekurangan tubuhnya, turunan, perbuatan, perkataan agama dan dunianya sampai kepada pakaiannya, surban dan kendaraannya.

“Takutlah pada pergunjingan karena didalamnya terdapat 3 bencana: 1. Tidak dikabulkan doanya, 2.tidak diterima kebaikannya dan 3.bertumpuk padanya kejahatan-kejahatan”

Berikut ini adalah pendapat para sahabah:

“Sungguh berzinah sampai seratus kali lebih aku suka daripada menggunjing sekali” (Abil-Laits Al_bukhari)

“Seandainya aku tidak berpuasa Ramadhan adalah masih lebih aku suka daripada menggunjing manusia” (Abu Hafs Al Kabir) . ” Barangsiapa yang menggunjingkan orang yang pandai hukum agama, maka dia datang pada hari kiamat dengan bertuliskan pada wajahnya : ini adalah orang yang putus dari rahmat Allah”

Pada masa rasulullah, bau pergunjingan dapat tercium jelas hal itu karena sangat jarang terjadi pergunjingan. Tapi dimasa sekarang pergunjingan benar2 telah banyak dan memenuhi hidung baunya sehingga tidak dapat dibedakan lagi (baunya). Perumpamaannya seperti seseorang masuk ke dalam rumah orang2 yang ahli menyamak kulit binatang. Dia tak bakal menetap disana karena kedasyatan baunya dan kebusukannya. Tetapi para penghuninya yang menetap di dalamnya makan makanan dan minum di sana dan bagi mereka tidak jelas bau busuk itu karena bau itu telah sering memenuhi hidung mereka. Seperti itulah kedudukan pergunjingan jaman sekarang.

Firman Allah soal menggunjing:

“Kecelakaan besar bagi setiap orang yang banyak mengumpat lagi banyak mencela” (Al Humazah 1). Yakni sedasyat-dasyatnya siksa adalah bagi orang yang humazah, yaitu orang yang mencelamu dalam keadaan engkau tidak ada dan bagi orang2 yang humazah yaitu orang yang mencelamu di hadapan wajahmu.

Lalu mengapa rasulullah menyebutkan bahwa menggunjing lebih parah dari berzinah?

“Sesungguhnya seorang laki2 yang berzinah lalu bertaubat, Allah Maha Pengampun akan menerima taubatnya. Dan sesungguhnya orang yang memiliki pergunjingan tidak akan diampuni dia sehingga memaafkannya yang empunya”. Maka yang wajib bagi orang yang menggunjing adalah menyesal dan bertaubat supaya keluar dari haq Allah. Kemudian minta halal kepada yang digunjing supaya dia menghalalkannya dan dia keluar dari menganiaya kepadanya

Seyogyanyalah bagi orang yang menggunjing memohon ampunan kepada Allah sebelum berdiri dari tempat duduknya dan sebelum pergunjingan itu sampai pada orang yang dipergunjingkan. Karena kalau pemilik pergunjingan itu bertaubat sebelum pergunjingan itu sampai  pada orang yang dipergunjingkan, akan diterimalah taubatnya. Adapun apabila pergunjingan itu telah sampai padanya, maka tidak dapat hilang dosa darinya selagi orang itu tidak menjadikannya halal.

d848f78fd58dbc67d66ca640c4658325